Setiap Olimpiade, atlet seluruh dunia berkumpul. Atlet ”biasa” dan bintang dunia tinggal bersama di perkampungan atlet.
24 Jul 2024 18:38 WIB · Olahraga
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/07/24/8783f1f8-4660-402e-b8da-0a99a2b1b46c_jpg.jpg)
Sejak pekan ini hingga sebulan ke depan, perkampungan atlet di Paris, Perancis, menjadi tempat tinggal bintang olahraga dunia dari 32 cabang. Sekitar 14.500 atlet dan pelatih dari 206 negara tinggal bersama di tempat dengan fasilitas lengkap untuk kemudian bersaing di arena berbeda.
Perkampungan atlet seluas 52 hektar dibuka pada 18 Juli untuk tempat tinggal atlet, pelatih, panitia, dan orang-orang dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) dengan total sekitar 14.500 orang. Mereka menjadi bagian dari pesta olahraga terakbar sedunia, Olimpiade Paris 2024, yang akan berlangsung 26 Juli hingga 11 Agustus. Setelah itu, tempat tersebut akan digunakan atlet yang akan mengikuti Paralimpiade pada 28 Agustus-8 September.
Dua kontingen pertama yang tiba di perkampungan atlet, pada 18 Juli, adalah Australia dan Brasil. Hampir sepekan kemudian, makin banyak atlet dari banyak negara yang mengunggah keberadaan mereka di perkampungan atlet, termasuk tim bulu tangkis Indonesia.
Jonatan Christie dan kawan-kawan masuk perkampungan atlet pada Selasa (23/7/2024) malam. Seperti disampaikan tim humas dan media PP PBSI dari Paris, mereka yang masuk tempat tinggal resmi peserta Olimpiade tersebut adalah atlet, lima pelatih teknik dari setiap nomor, dan pelatih kepala Rionny Mainaky.
Baca juga: Diawali Tim Panahan, Pertempuran Kontingen Indonesia di Olimpiade Paris Dimulai Besok
Selain Jonatan, atlet bulu tangkis Indonesia yang akan bersaing pada Olimpiade edisi ke-33 ini adalah Anthony Sinisuka Ginting, Gregoria Mariska Tunjung, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/07/20/2964afed-e86b-489d-a9c7-7a6d9fcb8cce_jpg.jpg)
Skuad bulu tangkis Indonesia berangkat ke Perancis pada 13 Juli untuk melakukan aklimatisasi di Chambly. Mereka didampingi tim pendukung yang lengkap, seperti pelatih fisik, dokter gizi, fisioterapis, sparring partner, dan mentor.
Selain Greysia Polii, salah satu mentor yang telah kembali ke Indonesia, semua mentor, tim sparring partner, dan dokter gizi akan kembali ke Indonesia pada 26 Juli. Adapun tim ad hoc, fisioterapis, pelatih fisik, dan masseur akan tinggal di Paris dengan menyewa apartemen dan kamar hotel untuk tetap memberi dukungan kepada atlet yang akan bertanding pada 27 Juli-5 Agustus.
Jonatan, yang akan bersaing pada Olimpiade kedua setelah Tokyo 2020, merasakan hal menarik dengan tinggal di perkampungan atlet. ”Kami bisa berbaur dan bertemu atlet lain. Di Tokyo saya bertemu Novak Djokovic (atlet tenis) dan pemain-pemain sepak bola yang terkenal. Itu hal yang tidak akan kita temukan kalau tidak berada di sana,” tutur Jonatan.
Baca juga: Rinov/Pitha Antusias Sekaligus Gugup
Petenis Jepang, Kei Nishikori, yang menjadi salah satu sorotan atlet lain, bahkan selalu menikmati masa-masa tinggal di perkampungan atlet. ”Tinggal di sini adalah pengalaman menyenangkan. Saya bisa melihat atlet-atlet lain dan itu menjadi motivasi bagi saya,” katanya.
Gregoria, yang juga tampil di Tokyo 2020, bahkan telah mengunggah fotonya bersama petenis Spanyol, Rafael Nadal, di Paris 2024. Nadal akan bertanding pada nomor tunggal dan ganda putra, bersama Carlos Alcaraz. Dia pun menunjukkan fotonya di perkampungan atlet bersama juara Perancis Terbuka dan Wimbledon itu. Nadal bahkan telah berlatih di Roland Garros, lapangan yang akan digunakan untuk persaingan petenis pada 27 Juli-4 Agustus.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/07/24/859ece41-a1eb-405d-8d27-6f1963c18054_jpg.jpg)
Bintang atletik Amerika Serikat, Noah Lyles, dan perenang AS peraih tujuh medali emas Olimpiade, Katie Ledecky, juga telah menunjukkan foto-foto mereka di perkampungan atlet. Begitu pula dengan bintang senam Simone Biles dan petenis Inggris Raya, Andy Murray, yang mengumumkan akan pensiun setelah Olimpiade.
Panitia membangun tempat tinggal atlet dengan inovasi yang akan membuat suhu udara di dalam unit lebih rendah setidaknya 6 derajat celsius dibandingkan di luar meskipun tanpa penyejuk udara. Untuk setiap penghuni, disediakan tempat tidur yang terbuat dari papan kardus seperti pada Olimpiade Tokyo 2020.
Agar atlet merasa nyaman tinggal di perkampungan yang berbentuk apartemen itu, panitia menyediakan berbagai fasilitas. Ruang makan yang bisa diisi 3.500 orang menyediakan ratusan jenis makanan selama 24 jam. Terdapat pula tempat latihan fisik, kolam renang, toko yang menyediakan kebutuhan sehari-hati, toko suvenir, dan area tempat hiburan.
Fasilitas lain adalah tempat pengasuhan anak untuk atlet yang membawa anak mereka. Selain itu, disediakan juga “Mindfulness Zone”, area bagi atlet untuk menenangkan diri di tengah besarnya tekanan dan ketatnya persaingan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/07/24/8a205792-23d2-492d-8eb0-aaa8bb70409f_jpg.jpg)
Di area tersebut, disediakan bean-bag, juga perlengkapan virtual reality agar atlet dapat merasakan ketenangan. Psikolog olahraga dari kontingen Taiwan, Ho Wan Jen, mengatakan, tempat tersebut bisa membuat atlet rileks di antara aktivitas berlatih dan bertanding. ”Ini juga bisa membantu saat merasa kecewa dengan performa mereka,” katanya.
Untuk atlet-atlet dari cabang perairan, seperti layar yang akan digelar di Teahupo’o, Tahiti, panitia menempatkan mereka di perkampungan atlet terapung. Atlet akan tinggal di kapal Aranui 5 yang bisa menampung 230 orang. (AFP)
Penulis:
YULIA SAPTHIANIEditor:
PRASETYO EKO PRIHANANTO