Berstatus ”Label”, Apa Bedanya Borobudur Marathon 2024?

Borobudur Marathon resmi naik kelas pada tahun ini. Setelah masuk kalender World Athletic, standar lomba naik dari sisi kompetisi, kenyamanan, hingga keselamatan.

18 Nov 2024 17:48 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah, Kelvin Hianusa

Di lomba lari Bank Jateng Borobudur Marathon 2024, para peserta berkesempatan menjadi saksi sejarah. Ajang akan digelar dengan berstatus ”label” dari World Athletic untuk pertama kali. Hanya tiga lomba lari jalan raya di Indonesia yang mendapat pengakuan itu pada tahun ini. Lantas, apa yang berbeda dari edisi-edisi sebelumnya?

Banyak. Satu kata itu bisa mewakili jawaban untuk pertanyaan tersebut, seperti terangkum dalam wawancara dengan direktur lomba Andreas Kansil pada Sabtu (16/11/2024). Dia menceritakan berbagai penyesuaian untuk tahun ini. Banyak aspek yang sudah lolos saat pengujian predikat pada tahun lalu harus ditingkatkan.

Tes antidoping, misalnya. Jumlah sampel tahun ini meningkat jadi enam atlet (tiga putra dan tiga putri) dari sebelumnya hanya dua atlet. Terbaru, separuh di antara total sampel itu harus melalui analisis erythropoietin (EPO) yang berhubungan dengan produksi sel darah merah. Itu bertujuan mencegah kasus doping yang pernah dilakukan pesepeda legendaris Lance Armstrong di ajang Tour de France.

Seleksi atlet juga jauh lebih ketat. Pihak panitia wajib memastikan peserta tidak masuk daftar skors oleh Unit Integritas Atletik (AIU), baik karena masalah doping maupun nondoping. ”Jadi, semua menyangkut kredibilitas lomba. Kami harus mengecek secara reguler, terutama calon-calon juara yang datang dari luar negeri,” kata Andreas.

Aksi selebrasi pelari nasional putri, Odekta Elvina Naibaho saat finis di Borobudur Marathon 2023 Powered By Bank Jateng di Taman Lumbini, Borobudur, Jawa Tengah, Minggu (19/11/2023). Odekta finis ketiga di nomor Marathon Overall Putri. Kompas/Wisnu Widiantoro

Di Indonesia, ajang lari semakin menjamur. Mungkin bisa ditemui nyaris setiap pekan dalam kalender setahun. Semakin sulit membedakan satu lomba dengan yang lain. Penyaring paling mudah untuk menentukan lomba biasa dan berstandar internasional adalah predikat ”Label” dari World Athletic (WA) atau Federasi Atletik Dunia.  

WA memberikan petunjuk kepada pelari di seluruh dunia dengan predikat tersebut. Terdapat empat status, mulai dari tingkat dasar atau Label sampai tingkat lanjutan berupa ”Elite Label”, ”Gold Label”, dan ”Platinum Label”. Borobudur Marathon mengajukan diri pada tahun lalu dan dinyatakan lolos seusai edisi 2023.

Dengan standar tinggi, wajar jika hal yang diatur sangat detail dan teknis. ”Masukan (dari delegasi teknis), ada meja khusus atlet elite untuk botol rehidrasi. Lalu, semua atlet harus diberikan briefing tentang lokasi itu. Apabila harus menyerahkan (botol), waktu dan tempatnya kapan. Itu diatur betul,” tambah Andreas.

Bagi para pelari nasional, Rikki Marthin Luther Simbolon dan Odekta Naibaho, predikat baru pasti memacu prestise lomba. Salah satunya karena bisa mengundang lebih banyak pelari elite internasional. Adapun dengan Borobudur Marathon masuk kalender resmi WA, para pelari bisa mendapatkan poin untuk peringkat dunia.

Quote

Kami terus evaluasi karena itu lomba dimulai lebih cepat. Kami juga menaikkan kapasitas tenda medis sampai dua kali lipat untuk tahun ini.

Petugas memberikan pertolongan kepada pelari dalam ajang Borobudur Marathon 2023 Powered by Bank Jateng di Magelang, Jawa Tengah, Minggu (19/11/2023). KOMPAS/HERU SRI KUMORO 19-11-2023

Keselamatan dan kenyamanan

Kompleksitas penyelenggaraan Borobudur Marathon tahun ini terangkum dalam regulasi terbaru soal label lomba lari jalan raya yang dikeluarkan WA pada Maret 2024. Terdapat 25 poin dalam 15 halaman yang berisi persyaratan lomba. Selain mutu kompetisi, prioritasnya adalah keselamatan dan kenyamanan pelari.

Dua aspek itu pula yang paling diperhatikan panitia. Demi pengalaman lebih baik, start lomba akan dimulai pukul 04.30 atau setengah jam lebih cepat dari edisi sebelumnya. Mereka belajar dari pengalaman tahun lalu ketika lomba harus dihentikan pada pukul 10.30 karena cuaca terlalu panas dan banyak pelari yang mengalami gejala heat stroke.

Keselamatan pelari dipertaruhkan jika lomba berlanjut dengan cuaca itu. Tenda medis juga sudah kesulitan menampung para peserta. ”Kami terus evaluasi karena itu lomba dimulai lebih cepat. Kami juga menaikkan kapasitas tenda medis sampai dua kali lipat untuk tahun ini,” kata Direktur Medis Borobudur Marathon 2024 Andi Kurniawan.

Panitia sekaligus memperkenalkan sistem pemberitahuan cuaca baru. Mereka akan menginformasikan kondisi cuaca terkait suhu udara dan kelembaban di sepanjang rute. Terutama jelang mendekati garis akhir. Indikatornya melalui bendera, dari warna hijau, kuning, merah, dan hitam.

Pengukuran dilakukan dengan termometer Wet Bulb Globe Temperature (WBGT). Jika warna semakin gelap, maka akan semakin berisiko untuk keselamatan. Para pelari diharapkan bisa terbantu dengan indikator tersebut. Mereka lebih mengenal tubuh masing-masing dan memahami kapan harus berhenti.

Pelari yang akan menyelesaikan 42 kilometer saat melintasi jalan pedesaan pada ajang Borobudur Marathon 2023 Powered by Bank Jateng di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (19/11/2023). Sebanyak 10 ribu pelari turut serta memeriahkan salah satu ajang lari marathon terbesar di Indonesia. Borobudur Marathon 2023 dibagi dalam tiga kategori antara lain Full Marathon (42 Kilometer), Half Marathon (21 Kilometer), dan 10K (10 Kilometer). Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 19-11-2023

”Kami akan edukasi lagi supaya peserta tahu apa arti dari bendera-bendera itu. Jadi mereka tidak boleh nge-push. Harus listen to our body. Terkadang cuaca tidak terlalu terik, tetapi kelembaban bisa berpengaruh juga menentukan indikator (sudah berisiko atau belum). Kami juga akan melihat situasi jika lomba memang harus dihentikan,” kata Andi.

Hanya tiga lomba lari jalan raya di Indonesia yang masuk kalender WA pada 2024. Menariknya, cuma Borobudur Marathon satu-satunya yang diselenggarakan di area situs warisan budaya dunia. Sudah semakin kompetitif dan berstandar internasional, bisa menikmati suasana magis di sekitar Candi Borobudur pula.

Lantas, apa bedanya Borobudur Marathon 2024? Rasakan dan nikmati saja sendiri ajang yang sudah naik kelas itu pada 1 Desember nanti.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah, Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata