Pemerintah pusat meminta setiap daerah rawan bencana hidrometeorologi untuk meningkatkan kewaspadaan. Bantuan anggaran hingga perlengkapan diberikan.
29 Nov 2024 18:00 WIB · Lingkungan
BANDUNG, KOMPAS – Banjir dan longsor di Sumatera Utara menjadi pengingat kewaspadaan daerah lain di Indonesia. Jika tidak siap, bencana bisa saja dengan mudah memakan korban jiwa.
Dalam beberapa hari terakhir, Sumut dilanda banjir dan longsor yang memicu korban jiwa. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, 20 orang tewas akibat bencana di Sumut.
Korban terbanyak ada di Kabupaten Karo dengan 10 orang. Selanjutnya, di Deli Serdang (4), Padang Lawas (4), dan Tapanuli Selatan (2). Sementara itu, dua warga Deli Serdang juga masih dalam pencarian.
”Pengalaman di Sumut menjadi cermin (peringatan) daerah lain. Jawa Barat juga punya potensi bencana hidrometeorologi yang tinggi,” ujar Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto seusai rapat koordinasi Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi jelang libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, di Kota Bandung, Jabar, Jumat (29/11/2024).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/09/19/e0cad187-a3e3-4b38-a972-f8bc1fd96af3.jpg)
Dalam rapat tersebut, Suharyanto juga menekankan komitmen pemerintah pusat dalam membantu kesiapsiagaan daerah. Alokasi anggaran disiapkan, baik untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) level provinsi maupun kabupaten dan kota.
”Alokasi anggaran itu Rp 250 juta untuk provinsi dan Rp 200 juta untuk kabupaten dan kota. Kalau dihitung itu semua Rp 55 miliar untuk Jabar. Ada juga paket yang berisi 21 perlengkapan, seperti perahu karet, bahan pokok, matras, selimut, dan lainnya,” papar Suharyanto.
Menurut dia, dana dan perlengkapan ini diharapkan bisa mempercepat gerak BPBD jika terjadi bencana. ”Tentu saja tidak cukup itu saja. Nanti bantuan (lainnya) disesuaikan dengan hasil kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/27/ee5fd5f95f1959b76dcd1b9fb71ad825-IMG_20241127_192532.jpg)
Bantuan serupa bakal diberikan kepada daerah lain. Suharyanto berujar, setiap daerah perlu memetakan potensi bencana dan mendata kebutuhan untuk kesiapsiagaan.
”Daerah diberikan bantuan awal untuk persiapan. Bantuan ini untuk tahun 2024, apalagi sekarang kita menghadapi musim hujan yang ekstrem,” katanya.
Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin mengapresiasi perhatian dan bantuan pusat. Dia menyebutkan, sejumlah daerah di Jabar sudah mulai terdampak bencana hidrometeorologi.
Salah satu daerah yang disorot Bey adalah banjir di Kabupaten Bandung pada akhir November 2024. Dari data BNPB, sebanyak 1.169 rumah di 21 desa terendam banjir dengan ketinggian air hingga 2 meter.
Salah satu pemicunya, cuaca ekstrem yang melanda Bandung Raya dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, dalam pantauan BNPB bersama Komisi VIII DPR di lokasi bencana, Selasa (26/11/2024), sejumlah daerah masih terendam air dengan ketinggian hingga 30 sentimeter.
”Kabupaten Bandung ini terdampak banjir tahunan. Jadi, penyelamatan warga dan pengungsian ini yang perlu diperhatikan betul. Daerah lain, seperti Sukabumi, Bogor, dan Cianjur, yang rawan bencana juga perlu meningkatkan kewaspadaan,” kata Bey.
Penulis:
Machradin Wahyudi RitongaEditor:
Cornelius Helmy Herlambang