Ujian terhadap Belanda, Jepang, dan Swedia tidak berhenti datang sejak babak grup. Di tengah kesulitan itu, mereka mendapatkan banyak keuntungan tersembunyi.
26 Jun 2026 11:07 WIB · Olahraga
Getty Images via AFP
ARLINGTON, KAMIS — Atmosfer ”neraka” Grup F berhasil melecut versi terbaik dari Belanda, Jepang, dan Swedia. Ketiga tim itu selamat dari eliminasi dini dan bersama-sama lolos ke fase gugur. Namun, tidak ada waktu berpesta, sebab mereka sudah dinanti ”neraka” selanjutnya.
Tunisia menjadi ”tumbal” Grup F, hanya mereka yang tersingkir setelah laga terakhir babak grup pada Jumat (26/6/2026) WIB. Tiga tim unggulan lain berhasil melaju. Jepang dan Swedia berbagi poin sekaligus tiket babak gugur dengan hasil imbang 1-1 di Stadion AT&T, Arlington, Texas, AS.
Belanda menyudahi fase grup dengan kemenangan 3-1 atas Tunisia di Stadion Arrowhead, Kansas, Missouri, AS. ”Si Oranye” pun keluar sebagai juara grup dengan raihan total tujuh poin. Jepang (5) menyusul di peringkat kedua, sementara Swedia (4) berhasil selamat walaupun di peringkat ketiga.
Saya sangat ingin menang hari ini, tetapi saya pikir satu poin sudah cukup pada akhirnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/26/cd2dcfd4d22cb46967551e800bf821f4-APTOPIX_Sweden_Japan_WCup_Soccer.jpg)
Swedia lolos lewat jalur baru, memastikan masuk sebagai delapan tim peringkat ketiga terbaik. Sebanyak lima dari 11 tim lain sudah dipastikan tidak bisa melampaui poin mereka. ”Saya sangat ingin menang hari ini, tetapi saya pikir satu poin sudah cukup pada akhirnya,” kata pemain sayap Swedia, Anthony Elanga.
Ketegangan sempat memuncak di Arlington. Swedia sangat dekat dengan eliminasi ketika tertinggal lebih dulu pada menit ke-56 lewat gol penyerang Daizen Maeda. Beruntung, enam menit berselang, Elanga mampu membalas lewat tembakan indah dari luar kotak penalti.
Giliran Jepang yang dihantui kekhawatiran. Selepas gol itu, ”Samurai Biru” terus ditekan oleh tim asuhan Pelatih Graham Potter. Swedia mendapatkan dua peluang bagus lewat Elanga dan striker Alexander Isak, tetapi masih bisa digagalkan penjaga gawang Zion Suzuki. Jepang memilih bertahan total.
Skuad kedua tim pun terlihat lega setelah peluit panjang berbunyi. Mereka menyadari, hasil imbang itu cukup untuk membawa mereka bertahan di turnamen. Kelegaan paling terlihat di kubu Swedia, Graham Potter langsung memeluk staf pelatih tim dengan wajah semringah.
Meskipun begitu, kesenangan itu hanya sesaat. Jepang dan Swedia langsung dihadapkan pada jebakan ”neraka” lain di babak gugur. Jepang sudah dinanti tim dengan trofi Piala Dunia terbanyak yang berstatus juara Grup C, Brasil. Swedia menunggu juara Grup I yang diperebutkan dua tim unggulan, Perancis atau Norwegia.
Posisi Belanda sebagai juara grup ternyata juga tidak terlalu diuntungkan. Virgil van Dijk dan rekan-rekan harus menghadapi Maroko yang berstatus runner-up Grup C. Seperti diketahui, Maroko berhasil melaju sampai semifinal dalam turnamen edisi sebelumnya.
Maroko belum terkalahkan, termasuk mampu menahan imbang Brasil. ”Saya tidak tahu apakah kami berstatus favorit. Itu akan menjadi laga besar. Mereka adalah tim yang memiliki banyak pemain berkualitas. Kami akan menghadapi ujian sesungguhnya,” kata Pelatih Belanda Ronald Koeman.
Terlepas dari kesulitan sejak babak grup, Belanda, Jepang, dan Swedia juga mendapatkan keuntungan. Mereka bisa menguji kemampuan sebenarnya dengan persaingan grup ”neraka”. Saat tim lain masih seperti mobil yang berada di gigi satu, mereka sudah menginjak gas penuh.
Belanda menjadi yang paling diuntungkan. Setelah antiklimaks pada laga pembuka, ditahan Jepang 2-2, Koeman mengubah komposisi pemain. Mereka tidak lagi bermain tanpa striker murni. Penyerang muda Brian Brobbey dimasukkan, dan hasilnya terbukti efektif di dua laga terakhir.
”Si Oranye”, julukan Belanda, juga enggan terlalu bermain aman. Mereka tidak mau lagi kehilangan keunggulan karena tampil defensif dengan menambah bek, seperti paruh kedua versus Jepang. Mereka bermain lebih lugas, langsung mengeksekusi peluang ketika ada kesempatan.
Swedia juga belajar dalam laga terakhir grup. Potter tidak bisa lagi meninggalkan Elanga di bangku cadangan, seperti dalam dua laga awal. Saat diturunkan sejak awal laga versus Jepang, dia menjadi pemain paling berbahaya di lapangan. Elanga selalu mengancam sisi kiri pertahanan lawan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/26/fa0602ad3456ef36480063b8ba01396b-wires_photo_2026_06_26T103203.248.jpg)
Jepang membawa modal kepercayaan diri. Mereka belum terkalahkan selama babak grup, berhasil meneruskan tren positif sebelum datang ke turnamen. ”Kami mencapai sesuatu yang penting, sedikit kemasukan dan belum kalah. Momentum itu sangat penting untuk melawan Brasil,” kata Suzuki.
Lawan Swedia baru akan ditentukan dalam laga Perancis versus Norwegia pada Sabtu dini hari WIB. Pemenang dari laga itu akan otomatis bertemu Swedia. Jika imbang, Perancis yang akan menjadi juara grup. Adapun kedua tim favorit itu sedang berapi-api saat ini. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Nur Adji