PERANG ELEKTRONIKA

Benarkah AS Memakai ”Discombobulator” Kala Menyerang Venezuela?

Entah ”discombobulator” ada atau tidak dalam serangan ke Venezuela, Trump kerap menciptakan kebingungan.

25 Jan 2026 15:00 WIB · Internasional

AFP

Oleh Kris Mada

Serangan Amerika Serikat ke Venezuela masih terus dipenuhi teka-teki. Salah satu yang terbaru diungkap Presiden AS Donald Trump. Ia menyebut sesuatu yang disebut sebagai discombobulator.

Trump mengungkap itu dalam wawancara yang disiarkan The New York Post pada Sabtu (24/1/2026). ”Saya tak diizinkan membahasnya,” kata Trump.

Gambaran fungsi senjata itu mirip dengan benda yang dipatenkan oleh Elwood Norris dan Seth Putterman. Paten yang didaftarkan pada 31 Oktober 2023 itu intinya tentang sistem dan metode untuk mengacau kesehatan manusia, khususnya pada otak, dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik.

Senjata itu, menurut Trump, membuat perangkat perang Venezuela tak berfungsi kala pasukan AS menyerbu Caracas pada 3 Januari 2026. Serbuan itu berujung pada penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores. ”Kami datang, mereka menekan tombol dan tak ada yang bekerja,” kata Trump.

Dalam serangan itu, praktis tak ada pembalasan dari Venezuela. Padahal, Venezuela punya banyak persenjataan impor. Caracas antara lain membeli radar dari China, JY-27A versi awal. Pembuat radar, China Electronics Technology Group, mengklaim JY-27A bisa mendeteksi pesawat siluman hingga 400 kilometer.

Faktanya, aneka pesawat dan helikopter AS bisa masuk ke langit Caracas tanpa perlawanan. Departemen Perang AS mengklaim 150 pesawat tempur, pesawat nirawak, pesawat pengacak sinyal, dan aneka pesawat lain dikerahkan dalam serbuan itu.

Padahal, selain radar China, Venezuela punya berbagai pertahanan udara buatan Rusia. Moskwa mengirimkan S-300, Pantsir S-1, dan roket anti-pesawat nirawak serta helikopter ke Caracas.

A firefighters passes by a burnt military vehicle at La Carlota air base in Caracas on January 3, 2026, after US forces captured Venezuelan leader Nicolas Maduro after launching a "large scale strike" on the South American country. (Photo by Federico PARRA / AFP)

Momentum memalukan

Peneliti senior pada Hudson Institute di Washington DC, Michael Sobolik, menyebut serangan Caracas jadi momentum memalukan bagi industri pertahanan China. Serangan itu menunjukkan senjata China tak berguna.

Sementara Mayor Jenderal (Purn) Yu Tsung-chi menyebut persenjataan China seperti macan kertas. Mantan dekan di Universitas Pertahanan Nasional Taiwan itu mengatakan, persenjataan China cuma bagus saat pameran atau simulasi. Saat pertempuran asli, persenjataan itu lumpuh.

Kini, dengan pernyataan Trump, ada teka-teki baru soal persenjataan dalam serbuan Venezuela. Apakah senjata China-Rusia yang tak berfungsi atau AS punya teknologi lebih maju?

infografik
AFP
”Operation Absolute Resolve” Amerika Serikat di Venezuela: Bagaimana Serangan itu Terjadi?

Media AS, Newsweek, mengulas ulang pernyataan sejumlah pihak yang mengaku jadi bagian pasukan di Caracas kala serbuan berlangsung. Pihak yang tak diungkap identitasnya itu menyatakan, mendadak seluruh radar di Caracas tak berfungsi.

”Lalu, kami melihat pesawat nirawak, banyak sekali pesawat nirawak, terbang di atas kami. Kami tidak tahu bagaimana bereaksi,” lanjut orang yang disebut sebagai bagian dari garnisun Caracas itu.

Orang itu mengaku merasakan satu serangan yang sulit dijelaskan. ”Seperti gelombang suara yang sangat cepat. Lalu saya merasa kepala serasa mau pecah. Kami mulai berdarah di hidung. Beberapa muntah darah. Kami tersungkur ke tanah, tak bisa bergerak. Kami tak bisa bergerak setelah senjata suara atau apa pun itu,” kata orang tersebut.

Selepas serangan itu, Departemen Perang AS mengumumkan indikasi peralatan perang elektronika. Walakin, tak dijelaskan bagaimana persisnya peralatan itu digunakan atau apa teknologinya.

Perang elektronika memang menjadi bagian dari perang modern. Dalam serbuan Caracas, AS antara lain mengerahkan Boeing EA-18G Growler. Pesawat itu antara lain dilengkapi pengacak sinyal generasi lanjut (NGJ) buatan Raytheon. NGJ dirancang khusus untuk melumpuhkan radar lawan.

NGJ tidak dirancang untuk kelumpuhan total seperti diklaim garnisun Venezuela dan Trump. Kini, tanpa menjelaskan lebih lanjut, Trump malah menyebut discombobulator. Dalam bahasa Inggris, discombobulate berarti membingungkan, membuat seseorang disorientasi, gelisah, atau tidak nyaman.

Dengan demikian, discombobulator berarti sesuatu yang menciptakan kebingungan, kegelisahan, atau ketidaknyataman. Entah discombobulator ada atau tidak, Trump kerap menciptakan kebingungan. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kris Mada
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan