Banjir berulang kali terjadi, tetapi ini yang terparah. Pemerintah meminta warga waspada potensi banjir susulan akibat cuaca ekstrem tiga hari ke depan.
03 Mar 2025 17:26 WIB · Metro
BOGOR, KOMPAS — Bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang dipicu curah hujan tinggi sejak pagi, Senin (3/3/2025). Ratusan rumah terendam akibat bencana tersebut. Beberapa desa di wilayah Cisarua, Bogor khususnya Desa Tugu Selatan menjadi yang terdampak paling parah. Masyarakat menyebut bencana ini terus berulang selama mereka tinggal di sana.
Dari pantauan di Kampung Pensiunan, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, sejumlah warga sibuk membersihkan rumahnya dari sisa banjir bercampur lumpur tebal semalam. Tidak ada korban jiwa pascabencana di tempat ini. Sejak Senin pagi hingga siang pukul 14.00 WIB di lokasi, hujan masih turun dengan intensitas ringan hingga sedang.
Warga RT 001 RW 001 Desa Tugu Selatan, Atik Nurhayati (48), menjelaskan, banjir terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, saat warga sedang menunaikan ibadah shalat Tarawih Minggu (2/3). Ketika ia pulang, rumahnya yang tepat berada di sisi kanan Kali Ciliwung sudah terendam banjir dan lumpur dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter.
Banjir baru surut sekitar tiga jam setelahnya seiring intensitas hujan menurun. Jejak lumpur kental masih terlihat di lantai rumahnya. Akibat banjir ini, dua sepeda motornya dan beberapa perangkat elektronik rumahnya rusak.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/03/344ba269d8e8b9c0e8b7bed00a25409b-Puncak_XX.jpg)
Ia mengaku menjadi yang kedua kalinya bencana banjir terjadi, terakhir terjadi sekitar tahun 2017-2018. Namun, Atik menambahkan, kejadian kali ini menjadi yang terparah. Di lokasi tampak sejumlah rumah dindingnya jebol diterjang banjir dari hulu. Jembatan yang menghubungkan desa dengan Jalan Raya Puncak juga hancur.
”Sekarang banjirnya lebih parah daripada yang sebelumnya. Sekarang mengungsi di rumah adik, masih di wilayah Cisarua,” ujarnya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin.
Hal yang sama juga dialami warga di lokasi yang sama, Arina (41). Salah satu lantai kamarnya terangkat karena dorongan air dari aliran kali yang melintas di bawah rumahnya. Akibatnya, air masuk memenuhi rumah lewat retakan di kamar tersebut. Ia kini mengungsi di rumah saudarinya yang masih berlokasi di daerah Tugu Selatan.
Desa ini berjarak hanya sekitar 5-10 menit dari beberapa lokasi wisata di Puncak, seperti Taman Safari ataupun Perkebunan Teh Gunung Mas.
Sekarang banjirnya lebih parah daripada yang sebelumnya.
Setelah 13 tahun tinggal di daerah ini, kejadian banjir ini sudah beberapa kali terjadi. Akan tetapi, ini yang terparah. ”Alhamdulillah, tidak ada korban, di kejadian sebelumnya tembok rumah yang roboh terbawa arus kali, sekarang airnya datang dari bawah,” ujar Arina.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/03/f30c948a14679ffd5d74a4f3f993450c-Puncakx.jpg)
Dalam kesempatan terpisah, Sekretaris Desa Tugu Selatan Yadi Mulyadi menjelaskan, tidak hanya di Kampung Pensiunan, banjir juga menerjang daerah lain seperti Kampung Naringgul, Kampung Lodaya, Kampung Bina Taruna, dan sejumlah kampung lainnya. Namun, yang paling parah di Kampung Pensiunan.
Berdasarkan data yang pihak desa kumpulkan per Senin, pukul 14.00 WIB, total keseluruhan warga Desa Tugu Selatan yang terdampak ada sebanyak 767 warga. Angka ini terdiri dari 271 keluarga. Khusus Kampung Pensiunan, warga yang terdampak ada sebanyak 204 keluarga, yang terdiri dari 423 warga.
Posko tanggap darurat dan bantuan sudah dibangun di depan Kampung Pensiunan. ”Pihak desa mengimbau masyarakat waspada bila sudah mulai hujan deras,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor (BPBD), hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang terjadi sejak Minggu membuat banjir dan longsor melanda sebanyak 16 kecamatan. Mayoritas berada di sekitar atau menuju kawasan wisata Puncak.
Adapun titik lokasi bencana tanah longsor tersebar di Kecamatan Cijeruk, Sukaraja, Megamendung, Sukamakmur, dan Ciawi. Lalu adapula di Kecamatan Sukajaya, Leuwisadang, dan Babakan Madang.
Lalu titik banjir terdapat di Kecamatan Parungpanjang, Cisarua, Bojong Gede, Cigudeg, Tenjo, Dramaga, Rumpin. Selanjutnya ada angin kencang di Kecamatan Jasinga. Adapun korban hilang akibat hanyut dibawa arus Asep Mulyana (59) di Desa Citeko, Cisarua.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menjelaskan, akibat bencana tersebut ratusan rumah terendam. Di Tugu Selatan, ada 119 rumah terendam dan di Bojong Gede ada 137 rumah terdampak. Sementara itu, di Desa Rawa Panjang Kecamatan Rumpin ada satu rumah dan satu pesantren yang terendam.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/03/043f9e786c844d72812981ebdce18843-BPBDx.jpg)
BNPB mengimbau warga Bogor untuk waspada terhadap potensi banjir susulan dan cuaca ekstrem yang diprediksi masih terjadi hingga tiga hari ke depan.
”Warga di daerah rawan diminta segera mengungsi jika debit air meningkat serta menyiapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting, obat-obatan, dan kebutuhan darurat lainnya,” kata Aam.
Penulis:
Raynard Kristian Bonanio PardedeEditor:
Siwi Yunita CahyaningrumPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase