Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri kembali menyampaikan soal Pancasila saat bertemu dengan Paus Fransiskus.
08 Feb 2025 00:09 WIB · Politik & Hukum
VATIKAN, KOMPAS — Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri kembali bertemu Paus Fransiskus dalam lawatannya ke Roma, Italia, dan Vatikan. Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menyampaikan salam dari bangsa Indonesia. Ia pun kembali mengenalkan Pancasila agar bisa diterima sebagai pedoman hidup seluruh umat manusia di dunia.
Megawati tiba kediaman Paus Fransiskus di Domus Sancta Marthae atau Residen Santa Marta, Vatikan, Jumat (7/2/2025), pukul 15.00 waktu setempat. Megawati datang bersama putranya, Mohamad Rizki Pratama, dan putrinya, Puan Maharani, serta Ketua DPP PDI-P Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah, serta Bendahara Umum PDI-P Olly Dondokambey.
Selama 15 menit, Megawati bertemu secara tertutup dengan Paus Fransiskus. Ini merupakan pertemuan kedua Megawati dengan Paus Fransiskus dalam satu pekan terakhir. Sebelumnya, keduanya bertemu saat sama-sama menghadiri pertemuan para pemimpin dan tokoh dunia tentang hak anak atau World Leaders Summit on Children’s Rights, Senin (3/2/2025).
Seusai pertemuan, Megawati mengungkapkan, masalah kebangsaan dan Pancasila menjadi pokok bahasan dalam dua kesempatan bertemu dengan Paus Fransiskus. ”Beliau sangat interested (tertarik) dengan Pancasila, gotong royong, seperti yang saya sampaikan saat summit,” tuturnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/07/5899e46a-6f1b-465a-902b-643d3d7f36e4_jpg.jpg)
Saat berpidato pada World Leaders Summit on Children’s Rights, Megawati memaparkan bahwa sebenarnya Pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia dapat diterapkan secara universal. Nilai-nilai Pancasila bisa digunakan untuk menyelesaikan berbagai persoalan dalam kehidupan manusia.
Pancasila, kata Megawati, tidak hanya milik bangsa Indonesia karena bisa menjadi pedoman kehidupan bagi warga dunia. ”Sebetulnya lima sila itu adalah masalah kehidupan, terutama Ketuhanan YME, perikemanusiaan,” tuturnya.
Menurut Megawati, Paus sangat setuju dengan sila kedua Pancasila, kemanusiaan yang adil dan beradab. Sebab, kepada Paus, Megawati juga menyampaikan bahwa saat ini ada perubahan signifikan di dunia terkait dengan perikemanusiaan dan hal itu mengkhawatirkan.
”Seharusnya sudah tidak ada lagi perang, tetapi malah berjalan perang,” katanya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/03/a4b2da4b-2af5-437a-9bd8-73877b711441_jpg.jpg)
Persoalan yang juga menjadi kekhawatiran Paus, menurut Megawati, adalah pemanasan global. ”Saat saya menjadi juri Zayed Awards for Human Fraternity tahun 2023, saya pernah sampaikan kepada Holy Father, mengapa manusia itu tidak terlalu care dengan global warming? Beliau langsung mengangkat jempol dua-duanya dan Beliau bilang, ’Saya setuju sekali’,” ujar putri Presiden pertama RI Soekarno itu.
Pancasila, kata Megawati, tidak hanya milik bangsa Indonesia karena bisa menjadi pedoman kehidupan bagi warga dunia.
Menurut Basarah, dalam pertemuan itu Megawati menyerahkan lukisan Bunda Maria yang mengenakan kebaya. Selain itu, Puan memberikan cendera mata berupa batik.
Basarah menambahkan, Megawati juga menyampaikan salam dari bangsa Indonesia, khususnya umat Katolik. ”Ibu Megawati juga menyampaikan salam dari bangsa Indonesia, khususnya umat Katolik di Indonesia yang begitu mengagumi Paus. Mereka sangat ingin dapat bertemu secara langsung dengan Paus,” tuturnya.
Paus mengucapkan terima kasih atas keramahan bangsa Indonesia yang sambil mengatakan rakyat Indonesia adalah ”beautiful people”.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/05/e1c8321d-3e8a-4541-9739-9d8d348d5270_jpg.jpg)
Menurut Basarah, mengutip pernyataan Fr Marcin Schmidt yang mendampingi Paus Fransiskus, untuk pertama kalinya pemimpin gereja Katolik sedunia bersedia menerima tamu luar negerinya di kediaman pribadi. ”Meski dalam kondisi kurang sehat, Sri Paus tetap menyempatkan diri untuk bertemu dengan Ibu Megawati Soekarnoputri karena penghormatannya terhadap Presiden ke-5 Republik Indonesia yang juga putri Proklamator Bangsa Indonesia, Bung Karno,” ujarnya.
Megawati berada di Roma, Italia, sejak 31 Januari lalu untuk melaksanakan sejumlah agenda. Selain bertemu dengan Paus Fransiskus, Megawati juga menghadiri World Leaders Summit on Children’s Rights dan berkunjung ke markas Scholas Occurrentes, sebuah gerakan pendidikan global yang diinisiasi oleh Paus Fransiskus.
Penulis:
Anita Yossihara Dari Roma, ItaliaEditor:
A. Ponco AnggoroPenyelaras Bahasa:
Ignatius Danu Kusworo