Bentrokan Mewarnai Perayaan Kemenangan PSG

Dua tewas dan lebih dari 600 suporter ditangkap setelah terlibat bentrok dengan polisi.

02 Jun 2025 05:05 WIB · Foto Cerita

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Kemenangan 5-0 Paris Saint-Germain (PSG) atas Inter Milan di final Liga Champions dirayakan serentak, tak lama setelah pertandingan berakhir. Menara Eiffel bersinar dengan warna tim biru dan merah, serta puluhan ribu penggemar berpesta sepanjang malam dalam perayaan yang meriah. 

Mereka merayakan keberhasilan PSG meraih trofi Liga Champions pertama mereka sepanjang sejarah klub dalam pertandingan final yang digelar di Allianz Arena, Muenchen, Minggu (1/6/2025) waktu setempat, sekaligus merayakan penebusan PSG yang lima tahun sebelumnya gagal meraih gelar setelah kalah 0-1 dari Bayern Muenchen pada final Liga Champions 2019-2020.

Pemain PSG mengangkat trofi setelah memenangkan pertandingan final sepak bola Liga Champions di Allianz Arena di Munich, Jerman, Sabtu, 31 Mei 2025.

Gol pembuka yang dicetak oleh Achraf Hakimi pada menit ke-12 benar-benar mengubah arah permainan bagi PSG yang didominasi pemain muda. Desire Doue menggandakan keunggulan pada menit ke-20 setelah menerima umpan dari Ousmane Dembele. PSG mengakhiri babak pertama dengan keunggulan 2-0.

Memasuki babak kedua, Doue mencetak gol keduanya pada menit ke-63. Sementara pada menit ke-73, Khvicha Kvaratskhelia memperlebar keunggulan PSG menjadi 4-0. Gol penutup dicetak Senny Mayulu pada menit ke-82. PSG menang 5-0.

Peluit yang ditiup wasit asal Romania, Istvan Kovacs, sebagai tanda akhir pertandingan seakan dibaca para penggemar sebagai peluit awal perayaan. Lebih dari 100.000 orang turun ke jalan dalam parade kemenangan di jalan-jalan utama Paris.

Para pendukung Paris Saint-Germain (PSG) berhenti di Peripherique antara Porte Maillot dan Porte Champerret di Paris, 1 Juni 2025, seusai kemenangan 5-0 atas Inter Milan.
Seorang pendukung Paris Saint-Germain (PSG) menyalakan suar saat berhenti di Peripherique antara Porte Maillot dan Porte Champerret di Paris awal 1 Juni 2025,
Seorang pendukung Paris Saint-Germain memegang bendera PSG di depan Menara Eiffel bertuliskan "Juara" di Paris pada 31 Mei 2025, selama perayaan setelah kemenangan 5-0 mereka dalam pertandingan sepak bola final Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Inter Milan.
Suasana kegembiraan suporter PSG di Place Trocadero di depan Menara Eiffel di Paris pada 31 Mei 2025, setelah kemenangan 5-0 mereka atas Inter Milan.
Pendukung Paris Saint-Germain (PSG) berkumpul memegang suar di jalan di Paris awal 1 Juni 2025, usai timnya berhasil menjuarai Liga Champions.

Mereka memadati jalan-jalan ibu kota, menyalakan suar dan kembang api seakan melepas beban yang puluhan tahun terpendam. Sayangnya, kegembiraan yang berlebihan ini mengakibatkan bentrokan antarsuporter dan polisi di banyak bagian kota.

Kantor berita AFP melaporkan, dua suporter tewas dan ratusan lain terluka dalam peristiwa ini. Polisi menangkap sekitar 600 warga pembuat onar di seluruh Perancis. Lebih dari 200 mobil dibakar dalam kerusuhan ini. Reporter AP melihat gas air mata digunakan di dekat stadion dan meriam air digunakan di dekat Arc de Triomphe untuk membubarkan kerumunan yang riuh.

Dalam sebuah pesan di media sosial X, Presiden Perancis Emmanuel Macron memuji ”hari kejayaan bagi PSG”. ”Bravo, kita semua bangga,” tulisnya. ”Paris adalah ibu kota Eropa malam ini.” Selisih kemenangan 5-0 ini merupakan yang terbesar dalam sejarah final Liga Champions atau Piala Eropa sebelumnya.

Pendukung Paris Saint-Germain menyalakan kembang api setelah PSG memenangkan pertandingan sepak bola final Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Inter Milan di Paris 31 Mei 2025.

Tim tersebut akan kembali ke parade kemenangan besar di Champs-Elysees pada Minggu sore. Massa dengan jumlah yang lebih banyak diperkirakan akan berada di sepanjang jalan ikonik yang dipenuhi pepohonan untuk melihat para pemain yang menang.

Kemudian, tim tersebut akan bergabung dengan para penggemar yang memadati stadion kandang PSG, Parc des Princes, di tepi barat kota untuk sebuah konser dan pertunjukan cahaya serta penyerahan resmi trofi Liga Champions.

Sebagian besar wilayah pusat kota Paris ditutup untuk lalu lintas pada hari yang luar biasa itu. Langkah-langkah keamanan juga berdampak pada turnamen tenis Perancis Terbuka yang berlangsung di dekatnya.

Penggemar PSG merayakan keberhasilan Desire Doue mencetak gol kedua timnya dalam final Liga Champions antara Paris Saint-Germain dan Inter Milan di Allianz Arena, Muenchen, Jerman, Sabtu, 31 Mei 2025.
Penggemar merayakan kemenangan PSG di jalan Champs-Elysees, dengan Arc de Triomphe di latar belakang, setelah pertandingan final Liga Champions antara Paris Saint-Germain dan Inter Milan, Minggu, 1 Juni 2025, di Paris.
Penggemar bergembira saat PSG berlaga di pertandingan final Liga Champions melawan Inter Milan di Allianz Arena, Muenchen, Jerman, Sabtu, 31 Mei 2025.
Orang-orang merayakan kemenangan PSG di Menara Eiffel, Paris, setelah pertandingan final Liga Champions antara Paris Saint-Germain dan Inter Milan, Sabtu, 31 Mei 2025.
Pendukung Paris Saint-Germain (PSG) menyalakan suar saat berkumpul di Place Trocadero di depan Menara Eiffel, Paris, pada 31 Mei 2025, saat perayaan kemenangan 5-0 mereka dalam pertandingan final Liga Champions Eropa.
Asap dan suar berkobar di depan Menara Eiffel, Paris, yang diterangi dengan warna tim PSG pada 31 Mei 2025 saat perayaan kemenangan 5-0 mereka atas Inter Milan.

Ribuan polisi dikerahkan untuk menjaga ketertiban dan akan menggunakan taktik yang sama seperti yang mereka lakukan pada Sabtu malam, kata kepala polisi Paris, Laurent Nunez, kepada wartawan.

Puluhan ribu pendukung PSG kembali bersiap menyambut pahlawan mereka.


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Yuniadhi Agung
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar