Harga Bitcoin naik 135 persen sejak awal 2024. Efek terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat jadi salah satu pendorong utamanya.
22 Nov 2024 12:56 WIB · Ekonomi
Tahun 2024 menjadi tahunnya Bitcoin. Aset dengan kode BTC itu sejak awal tahun sudah mengalami kenaikan harga 135 persen dari harga sekitar 40.000 dollar AS ke level 98.362 dollar AS per koin BTC pada Jumat (22/11/2024). Sejumlah sentimen di tahun ini membawa dampak signifikan pada dunia kripto di dunia dan Indonesia.
Kini, pasar menanti aset kripto terbesar itu menyentuh 100.000 dollar AS. Sejumlah analis optimistis level tersebut dapat ditembus sebelum pergantian tahun ke 2025. Ini didukung dengan berhasilnya Bitcoin menembus level support yang mampu menahan penurunan dari harga 97.000 dollar AS pada pekan ini.
Sejumlah analis optimistis level tersebut dapat ditembus sebelum pergantian tahun ke 2025.
Fyqieh Fachrur dari platform jual beli kripto di Indonesia, Tokocrypto, juga memproyeksikan terciptanya rekor baru. Namun, potensi koreksi atau penurunan kemungkinan terjadi sebelum melanjutkan tren kenaikan.
”Jika Bitcoin mengalami kemunduran, mungkin itu bukan penurunan tajam. Bisa jadi hanya koreksi menyamping, yang masih akan memungkinkan pergerakan naik lebih lanjut setelahnya. Kuncinya di sini ialah memperhatikan kelanjutan di atas level kunci dan mengawasi altcoin individual,” tuturnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/22/f40c8cb2f6c32bd25da42a0649814a8b-Screenshot_20241122_113410_Samsung_Notes.jpg)
Di sisi lain, Fachrur melanjutkan, kenaikan harga Bitcoin tidak membuat aset kripto lainnya yang disebut alternative coin (altcoin) banyak bergerak. Dominasi pasar Bitcoin dapat meningkat hingga 66 persen sebelum akhir 2024, yang dapat menunda musim altcoin hingga awal 2025.
Kenaikan harga Bitcoin, Fyqieh berpendapat, disebabkan beberapa faktor. Pertama, ramainya perdagangan produk Exchange Traded Fund (ETF) BTC spot yang disebut sebagai katalis utama reli ini.
Berdasarkan data Glassnode, arus masuk pada produk investasi mirip reksa dana yang sudah diperdagangkan di AS sejak 11 Januari 2024 itu telah mencapai 28,7 miliar dollar AS dalam 30 hari terakhir, dengan total lebih dari 1 juta BTC senilai hampir 100 miliar dollar AS.
Perdagangan ETF BTC di AS belakangan juga didukung Jan van Eck, CEO perusahaan keuangan ternama AS yang juga menjadi penerbit Ethereum spot. Berdasarkan analisis komparatifnya, Jan memproyeksikan kapitalisasi pasar Bitcoin pada akhirnya akan mencapai setengah dari total kapitalisasi pasar emas.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/01/31/a7517842-e7df-42ad-b93d-8e3eca9efc40_jpg.jpg)
Membaca prediksi tersebut, Analyst Reku, Fahmi Almuttaqin, menyebut, kapitalisasi Bitcoin yang saat ini mencapai 1,8 triliun dollar AS bisa tumbuh hampir lima kali lipat ke 8,8 triliun dollar AS. Jika ini terjadi, Bitcoin bisa mencapai setengah kapitalisasi pasar emas yang kini mencapai 17,6 triliun dollar AS.
Meski masih jauh dari kapitalisasi produk emas, pertumbuhan Bitcoin membuat kapitalisasi pasar aset ini menggeser kapitalisasi pasar Meta (Facebook), perak, dan Saudi Aramco, yang merupakan perusahaan terbesar di Asia.
”Peningkatan tersebut selain meningkatkan kredibilitas dan legitimasi Bitcoin, juga semakin membuktikan posisi Bitcoin sebagai instrumen investasi strategis di tengah tren pertumbuhan ekonomi yang terjadi saat ini, yakni inovasi teknologi menjadi faktor pendorong utama meningkatnya nilai,” kata Fahmi dalam keterangan tertulisnya.
Penguatan harga Bitcoin, menurut para analis, juga dipengaruhi oleh data ekonomi dan ekspektasi kebijakan di AS. Pengaruh itu antara lain datang dari rencana kebijakan Presiden AS terpilih, Donald Trump, dan arah kebijakan moneter bank sentral AS, The Federal Reserve atau The Fed.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/13/6146153e-f23c-47f5-8cb1-2f349abaf0eb_jpg.jpg)
Reuters, Jumat (22/11/2024), menyebut, kemenangan Trump dalam pemilu 5 November lalu membuat harga Bitcoin tumbuh 40 persen. Kemenangan melawan kandidat asal Partai Demokrat, Kamala Harris, itu juga membuat harga mata uang kripto Ethereum yang terkenal tumbuh 8,77 persen ke harga 3.350 dollar AS per koin.
Trump dikenal pro perkembangan aset kripto. Trump selama kampanye berjanji menjadikan Amerika Serikat sebagai ”ibu kota kripto di planet ini” dan mengumpulkan persediaan Bitcoin nasional. Trump juga meluncurkan bisnis kripto baru, World Liberty Financial, pada September.
Meskipun detail tentang bisnis tersebut masih sedikit, investor menganggap minat Trump pada sektor tersebut sebagai sinyal positif.
Setelah terpilih kembali sebagai presiden, Trump berencana menempatkan sejumlah anggota parlemen pro kripto di sejumlah lembaga negara. Ia juga akan mengganti Gary Gensler dari posisi Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa AS karena selama ini dianggap tidak ramah perkembangan kripto.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/09/1bade828-6f4d-49ec-bbbe-93238e6553f6_jpeg.jpg)
Selain itu, faktor kebijakan suku bunga yang diatur The Fed juga dibaca investor kripto. Komitmen pemimpin The Fed, Jerome Powell, untuk terus mengawal tren kebijakan suku bunga telah cukup berhasil menekan inflasi dan menjaga pertumbuhan ekonomi.
Ini membuat investor kripto cukup optimistis akan adanya penurunan suku bunga lanjutan di Desember 2024. Walaupun prediksi itu bisa berubah, penurunan suku bunga mendukung iklim investasi Bitcoin.
Pengamat teknologi sekaligus Direktur Eksekutif Information Communication Technology Institute Heru Sutadi saat dihubungi Kompas mengatakan, fenomena di luar negeri, khususnya AS, masih menjadi faktor pesatnya pertumbuhan aset kripto.
Namun, ia mengingatkan investor untuk berhati-hati karena fundamental kripto belum sekuat perubahan sentimen pembentukan harga.
”Fluktuasi harga kripto sangat sulit ditebak, berbeda dengan pergerakan harga saham, contohnya. Apa yang disampaikan Trump, misalnya, bisa dengan cepat menaikkan harga Bitcoin. Demikian juga dengan isu dunia lainnya yang bisa menimbulkan fluktuasi harga,” ujarnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/12/f14ff9c7-0ae0-4100-a165-c7b5f23b3d47_jpg.jpg)
Pertumbuhan aset Bitcoin pada 2024 juga disumbang tingginya animo investor di Indonesia. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat jumlah transaksi aset kripto di Indonesia telah menembus Rp 475,13 triliun sepanjang Januari-Oktober 2024.
Nilai tersebut meningkat 352,89 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu Rp 104,91 triliun. Besarnya transaksi tersebut telah menghasilkan penerimaan pajak dari transaksi kripto senilai Rp 942,88 miliar sejak 2022 sampai dengan Oktober 2024.
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat jumlah transaksi aset kripto di Indonesia telah menembus Rp 475,13 trilun sepanjang Januari-Oktober 2024.
Kepala Bappebti Kasan, dalam keterangannya, Kamis (21/11/2024), menyampaikan, pertumbuhan transaksi perdagangan aset kripto membuktikan perdagangan aset kripto merupakan salah satu pilihan perdagangan yang diminati masyarakat.
Jumlah pelanggan aset kripto hingga Oktober 2024 mencapai 21,63 juta pelanggan. Sementara itu, pelanggan yang aktif bertransaksi melalui Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) dan Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) pada Oktober 2024 berjumlah 716.000 pelanggan. Adapun jenis aset kripto dengan nilai transaksi terbesar di PFAK pada Oktober 2024 yaitu Tether, Ethereum, Bitcoin, Pepe, dan Solana.
”Peningkatan jumlah pelanggan saat ini menunjukkan potensi pasar aset kripto di Indonesia yang masih sangat besar. Ke depan, Indonesia diharapkan mampu menjadi salah satu pemimpin pasar kripto di dunia,” kata Kasan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/02/25/5e44307d-0483-4f9e-9d0a-9df909c7efc6.jpg)
Guna mengembangkan ekosistem dan tata kelola aset kripto, Bappebti turut memperkuat kolaborasi dengan Organisasi Regulator Mandiri (Self Regulatory Organization/SRO), asosiasi, dan para pemangku kepentingan terkait. Penguatan literasi juga menjadi langkah strategis yang perlu dilakukan semua ekosistem pendukung perdagangan kripto.
Sekretaris Bappebti Olvy Andrianita menegaskan, semua pihak harus konsisten dalam memberikan literasi untuk penguatan pelindungan kepada masyarakat. Terlebih, mayoritas pelanggan perdagangan aset kripto adalah generasi muda.
”Berdasarkan data demografi yang tercatat di Bappebti, 75 persen pelanggan aset kripto berusia 18-35 tahun. Untuk itu, penguatan literasi mutlak diperlukan. Bappebti meyakini, perdagangan aset kripto di Indonesia akan terus tumbuh seiring dengan peningkatan minat pelanggan usia muda,” tutur Olvy.
Berdasarkan data demografi yang tercatat di Bappebti, 75 persen pelanggan aset kripto berusia 18-35 tahun.
Menanggapi data tersebut, Heru juga mengingatkan anak muda yang mendominasi pelaku perdagangan kripto agar dapat secara matang mengenali risiko-risiko berdagang di produk kripto. Ini antara lain menyangkut konsep uang kripto, desentralisasi keuangan, dan teknologi terkait dalam jangka panjang.
”Intinya harus rasional, memiliki pemahaman baik, dan mengikuti prinsip berinvestasi sehat agar dapat manfaatkan peluang tanpa terjebak di risiko besar,” katanya.
Penulis:
Erika KurniaEditor:
FX Laksana Agung Saputra