Berkaca pada Bencana di Sumatera, Prabowo Ingatkan Urgensi Menjaga Alam

Pemerintah terus memonitor bencana alam di Sumatera bagian utara sekaligus mengirimkan bantuan. Status bencana akan ditetapkan berdasarkan hasil monitoring.

28 Nov 2025 23:40 WIB · Politik & Hukum

KOMPAS/STEPHANUS ARANDITIO

Oleh Nina Susilo

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah terus memonitor bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, utamanya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Status keadaan darurat bencana akan ditentukan dari hasil monitoring. Bantuan pun dipastikan akan terus dikirimkan untuk membantu korban bencana.

”Kita terus monitor. Kita kirim bantuan terus, nanti kita menilai kondisinya,” tutur Presiden Prabowo Subianto kepada wartawan seusai menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Jakarta, Jumat (28/11/2025) petang.

Bantuan salah satunya dikirimkan pada Jumat pagi menggunakan tiga Hercules TNI AU dan satu pesawat A400 dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Bantuan di antaranya tenda, makanan siap saji hingga genset. Keempat pesawat ini terbang menuju Aceh, Sumut, dan Sumbar atau tiga provinsi yang terdampak terberat akibat bencana alam.

Terjadinya bencana di kawasan Sumatera bagian utara itu ikut diangkat Prabowo dalam pidatonya saat acara puncak peringatan Hari Guru Nasional 2025 dan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Jumat. Presiden mengajak semua berdoa dan meminta pertolongan Yang Maha Kuasa untuk meringankan penderitaan para korban bencana.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025 di Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (28/11/2025) malam. Dalam pertemuan ini Presiden Prabowo mengucapkan terimakasih atas pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya melalui kebijakan-kebijakan Bank Indonesia. Presiden menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tersebut juga harus tetap direalisasikan dan dirasakan dampaknya oleh masyarakat. 

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
28-11-2025

Bencana ini, menurut Presiden, harus mengingatkan semua untuk menjaga lingkungan.

”Bahwa masalah lingkungan adalah sangat sangat penting dalam kondisi perubahan iklim yang kita alami di Bumi kita sekarang,” tutur Presiden Prabowo di Pertemuan Tahunan BI, Jumat petang.

Saat bertemu para guru di puncak peringatan Hari Guru Nasional 2025, Prabowo juga berharap guru-guru memasukkan pemahaman untuk menjaga alam dalam silabus pelajaran.

”Saya yakin (pembelajaran tentang menjaga alam) sudah mulai tetapi perlu kita tambah di silabus mata pelajaran, kesadaran akan sangat pentingnya kita menjaga lingkungan alam kita, menjaga hutan-hutan kita, benar-benar mencegah pembabatan pohon, perusakan hutan, benar-benar harus kita jaga sungai supaya bersih. Tiap rumah harus ikut berperan,” tuturnya.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan pada acara Puncak Peringatan Hari Guru Nasional di Indonesia Arena, Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Bencana di Sumut, Sumbar, dan Aceh, menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Suharyanto, mengakibatkan 174 orang meninggal. Selain itu, masih ada 79 orang hilang dan 12 lainnya luka-luka.

Korban terbanyak ada di Sumut dengan 116 korban meninggal dan 42 orang hilang. Korban jiwa tersebar di beberapa kabupaten, di antaranya Tapanuli Utara sebanyak 11 orang, Tapanuli Tengah 51 orang, Tapanuli Selatan 32 orang, Kota Sibolga 17 orang, Humbang Hasundutan 6 orang, Kota Padang Sidimpuan 1 orang, dan Pakpak Barat 2 orang.

Menurut Suharyanto, data masih berkembang karena masih ada wilayah yang belum bisa ditembus. ”Yang diindikasikan di lokasi longsor itu mungkin juga ada korban jiwa,” katanya di Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumut.

BNPB pun mencatat terputusnya infrastruktur akibat bencana mempersulit akses transportasi. Di Tapanuli Selatan, jalur nasional Sidimpuan-Sibolga terputus di satu titik, Sipirok-Medan terputus di dua titik. Di Mandailing Natal, beberapa ruas jalan seperti Singkuang-Tabuyung dan Bulu Soma-Sopotinjak terputus akibat banjir dan longsor. Upaya pembukaan akses dilakukan dengan mengerahkan alat berat.

Setelah berhasil membuka akses jalan ke desa terisolasi, petugas gabungan melakukan operasi pencarian dan pertolongan di lokasi banjir bandang dan longsor di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten. Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (28/11/2025). Desa itu sudah empat hari terisolasi karena jalan putus. Hingga Jumat, sejumlah desa di Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Selatan belum bisa diakses.

Penyaluran logistik seperti bantuan beras, makanan siap saji, tenda, terpal, serta family kit, telah dilakukan terutama di Tapanuli Tengah dan Mandailing Natal. Pemerintah pusat juga mengerahkan personel BNPB, TNI/Polri, serta dukungan lintas kementerian/lembaga.

Bantuan Presiden berupa alat komunikasi, genset, LCR, kompresor, tenda, dan kebutuhan konsumsi telah disalurkan. Alutsista seperti pesawat Caravan, helikopter Airbus EC 155 untuk distribusi logistik-peralatan, dan alat berat digunakan untuk mempercepat pembukaan akses desa terdampak.

Bencana ini turut mengganggu sistem jaringan telekomunikasi sehingga memicu keterlambatan pendataan, distribusi hingga perkembangan informasi di lapangan. BNPB mendatangkan solusi berupa penyediaan alat penyedia jaringan internet starlink yang sementara ditempatkan di lokasi pengungsian maupun di posko penanganan darurat.

“Starlink sudah didistribusikan ke pemerintah daerah, baik di titik pengungsian maupun di posko penanganan darurat,” tambah Suharyanto.

Kondisi banjir di Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, Jumat (28/11/2025).

Sementara di Provinsi Aceh, BNPB mencatat terdapat 35 korban meninggal, 25 orang hilang, dan 8 luka-luka. Korban terbanyak berasal dari Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah. Hingga saat ini, pendataan masih berlangsung di sejumlah wilayah seperti Aceh Timur, Aceh Singkil, dan Aceh Utara.

Pengungsian tersebar luas di 20 kabupaten/kota, termasuk 96 titik di Kota Lhokseumawe. “Per sore ini yang mengungsi ada 4.846 KK,” kata Suharyanto.

Akses transportasi di beberapa wilayah Aceh juga mengalami kerusakan signifikan. Jalur nasional perbatasan Sumut–Aceh terputus akibat longsor. Kerusakan jembatan di Meureudu menyebabkan terhentinya konektivitas Banda Aceh–Lhokseumawe–Aceh Timur–Langsa–Aceh Tamiang.

Sejumlah kabupaten seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah saat ini tidak dapat diakses melalui jalur darat karena kerusakan total pada jalan nasional maupun jembatan. Jalur udara menjadi alternatif utama dengan pemanfaatan Bandara Perintis Gayo Lues dan Bandara Rembele Bener Meriah.

Kondisi jembatan kembar jalan nasional Padang-Bukittinggi sehari usai dilanda banjir bandang di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Jumat (28/11/2025) malam. Sedikitnya enam orang tewas dalam bencana yang terjadi pada Kamis (27/11/2025 sore ini dan sejumlah warga lainnya dilaporkan hilang.

Untuk komunikasi darurat, perangkat Starlink juga sudab dipasang di Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah. Beberapa wilayah lain juga akan mendapat fasilitas serupa.

Adapun di Sumbar, tercatat 23 korban meninggal, 12 orang hilang, dan 4 luka-luka yang tersebar di beberapa wilayah seperti Padang Panjang, Tanah Datar, Agam, Kota Padang, serta Pasaman Barat. Puluhan titik pengungsian di Sumbar menampung sekitar 3.900 KK.

Kerusakan juga terjadi pada sarana transportasi, termasuk lima jembatan rusak di Padang Pariaman. Longsor terjadi pada jalur nasional Bukittinggi–Padang di wilayah Padang Panjang serta jalur provinsi di Kabupaten Agam. Sekitar 200 kendaraan sempat terjebak akibat terputusnya jalan di Kecamatan Ampek Koto.

“Jalur nasional dari Bukittinggi menuju Padang ini ada satu titik longsor di Kota Padang Panjang,” tambah Suharyanto.

Bantuan untuk tiga provinsi yang terkena bencana - Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dikirimkan dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (28/11/2025).

BNPB bersama pemerintah daerah telah menyalurkan logistik darurat di Tanah Datar dan Kota Bukittinggi berupa paket sembako, hygiene kit, kasur lipat, makanan siap saji, dan perlengkapan kebersihan. Bantuan Presiden juga telah tiba berupa alat komunikasi, genset, tenda, LCR, dan bahan makanan siap konsumsi untuk mendukung percepatan penanganan darurat.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nina Susilo
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan