Oleh Rian Septiandi
24 Jun 2025 08:00 WIB · Metropolitan
Dalam rangka HUT DKI Jakarta, Blok M menjadi saksi perkembangan sebuah kota satelit di DKI Jakarta. Kawasan ikonik Blok M yang menjadi primadona anak muda Jakarta hingga awal 2000-an bisa dibilang sempat mati suri. Lorong-lorong Pasaraya dan Melawai yang sempat dijuluki The Next Harajuku seolah ditinggalkan zaman. Namun, bagaimana bisa sebuah pusat keramaian yang sempat menjadi kiblat muda-mudi ibu kota, akhirnya tenggelam dan sepi? Dan bagaimana Blok M yang sudah sekarat tetapi menolak mati selamanya hingga belakangan kembali hidup? Sejak awal berdirinya Kota Satelit Kebayoran Baru medio 1950-an, kawasan Blok M telah dihantam perubahan zaman bertubi-tubi menjadikan Blok M sebagai saksi bisu perjalanan perkembangan sebuah kota. Namun bagaimana Blok M selalu bisa bangkit kembali dan kini bahkan dicanangkan menjadi “ibu kota” ASEAN? Soal riwayat perkembangan BLok M, ada satu hal yang berpengaruh besar, yaitu perkembangan transportasi kawasan sekitarnya, yang kala itu bernama Kota Satelit Kebayoran Baru.
Penulis:
Rian SeptiandiEditor:
Gregorius Magnus Finesso, Andri SetiantoVideo:
Albertus Prahasta WibowoPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul