Bertemu Herzog, Paus Leo XIV Tegaskan Solusi Dua Negara untuk Akhiri Perang

Paus Leo XIV menyerukan gencatan senjata permanen di Gaza, sandera dibebaskan, dan bantuan kemanusiaan bisa masuk ke Gaza.

05 Sep 2025 17:12 WIB · Internasional

Oleh Helena Fransisca Nababan

ROMA, JUMAT - Paus Leo XIV menyatakan dukungan Vatikan atas solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan keluar dari perang di Jalur Gaza. Paus Leo XIV juga menyerukan gencatan senjata permanen di Gaza, pelepasan semua sandera, dan membuka akses bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.

Pernyataan tersebut disampaikan Paus Leo XIV ketika bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog, Kamis (4/9/2025) di Vatikan. Pertemuan itu membahas tentang situasi tragis di Gaza.

"Diharapkan negosiasi segera dimulai kembali  untuk mengamankan pembebasan semua sandera, segera mencapai gencatan senjata permanen, memfasilitasi masuknya bantuan kemanusiaan secara aman ke wilayah-wilayah yang paling terdampak, dan memastikan penghormatan penuh terhadap hukum humaniter,” demikian bunyi pernyataan Vatikan usai pertemuan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, menurut pernyataan Vatikan, diskusi difokuskan pada bagaimana menjamin masa depan rakyat Palestina dan perdamaian serta stabilitas di kawasan itu. “Takhta Suci juga menegaskan kembali solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan keluar dari perang yang sedang berlangsung,” demikian bunyi pernyataan Vatikan.

Sementara Presiden Herzog melalui akun di X menyampaikan ucapan terima kasih kepada Paus Leo XIV atas pertemuan tersebut. Herzog menulis, ia menerima sambutan hangat di Vatikan.

“Para pemimpin agama dan semua yang memilih jalan perdamaian harus bersatu dalam menyerukan pembebasan segera para sandera sebagai langkah pertama dan penting menuju masa depan yang lebih baik bagi seluruh kawasan," kata Presiden Herzog.

This handout photo taken on September 4, 2025 and released by the Vatican Media shows Pope Leo XIV and Israel's President Isaac Herzog exchanging gifts during a private audience in the Vatican. (Photo by Handout / VATICAN MEDIA / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / VATICAN MEDIA" - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Sejak terpilih sebagai Paus pada Mei lalu, Leo XIV lebih hati-hati menyikapi perang Israel di Jalur Gaza dibandingkan mendiang Paus Fransiskus. Selama 12 tahun memimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus dikenal sebagai kritikus keras atas Israel.

Paus Fransiskus pernah mengusulkan dilakukannya studi untuk mengetahui apakah Israel melakukan genosida terhadap rakyat Palestina. Usulan tersebut menuai kritik tajam dari para pejabat Israel.

Di sisi lain, Vatikan tetap berupaya mempertahankan tradisi netralitas diplomatiknya selama perang di Gaza. Selain menyerukan pemulangan para sandera, Vatikan sekaligus mengecam serangan Israel terhadap warga sipil di Gaza. Namun, baik mendiang Paus Fransiskus maupun Paus Leo XIV akhirnya menyuarakan kemarahan yang semakin besar atas tindakan Israel di Gaza. Akhir-akhir ini Paus Leo XIV mengintensifkan seruannya untuk menghentikan perang di Gaza.

Adapun pertemuan Paus Leo XIV dengan Herzog pada hari Kamis menjadi pertemuan pertama pemimpin tertinggi Gereja Katolik dengan Kepala Negara Israel. Sementara saat granat Israel menghantam satu-satunya Gereja Katolik di Gaza pada Juli lalu, Paus Leo XIV memilih berbicara melalui telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

“Fakta bahwa Paus Leo XIV, yang baru saja memulai masa jabatannya, menerima presiden negara Israel di Vatikan merupakan pernyataan yang sangat penting,” kata Herzog.

“Hal ini mencerminkan betapa pentingnya hubungan antara Takhta Suci dan Negara Israel, dan tentu saja dengan orang-orang Yahudi, serta pentingnya isu dan tantangan yang sangat sensitif yang kita alami saat ini,” imbuh Herzog.

Israel's President Isaac Herzog, left, meets with Pope Leo XIV in the pope's private library during a private audience at the Vatican, Thursday, Sep. 4, 2025. (Simone Risoluti/Vatican Media via AP)

Terkait solusi dua negara, Herzog juga mengungkapkan niat Israel untuk mengupayakan perdamaian. “Israel berupaya dengan segala cara yang memungkinkan untuk memulangkan para sandera dan bertekad untuk mengupayakan perdamaian, ketenangan, dan stabilitas di kawasan tersebut.

Kantor Presiden Herzog dalam sebuah pernyataan menggambarkan upaya Israel untuk memfasilitasi bantuan bagi warga Palestina di Gaza. Dalam pembicaraan itu, kedua pemimpin itu juga berdiskusi tentang meningkatnya antisemitisme di seluruh dunia dan pentingnya melindungi minoritas Kristen di Timur Tengah.

Dalam pertemuannya dengan Paus Leo XIV, Herzog meminta Leo untuk bertemu dengan keluarga para sandera. Ia juga meminta Leo menyerukan upaya internasional yang intensif untuk mengamankan pembebasan mereka.

Selain bertemu dengan Paus Leo XIV, di Vatikan Herzog juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Kardinal Pietro Parolin dan Menteri Luar Negeri Vatikan Uskup Agung Paul Gallagher. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Helena Fransisca Nababan
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase