Bernardo Tavares, Maestro Portugal Pelestari ”Siri na Pacce” di PSM Makassar

Bernardo Tavares adalah anomali sepak bola Indonesia. Masalah gaji terulang tak lantas menggoyahkan kesetiaannya. Ia justru meninggalkan warisan untuk PSM Makassar.

22 Sep 2025 13:59 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Falsafah siri’ na pacce yang secara turun-temurun dipegang skuad PSM Makassar telah merasuk ke dalam Bernardo Tavares. Bak nakhoda pinisi, Tavares tak pernah membiarkan ”Juku Eja” karam selama dipimpinnya meskipun tak pernah lepas dari empasan ombak masalah setiap musim kompetisi.

BRI Liga Super 2025-2026 baru memasuki pekan keenam, tetapi kondisi PSM seperti orang yang tidak prima. Dimulai dari keterlambatan penyelesaian kasus sanksi transfer FIFA, polemik masalah keterlambatan gaji lalu mulai menyeruak.

Sebelum menghadapi Persija Jakarta, Tavares mengungkapkan stafnya ada yang belum menerima pembayaran haknya selama hampir lima bulan.

”Sejak musim pertama selalu ada kesulitan, seperti gaji telat, bonus tertunda, dan uang muka juga tertunda,” kata Tavares pada konferensi pers menjelang laga kontra Persija, Sabtu (20/9/2029).

Ia menyebut kasus seperti itu seharusnya tidak terjadi di ranah sepak bola profesional. Meskipun berusaha memberikan komitmen terbaik, pembayaran hak yang tidak tepat waktu itu mengusik pikiran dirinya, staf pelatih, ataupun pemain.

”Ketika ada staf saya yang pekan lalu tidak bisa makan malam karena tidak memiliki uang, lalu ada yang nyaris lima bulan gajinya tertunda. Ini situasi pelik karena saya dan beberapa anggota tim jauh dari keluarga,” ujar juru taktik asal Portugal itu.

Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares memberikan instruksi dari sisi lapangan pada laga BRI Liga 1 2022-2023 di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Rabu (1/3/2023). PSM mengemas kemenangan ketujuh beruntun.

Namun, Tavares dan skuadnya membuktikan cinta yang besar bagi lambang pinisi di dada. Mereka memetik kemenangan pertama pada BRI Liga Super 2025-2026 dengan menumbangkan rival abadinya, Persija Jakarta, 2-0, di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Minggu (21/9/2025) malam.

Gol dari dua pemain asing terbaru mereka, Savio Roberto (menit ke-56) dan Abu Kamara (89'), membuat PSM mencatatkan kemenangan pertama atas Persija di Parepare.

Adapun kali terakhir PSM bisa menerkam ”Macan Kemayoran” terjadi pada Liga 1 edisi 2017. Kala itu, Juku Eja masih berkandang di Stadion Mattoanging, Makassar, Sulsel. Kini, bangunan stadion yang dibangun untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) edisi 1957 itu sudah rata dengan tanah.

Hasil positif perdana di musim ini tentu melecut spirit Yuran Fernandes dan kawan-kawan untuk perlahan membenahi peringkat. Sementara PSM duduk di peringkat ke-14 dengan koleksi enam poin. Mereka hanya berjarak dua posisi dari zona degradasi.

Quote

Tavares seperti memegang teguh falsafah masyarakat Bugis dan Makassar, siri’ na pacce.

PSM memang bukan calon kuat juara Indonesia musim ini, tetapi Tavares telah membuktikan bahwa timnya memiliki potensi setidaknya bersaing memperebutkan tiket ke kompetisi antarklub Asia. Untuk itu, PSM harus finis di posisi dua besar.

”Saya merasa lega akhirnya kami bisa menang dan keluar dari dasar klasemen. Tim ini tidak pantas berada di papan bawah karena semua staf dan pemain bekerja keras untuk selalu memburu hasil positif,” tutur Tavares dalam konferensi seusai laga kontra Persija.

Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares mengamati latihan skuadnya di Arena Indomilk, Tangerang, Banten, Minggu (12/3/2023), jelang laga kontra Persita Tangerang, Senin (13/3). PSM berambisi menjaga tren kemenangan.

Terlepas dari kendala nonteknis, Tavares mengakui timnya akan selalu memberikan kegembiraan untuk semua pendukung setia PSM. ”Kami tidak dalam situasi yang ideal, tetapi kami ingin meraih kemenangan untuk merasakan kegembiraan seperti ini,” ucapnya.

Jordi Amat, bek tengah Persija, mengakui keunggulan PSM. ”PSM bermain sangat kuat selama pertandingan. Ini kemenangan yang pantas untuk mereka,” kata Jordi yang juga bek andalan tim nasional Indonesia.

Pantang surut

Tidak hanya pada laga menghadapi Persija, tiga musim sebelumnya, Tavares telah membuktikan dirinya pantang surut untuk memberikan segalanya bagi PSM dalam berbagai kondisi.

Tavares adalah pelatih asing pertama yang memberikan PSM gelar juara Liga Indonesia pada musim 2022-2023. Semusim setelah itu, PSM sempat terpuruk di posisi ke-11. Tavares, yang memulai karier kepelatihan sebagai analisis tim, lantas membawa PSM finis di peringkat keenam pada edisi 2024-2025.

Walaupun keterlambatan gaji ibarat masalah laten di PSM, ia tetap menghormati kontrak yang akan selesai pada akhir musim 2025-2026. Ia tidak seperti kebanyakan pelatih asing di Liga Indonesia yang memilih pergi ketika gaji telat dibayar. Bahkan, di tengah keterbatasan itu, ia melahirkan bintang baru PSM.

Pada dua musim awal, ia membantu Sayuri bersaudara, Yakob dan Yance, menembus timnas Indonesia. Kini, Juku Eja memiliki calon bintang baru pada diri Victor Dethan dan Ricky Pratama.

Victor dan Dethan telah mendapat kepercayaan dari Pelatih Tim Sepak Bola U-23 Indonesia Gerald Vanenburg untuk tampil di dua turnamen internasional selama 2025.

Pelatih Tim Sepakbola Indonesia U-23 Gerald Marvin Vanenburg memberikan arahan ke tim asuhnya saat melawan Tim Sepakbola Brunei Darussalam U-23 dalam kualifikasi ASEAN Mandiri U-23 Championship Mandiri Cup 2025 Grup A di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (15/7/2025). Indonesia menekuk Brunei Darussalam dengan skor telak 8-0.



KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)

15-07-2025

Tak ayal, Tavares seperti memegang teguh falsafah masyarakat Bugis dan Makassar, siri’ na pacce. Jarak Makassar dengan Proenca-a-Nova, kota asal Tavares, sekitar 13.500 kilometer tidak menghalangi pelatih berusia 45 tahun itu memahami falsafah masyarakat Sulsel dan PSM.

Siri berarti keteguhan mempertahankan harga diri. Adapun pacce adalah keutamaan untuk mengutamakan kepentingan bersama. Falsafah itu kerap pula terpatri di jersei PSM.

Patriotik

Perjuangan Tavares untuk PSM di lapangan hijau tidak berlebihan disamakan kisah patriotik Sultan Hasanuddin yang mempertahankan wilayah Kesultanan Gowa-Tallo dari gempuran tentara VOC, Persekutuan Dagang Hindia Timur, pada 1666-1669.

Juga, kisah heroik yang terlupakan, yaitu Daeng Mangalle, kemenakan Sultan Hasanuddin, yang mempertahankan siri dengan bertarung dengan Raja Ayutthaya di Siam (Thailand) yang dihasut oleh tentara bangsa barat.

Kini, kemasyuran kisah Daeng Mangalle tetap lestari di Bangkok, ibu kota Thailand. Wilayah bekas permukiman warga Makassar di Siam tetap mempertahankan nama kota terbesar di Indonesia timur itu, tepatnya Distrik Makassan di Bangkok.

Kalaupun gagal memberikan gelar juara pada musim pamungkasnya di PSM, Tavares patut dikenang abadi dalam sejarah Juku Eja. Satu gelar liga dan kesetiaan mengawal tim di masa-masa sulit adalah dasarnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji