Besok Prabowo Terbang ke Kairo, Terima Keketuaan D-8 dari Mesir

Seusai lawatan 17 hari di enam negara, November lalu, Presiden Prabowo kembali ke luar negeri. Kali ini, ke Kairo, Mesir, dan berlangsung selama dua hari.

16 Des 2024 18:31 WIB · Politik & Hukum

Oleh Suhartono .

JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan terbang ke Mesir untuk menghadiri KTT D-8 di Kairo, Mesir, Selasa (17/12/2024) pagi pukul 09.00 WIB. Menurut rencana, Prabowo akan berada di negara tersebut hingga 19 Desember 2024.

Lawatan ke Mesir menjadi kunjungan ke luar negeri yang kedua setelah lawatan pertamanya ke China, Amerika Serikat, Peru, Brasil, Inggris, dan Uni Emirat Arab (UEA) selama 17 hari pada November lalu. Presiden Prabowo mengucapkan sumpah janji dan jabatan di depan MPR pada 20 Oktober 2024.

D-8 merupakan kelompok kerja sama negara-negara Islam yang terdiri dari Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Kelompok ini bertujuan memperkuat kerja sama ekonomi dan kesejahteraan di antara negara-negara anggotanya.

”Ya, Presiden dijadwalkan akan menghadiri KTT D-8 di Kairo. Cuma dua hari saja, pada tanggal 17 sampai tanggal 19 Desember,” kata Kepala Protokol Negara Andy Rachmianto, yang juga Direktur Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri saat dikonfirmasi Kompas, Senin (16/12/2024).

Quote

Ya, Presiden dijadwalkan akan menghadiri KTT D-8 di Kairo. Cuma dua hari saja, pada tanggal 17 sampai tanggal 19 Desember.

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas secara daring untuk membahas penanganan erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki dari Washington DC, Amerika Serikat.

Dari informasi yang ditelusuri Kompas, Tim Advance Protokol Istana saat ini sudah berada di Kairo. Mereka sudah tiba sejak semalam untuk menyiapkan kehadiran Prabowo. Sebelumnya, mereka terbang ke negara tersebut dari Jakarta, sejak Sabtu lalu.

Menerima keketuaan D-8

Dari siaran pers tertulis Kementerian Luar Negeri, kunjungan Presiden Prabowo kali ini sangat penting dan signifikan. Pasalnya, Presiden akan menerima keketuaan D-8 dari Mesir ke Indonesia. Indonesia pada periode 2026-2027 akan menjadi ketua organisasi D-8 yang akan dimulai pada 1 Januari 2026.

Pembentukan Organisasi Kerja Sama Ekonomi D-8 sebelumnya diumumkan secara resmi melalui Deklarasi Istanbul pada Pertemuan Puncak Kepala Negara/Pemerintahan pada 15 Juni 1997.

Tujuan Organisasi Kerja Sama Ekonomi D-8 yaitu meningkatkan posisi negara-negara anggota dalam ekonomi global, mendiversifikasi dan menciptakan peluang baru dalam hubungan perdagangan, meningkatkan partisipasi dalam pengambilan keputusan di tingkat internasional, dan meningkatkan standar hidup.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kedua dari kiri) menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi D-8 di Istanbul, Turki, Jumat (20/10).

Organisasi Kerja Sama Ekonomi D-8 merupakan organisasi global, bukan organisasi regional, sebagaimana tecermin dalam komposisi anggotanya. Organisasi Kerja Sama Ekonomi D-8 merupakan forum yang tidak memberikan dampak buruk terhadap komitmen bilateral dan multilateral negara-negara anggota, yang berasal dari keanggotaan mereka di organisasi internasional atau regional lainnya.

Duta Besar Isiaka Abdulqadir Imam dari Nigeria saat ini tercatat sebagai Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Ekonomi D-8 dengan Sekretariatnya berpusat di Istanbul, Turki.

Kerja sama negara-negara Muslim

Quote

Dalam sejarahnya, gagasan kerja sama di antara negara-negara berkembang Muslim utama sebelumnya dicetuskan oleh Prof Dr Necmettin Erbakan, Perdana Menteri Republik Turki.

Dalam sejarahnya, gagasan kerja sama di antara negara-negara berkembang Muslim dicetuskan oleh Prof Dr Necmettin Erbakan, Perdana Menteri Republik Turki. Saat itu berbarengan digelarnya seminar tentang ”Kerja Sama dalam Pembangunan” yang diadakan di Istanbul pada Oktober 1996. Kelompok tersebut berharap adanya kerja sama di antara negara-negara yang membentang dari Asia Tenggara hingga Afrika.

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi (ketiga dari kanan) melambaikan tangan bersama para menteri luar negeri lainnya dalam sesi foto bersama menjelang sidang Konferensi Tingkat Tinggi D-8 di Istanbul, Turki, Kamis (19/10).

Waktu itu, tercatat, perwakilan dari Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, dan Pakistan menghadiri seminar tersebut. Konferensi ini merupakan langkah pertama menuju pembentukan Organisasi D-8 untuk Kerja Sama Ekonomi dan baru setelah serangkaian pertemuan persiapan, Organisasi D-8 untuk Kerja Sama Ekonomi didirikan secara resmi.

D-8 kemudian memulai kegiatannya dengan menggelar Deklarasi Istambul yang dikeluarkan pada akhir pertemuan puncak Kepala Negara dan Pemerintahan yang diadakan di Istanbul pada 15 Juni 1997. Presiden Soeharto waktu itu hadir dalam Deklarasi Istambul di Turki.


Kerabat Kerja

Penulis:

Suhartono .
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro