Bersiap Merayakan Keberagaman di Pekan Frankofoni 2025

Pekan Frankofoni 2025 berlangsung selama 17-22 Maret di seluruh Indonesia. Tema acara tahun ini adalah ”Prenez la parole!” atau ”Sampaikan pendapatmu!”

14 Mar 2025 16:00 WIB · Internasional

Oleh Elsa Emiria Leba

Perkembangan bahasa Perancis di berbagai lini kehidupan semakin pesat. Untuk merayakannya, Organisasi Internasional Frankofoni akan menggelar Pekan Frankofoni 2025 selama 17-22 Maret 2025 di Indonesia.

Organisasi Internasional Frankofoni (OIF) adalah organisasi yang mewadahkan negara-negara yang menggunakan bahasa Perancis, termasuk yang tidak secara eksklusif. Berdiri sejak 1970, setiap tahun OIF merayakan hari jadi pada 20 Maret.

Bahasa Perancis adalah bahasa kelima yang paling banyak digunakan di dunia. Bersama bahasa Inggris, bahasa Perancis berperan penting dalam komunikasi global, budaya, dan pembangunan.

Sekitar 320 juta orang berbahasa Perancis di lima benua. Diperkirakan, jumlah penutur bahasa Perancis akan mencapai lebih dari 700 juta orang pada 2050.

OIF bertujuan mempromosikan keanekaragaman budaya dan bahasa Perancis serta nilai-nilai perdamaian, demokrasi, dan hak asasi manusia. Sejauh ini, OIF mempunyai 93 negara anggota.

”Kami mempromosikan bahasa Perancis dalam evolusinya, keberagaman budaya dan bahasa, serta meningkatkan berbagai budaya yang diekspresikan semua wilayah di dunia yang berbahasa Perancis,” kata Duta Besar Perancis untuk Indonesia Fabien Penone dalam wawancara di Jakarta, Selasa (11/3/2025).

Sejumlah duta besar dan perwakilan duta besar anggota Organisasi Internasional Frankofoni (OIF), organisasi untuk negara-negara yang berbahasa Perancis berpose di depan kamera di kediaman Duta Besar Siprus untuk Indonesia Nikos Panayiotou di Jakarta, Selasa (11/3/2025). Mereka membicarakan perhelatan Pekan Frankofoni 2025 di Indonesia.

Selain Penone, hadir pula Duta Besar Siprus untuk Indonesia Nikos Panayiotou dan Duta Besar Maroko untuk Indonesia Ouadia Benabdellah.

Di Indonesia, lebih dari 30 negara telah bersatu untuk membentuk Kelompok Duta Besar Frankofoni. Saat ini, Siprus memegang jabatan presiden grup tersebut setelah Maroko menjabat selama periode 2024-2025. Sementara itu, Perancis menjabat sebagai Sekretaris Jenderal.

Benabdellah menambahkan, OIF adalah komunitas dengan anggota di berbagai belahan dunia. Akan tetapi, komunitas ini lebih dari sekadar bahasa. Sama seperti Indonesia, semangat OIF juga mengusung keberagaman budaya.

Jadi, ia melanjutkan, sangat baik untuk merayakan Pekan Frankofoni bersama Indonesia dalam aspek kebudayaan. ”Setiap negara anggota akan berusaha menunjukkan aspek berbeda dari budaya masing-masing terkait dengan bahasa dan budaya Perancis,” ujar Benabdellah.

Seratus acara

Kelompok Duta Besar Frankofoni akan menggelar Pekan Frankofoni 2025 selama 17-22 Maret di seluruh Indonesia. Sebanyak 100 acara akan berlangsung di 10 kota. Lokasinya antara lain Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Medan, dan Makassar.

Tema acara tahun ini adalah ”Prenez la parole!” atau dalam bahasa Indonesia berarti ”Sampaikan pendapatmu!”. Ini merupakan ajakan untuk berbagai kalangan menyuarakan aspirasi menggunakan bahasa internasional, yaitu bahasa Perancis.

”Ini mengenai multilateralisme dan menjaga dialog, kontak, dan pertukaran antara negara kami, terutama ketika multilateralisme menghadapi tantangan. Dan, untuk kami, ini adalah sebuah cara untuk berbagi budaya kami,” tutur Panayiotou.

Siprus mulai menjadi anggota OIF pada 2006. Pada Oktober 2024, Siprus menjadi anggota penuh.

Penonton memadati auditorium Institut Francais Indonesia (IFI) Jakarta, Sabtu (23/3/2024) untuk menikmati penampilan grup musik asal Swiss Les Monsieur Monsieur pada penutupan Pekan Frankofoni 2024. (Kompas/Mahdi Muhammad)

Perhelatan Pekan Frankofoni 2025 akan terbuka untuk semua kalangan. Acara akan mencakup mulai dari pertunjukan seni, sinema, musik, gastronomi, sains, debat, hingga diskusi seputar dunia akademis.

Berbagai bintang tamu akan meramaikan acara, termasuk penyanyi Indonesia, Vira Talisa, dan pianis Siprus, Annini Tsioutis. Kelompok tari asal Perancis, La Compagnie De Fakto, akan menampilkan C’est la Vida! dalam tur empat kota, termasuk di Bentara Budaya Jakarta pada 20 Maret 2025.

Ada pula beberapa film Frankofon yang akan diputar di sejumlah kota. Film-film itu, antara lain, adalah So Close to the Clouds (2023) dari Meksiko, RU (2023) dari Kanada, The New Year that Never Came (2024) dari Romania, dan Les Enfants Perdus (2024) dari Belgia.

Adapun di Indonesia, animo untuk belajar bahasa Perancis juga bertumbuh. Sebanyak 15 universitas memiliki jurusan sastra Perancis dan hampir 500 sekolah menengah yang mengajarkan bahasa Perancis.


Kerabat Kerja

Penulis:

Elsa Emiria Leba
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .