Berkekuatan Setara 334 Bom Atom, Gempa Myanmar Tewaskan Ribuan Orang

Sudah 1.664 orang dipastikan tewas di Myanmar akibat gempa. Sementara korban cedera tercatat 3.048 orang. Banyak kuil dan masjid ambruk di Myanmar.

29 Mar 2025 15:25 WIB · Internasional

Oleh Kris Mada

YANGON, SABTU — Jumlah korban tewas di Myanmar akibat gempa telah melebihi 1.000 orang. Gempa begitu kuat, melebihi dampak ledakan ratusan bom atom. Para sekutu dan tetangga Myanmar telah mengirim bantuan.

Dalam pernyataan pada Sabtu (29/3/2025) malam, junta menyebut 1.664 orang dipastikan tewas akibat gempa. Sementara korban cedera tercatat 3.048 orang. Karena pendataan masih berlangsung dan banyak orang belum diketahui nasibnya, dikhawatirkan jumlah korban terus bertambah.

Bukan cuma di Myanmar, korban tewas juga tercatat di Thailand. Guncangan gempa yang berpusat di Sagaing, Myanmar itu terasa sampai Bangkok, Thailand. Pusat gempa berjarak 1.000 kilometer dari Bangkok. ”Jumlah korban cedera dan terjebak mungkin lebih tinggi,” kata salah seorang penyelamat di Bangkok, Pakkapol Metheepakdi, kepada BBC.

Ia sedang berada di lokasi proyek gedung Badan Audit Negara Thailand, sejenis BPK RI. Gedung setinggi 33 orang itu runtuh kala gempa pada Jumat siang. ”Semalam, kabarnya 98 orang hilang (di lokasi proyek). Sekarang, kami tidak tahu berapa pastinya yang terperangkap,” ujarnya.

Gubernur Bangkok, Chadchart Sittipunt, menyebut bahwa sejauh ini ada 15 orang terlacak berada di bawah puing gedung. Upaya penyelamatan terus dilakukan. ”Tidak ada penundaan, tidak ada berhenti. Setiap detik penting untuk menyelamatkan nyawa,” katanya.

Seorang warga Bangkok, Junpen Kaewnoi, mengaku ibu dan adiknya bekerja di proyek itu. ”Saya terus menelepon. Tidak berhasil. Saya hanya mendengar suara tut-tut-tut tanpa henti,” katanya kepada CNN.

Badan Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut besarnya daya gempa memicu kekhawatiran korban tewas mencapai ribuan orang. Mayoritas dikhawatirkan tewas karena tidak kunjung diselamatkan dari bawah puing reruntuhan bangunan.

Tim penyelamat lazimnya menetapkan batas 72 jam dalam situasi orang tertimbun puing atau longsoran. Lebih dari itu, diragukan korban bisa selamat. Korban bisa meninggal karena kehabisan darah akibat cedera. Bisa juga karena dehidrasi dan kelaparan.

Sejumlah penyelamat di Myanmar khawatir, butuh lebih dari 72 jam untuk mengeruk puing selepas gempa. Tim kekurangan peralatan dan tenaga.

Motorists drive over a damaged road on the outskirts of Mandalay on March 29, 2025, a day after an earthquake struck central Myanmar. Rescuers dug through the rubble of collapsed buildings on March 29 in a desperate search for survivors after a huge earthquake hit Myanmar and Thailand, killing more than 1000 people. (Photo by Sai Aung MAIN / AFP)

Bandara Mandalay yang rusak kini dijadikan lokasi rumah sakit darurat. Tenda-tenda didirikan di landas pacu yang tidak bisa digunakan. Aspal dan beton landas pacu pecah dan sebagian amblas akibat gempa.

Bukan cuma bandara, berbagai bangunan di Mandalay juga rusak berat. Banyak kuil dan masjid di kota tua itu ambruk selepas gempa.

Ratusan bom

Geolog AS, Jess Phoenix, menyebut daya gempa Sagaing setara ledakan 334 bom atom. Dengan daya sebesar itu, wajar apabila guncangannya terasa sampai 1.000 kilometer di Bangkok.

Ia mengingatkan, gempa susulan dengan skala kekuatan beragam bisa terus terjadi sampai beberapa waktu mendatang. Sebab, tabrakan Lempeng India dan Lempeng Eurasia terus terjadi. Benturan kedua lempeng itu menjadi penyebab gempa Sagaing.

TOPSHOT - A damaged pagoda is pictured in Mandalay on March 29, 2025, a day after an earthquake struck central Myanmar. Rescuers dug through the rubble of collapsed buildings on March 29 in a desperate search for survivors after a huge earthquake hit Myanmar and Thailand, killing more than 150 people. (Photo by Sai Aung MAIN / AFP)

Sementara itu, para sekutu dan tetangga Myanmar telah mengirimkan bantuan. Tim penyelamat dari China menjadi yang pertama datang pada Sabtu pagi. Beijing menjanjikan bantuan kemanusiaan senilai 13 juta dollar AS kepada Naypyidaw.

Presiden China Xi Jinping telah menelepon pimpinan junta Myanmar, Min Aung Hlaing. Xi menyampaikan dukacita bangsa China untuk Myanmar.

Tak lama setelah China, rombongan petugas tanggap darurat Rusia datang. Moskwa mengirimkan dokter bius, psikolog, dan tentu saja tim penyelamat.

India juga telah mengirim tim penyelamat dan paket bantuan kemanusiaan. Sebanyak 5 ton bantuan diangkut dengan pesawat C-130 dari India ke Myanmar.

Negara-negara lain telah menjanjikan bantuan. Singapura dan Malaysia menyatakan, tim penyelamat segera bergerak ke Myanmar.

ASEAN juga menyatakan siap membantu Myanmar. Pengerahan tenaga akan dilakukan melalui Tim Tanggap Darurat ASEAN. Selain itu, akan dimanfaatkan pula mekanisme logistik bencana, DELSA.

(AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kris Mada
 | 

Editor:

Nur Hidayati