Pencinta sepak bola nasional yakin timnas Indonesia bisa tampil di Piala Dunia 2026. Shin Tae-yong dan Erick Thohir sosok krusial bagi prestasi skuad ”Garuda”.
05 Nov 2024 10:04 WIB · Olahraga
Oleh Muhammad Ikhsan Mahar - [email protected]
Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, dinaungi keyakinan besar untuk bisa mengantarkan tim nasional sepak bola Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Di sisi lain, publik juga mengapresiasi peran besar Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang membantu skuad ”Garuda” kian dekat mewujudkan mimpi akbar tampil di panggung sepak bola terakbar sejagat.
Hal itu tertuang dalam jajak pendapat Litbang Kompas (Kompas.id) yang dilakukan melalui telepon pada 21-23 Oktober 2024. Proses pengumpulan pendapat dari responden di 38 provinsi dilaksanakan setelah Indonesia merampungkan dua laga Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 kontra Bahrain dan China.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/30/d895c7cb-c729-496d-9544-a63cbc1a320e_png.png)
Sebanyak 87,9 persen responden yakin bahwa Shin bisa membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Optimisme itu sangat besar. Maka, suara-suara terkait keraguan terhadap kemampuan Shin setelah tumbang 1-2 melawan China, 15 Oktober lalu, hanya riuh di media sosial.
Keyakinan itu cukup beralasan. Sebab, Indonesia masih memiliki enam pertandingan tersisa di putaran ketiga hingga Juni 2025. Skuad Garuda akan menjalani empat pertandingan kandang, dua laga di antaranya, akan berlangsung pada November ini, yaitu menghadapi Jepang dan Arab Saudi.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/11/a5e89bba-1707-4102-9fac-3d210115c469_jpg.jpg)
Merujuk performa Jay Idzes dan kawan-kawan pada empat laga yang sudah dilalui, Indonesia mampu tampil gemilang untuk menahan Arab Saudi dan Australia. Mereka lalu ditahan imbang 2-2 oleh Bahrain secara kontroversial. Adapun satu-satunya kekecewaan hanya tercipta ketika dikalahkan China.
Sejak Januari 2020 menangani timnas Indonesia, Shin terbukti memiliki tangan dingin yang bisa mengangkat capaian skuad Garuda meski belum menyumbang trofi. Shin membantu Indonesia menembus fase gugur Piala Asia 2023, kemudian membawa tim U-23 Indonesia melaju hingga semifinal Piala Asia U-23 2024 dan tampil di babak playoff interzona Olimpiade 2024.
Indonesia pun sudah memastikan diri sebagai tim Asia Tenggara pertama yang akan bertanding di Piala Asia 2027. Selain itu, Indonesia memegang martabat adalah satu-satunya duta ASEAN yang bersaing di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026. Tim Garuda setidaknya mengikuti jejak Thailand dan Vietnam yang tampil di fase serupa pada dua edisi kualifikasi Piala Dunia sebelumnya.
Selanjutnya, merujuk hasil di empat laga, sebanyak 77,9 persen responden pun yakin Indonesia bisa meraih hasil positif dari persaingan di Grup C putaran ketiga kualifikasi. Hanya 4,1 persen responden yang menilai Indonesia bakal gugur di putaran ketiga.
Terdapat 45,6 persen responden percaya timnas Indonesia bisa memenuhi target untuk duduk di posisi ketiga atau keempat demi melanjutkan perjalanan ke putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sisanya, 32,3 persen responden, jauh lebih optimistis lagi. Mereka yakin Indonesia bisa lolos langsung ke babak utama Piala Dunia 2026 atau duduk di peringkat dua besar Grup C. Jika hal itu terwujud, Indonesia akan pertama kali tampil di Piala Dunia setelah merdeka pada 17 Agustus 1945.
Sebanyak 87,9 persen responden yakin bahwa Shin bisa membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
FIFA mengakui Indonesia sebagai wakil Asia pertama di turnamen terbesar mereka. Namun, kala itu, Indonesia masih menggunakan nama Hindia Belanda. Tim yang dikirim ke Perancis pun bentukan Persatuan Sepak Bola Hindia Belanda (NIVB). Kostum yang digunakan Achmad Nawir dan kawan-kawan pun serupa dengan tim Belanda, yaitu jersei oranye, celana putih, dan kaus kaki biru muda. Lagu kebangsaan yang berkumandang pun ”Het Wilhelmus” milik Belanda.
Publik juga sangat mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Erick Thohir demi timnas Indonesia. Sebanyak 83 persen responden puas dengan kepemimpinan Erick di PSSI yang berimbas pada peningkatan prestasi skuad Garuda.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/06/10/df4a0d5a-e43b-4358-ae61-ae6b71c431cf_jpg.jpg)
Demi meningkatkan capaian tim Indonesia mulai dari tim senior, U-23, U-20, U-17, hingga skuad putri, PSSI di bawah kendali Erick membentuk tim kepelatihan yang tidak ”tiba masa, tiba akal” alias hanya merespons ketika adanya turnamen internasional. Di seluruh tim itu, PSSI juga menggagas pemusatan latihan jangka menengah yang dilakukan di dalam dan luar negeri.
Selain itu, program populer Erick adalah mendatangkan pemain-pemain diaspora untuk membela timnas negara leluhur mereka. Setelah di periode PSSI dipimpin Mochamad Iriawan menaturalisasi tiga pemain, yaitu Jordi Amat, Sandy Walsh, dan Shayne Pattynama, Erick menambah kekuatan skuad Garuda dengan 16 pemain diaspora lain.
Kuantitas itu sudah termasuk Kevin Diks serta dua pemain putri, Noa Johanna dan Estella Raquel, yang telah disetujui proses naturalisasinya oleh DPR, Senin (4/11/2024).
Terkait dengan program naturalisasi itu, publik hampir seimbang menganggap perlu atau tidaknya PSSI menambah pemain naturalisasi, terutama setelah Kevin. Sebanyak 48,3 persen responden menganggap timnas Indonesia perlu menambah pemain diaspora, tetapi 44 persen lainnya menilai skuad saat ini sudah bisa bersaing untuk merebut tiket lolos ke Piala Dunia 2026.
Di mata para responden yang menyebut PSSI perlu melanjutkan program naturalisasi, mayoritas sepakat lini yang perlu diperkuat oleh pemain diaspora adalah posisi penyerang tengah alias sumber gol andal. Dari 14 pemain diaspora putra, PSSI hanya menaturalisasi Jens Raven yang berposisi striker murni.
Namun, Jens belum pernah dipanggil Shin untuk membela tim senior. Pemain berusia 19 tahun itu masih menjalani proses berkembang di tim U-20 asuhan Indra Sjafri.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/09/29/ed67c40b-3e0f-4846-b8f1-8b16be7cfd61.jpg)
Dari daftar pemain diaspora yang berpotensi dinaturalisasi saat ini, terdapat dua penyerang tengah. Mereka adalah Ole Romeny (24) dan Mauro Zijlstra (19). Hingga saat ini belum ada kesepakatan yang terjalin antara PSSI dan dua pemain itu untuk berganti paspor dari Belanda ke Indonesia.
Di tengah dukungan dan keyakinan besar publik, Shin diharapkan mampu membalas itu dengan performa apik skuad Garuda di lapangan hijau. Sebab, Indonesia belum pernah sedekat itu untuk memenuhi mimpi berlaga di Piala Dunia.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Yulvianus Harjono