Pemerintah menyiapkan sejumlah insentif selama mudik Lebaran 2026. Dari diskon tarif angkutan hingga berbagai layanan untuk para pemudik.
11 Mar 2026 14:50 WIB · Ekonomi & Bisnis
KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA
JAKARTA, KOMPAS — Sepuluh hari jelang Lebaran, pemerintah mengumumkan potongan harga untuk berbagai moda transportasi. Dari tarif angkutan laut, kereta api, hingga jalan tol, semua didiskon sebesar 30 persen. Adapun tiket pesawat mendapatkan diskon 17-18 persen.
Namun, pemotongan harga bagi setiap moda transportasi berlaku untuk periode tanggal yang berbeda. Hal itu dilakukan untuk mengurai kemacetan agar tidak terfokus hanya pada waktu tertentu.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dalam jumpa pers mengenai kesiapan pemerintah menghadapi mudik Lebaran 2026 di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2026), menyampaikan, diskon tarif angkutan laut kelas ekonomi adalah sebesar 30 persen. Diskon berlaku untuk seluruh trayek kapal PSO Pelni selama 26 hari, yakni 11 Maret hingga 5 April 2026 mendatang. Dengan diskon tersebut, ditargetkan akan ada 445.534 penumpang selama musim mudik Lebaran.
Tak hanya untuk kapal laut, diskon sebesar 30 persen juga diterapkan pada tarif kereta api (KA). Pemotongan harga ini berlaku selama 16 hari, dari 14-29 Maret, untuk seluruh kereta api ekonomi nonsubsidi. Adapun target penumpang KA dengan diskon itu adalah 1,2 juta penumpang.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/11/54020460223782846db8896e3808ae64-FullSizeRender.jpeg)
”Yang terakhir, diskon angkutan udara ini bisa kita tambah lagi. Kalau Lebaran sebelumnya itu 13-14 persen, tahun ini bisa kita tambah lagi diskonnya 17-18 persen,” kata Agus Harimurti.
Ia melanjutkan, ada beberapa aspek yang bisa dikurangi sehingga harga tiket pesawat domestik bisa lebih terjangkau. Namun, sama dengan moda transportasi massa lainnya, diskon berlaku untuk pembelian tiket kelas ekonomi. Diskon yang berlaku selama 16 hari, mulai 14-29 Maret, ditargetkan bisa menarik 3,3 juta penumpang.
Selain angkutan orang, diskon tarif diberikan untuk angkutan penyeberangan. Agus menjelaskan, sebanyak 14 pelabuhan penyeberangan PT ASDP menerapkan diskon 100 persen jasa kepelabuhanan atau setara 21,9 persen dari total tarif penyeberangan.
Diskon ini berlaku pada 12-31 Maret, antara lain pada penyeberangan dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni, Ketapang ke Gilimanuk, Padangbai ke Lembar, Kayangan ke Potano, Sape ke Labuan Bajo, Ajibata ke Ambarita, dan Telaga Punggur ke Tanjung Uban.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/11/46a4f7d9648aac3ca9b96689d33b741e-Screenshot_2026_03_11_141430.png)
Di jalur darat, pemotongan harga juga dilakukan pada jalan tol. Sepanjang 15-16 Maret dan 26-27 Maret, tarif jalan tol di 25 ruas jalan akan didiskon sebesar 30 persen. Sebanyak 30 ruas jalan tol itu tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera.
Agus Harimurti berharap, sejumlah kebijakan dan insentif ini bisa meringankan masyarakat saat mudik. Diharapkan pemberian diskon tarif berbagai jenis angkutan dalam waktu yang berbeda-beda juga bisa membantu mengurai kemacetan.
”Ini lagi-lagi dengan semangat kita mengurai kemacetan, diberikan diskon di tanggal-tanggal tersebut sehingga kita bisa mengurai kemacetan agar tidak semua tertumpuk pada puncak-puncaknya (arus mudik dan balik Lebaran),” kata Agus Harimurti.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/10/49325b1a94c70da781dfca095b405b0a-20260310YGA07.jpg)
Mengacu hasil survei Kementerian Perhubungan, lanjut Agus Harimurti, tahun ini diperkirakan ada 143,9 juta pemudik. Ada lima provinsi tujuan mudik yang terbesar, yakni Jawa Tengah (26,9 persen atau 38,7 juta orang), Jawa Timur (17,3 persen atau 27,2 juta orang), Jawa Barat (15,9 persen atau 25 juta orang), DI Yogyakarta (5,2 persen atau 8,2 juta orang), serta Sulawesi Selatan (3,4 persen atau 5,3 juta orang).
Lebih dari 140 juta orang itu mayoritas pulang ke kampung halaman menggunakan mobil (52,5 persen atau 76,2 juta orang). Disusul oleh pengguna sepeda motor, bus, kapal penyeberangan, pesawat, kereta api, kapal laut, dan kereta cepat.
Pemerintah memperkirakan puncak arus mudik akan terbagi menjadi dua gelombang. Pertama, pada 14 dan 15 Maret, kemudian pada 18 dan 19 Maret.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2021/05/10/990f7955-d50e-4698-b44e-3c3757cf0bff.jpg)
Tak hanya potongan harga untuk tarif angkutan, sejumlah layanan juga diberikan untuk meningkatkan kenyamanan selama arus mudik berlangsung. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menjelaskan, layanan dimaksud antara lain 386 posko layanan komunikasi yang disediakan Kementerian Komunikasi dan Digital, 6.850 masjid ramah pemudik yang dikoordinasikan Kementerian Agama, serta ”Nusantara Hub” atau layanan mudik terintegrasi untuk menghindari ketimpangan kapasitas bus di jalur mudik.
Dari segi jaminan keselamatan, kata Pratikno, pemerintah menyiapkan 2.700 pos layanan kesehatan di jalur mudik. Itu termasuk pos siaga SAR yang juga terus aktif, terutama di daerah lokasi wisata pantai. ”Terkait kesiapsiagaan layanan kesehatan, ada juga Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pengemudi bus,” ujarnya.
Pratikno melanjutkan, CKG yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah diterapkan juga selama arus mudik berlangsung untuk menurunkan fatalitas. CKG pengemudi dilakukan dua pekan sebelum berkendara agar ada waktu untuk intervensi jika diperlukan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/10/d77e7bfed0eb1c6f7e2e50b40669792e-cropped_image.jpg)
”Saat ini, 338 pengemudi bus telah mengikuti CKG di 18 pool perusahaan otobus di terminal-terminal di Jawa Tengah dan Jawa Barat, dan akan diperluas ke daerah lain,” ujarnya.
Adapun pemeriksaan yang dilakukan mencakup tekanan darah, gula darah, tes alkohol, narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Jika ada pengemudi yang tidak memenuhi syarat kesehatan, ia terlebih dulu akan diobati hingga dinyatakan aman untuk mengemudi.
Pratikno melanjutkan, pihaknya juga memberikan perhatian serius terhadap risiko penularan penyakit campak. Sebab, memasuki tahun 2026 ada peningkatan suspek dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk itu, di tengah mobilitas mudik ke sejumlah daerah dengan kasus tinggi, para pemudik diminta memeriksakan diri dan memastikan sudah melengkapi diri dengan imunisasi campak.
Penulis:
Kurnia Yunita Rahayu, Iqbal BasyariEditor:
Cyprianus Anto SaptowalyonoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra