Bom Israel Kembali Terkonfirmasi Tewaskan Warganya di Gaza

Sejumlah tentara dan warga Israel tewas akibat pengeboman Israel ke Gaza. Pengeboman juga menyulitkan pemulangan jenazah

15 Okt 2025 18:00 WIB · Internasional

Oleh Kris Mada

TEL AVIV, SENIN — Jenazah Tamir Nimrodi, tentara Israel yang ditangkap Hamas di perbatasan Israel-Gaza, menjadi salah satu yang dikembalikan pada Rabu (15/10/2025). Keluarga mengonfirmasi, pria itu tewas akibat pengeboman Israel di Gaza.

Jenazah Nimrodi dipulangkan bersama jenazah Etan Levi dan Ouriel Baruch. Nimrodi sedang berjaga di salah satu pos militer Israel, IDF atau Tzahal, di perbatasan Gaza pada 7 Oktober 2023.

Ia salah satu tentara Israel yang ditangkap lalu ditawan di Gaza. Selain dia, Hamas juga menangkap Ron Sherman dan Nik Baizer yang juga dari pos itu. "Tamir diculik hidup dari pangkalannya dan tewas oleh pengeboman IDF," demikian pernyataan keluarganya sebagaimana dikutip media-media Israel, seperti The Jerusalem Post dan Times of Israel.

Pernyataan itu sekaligus mengoreksi pernyataan mereka sebelumnya. Dulu, mereka menyebut Nimrodi dibunuh Hamas. Kini, terbukti Nimrodi tewas akibat pengeboman Israel ke Gaza.

Sejumlah tentara dan warga Israel tewas akibat pengeboman Israel ke Gaza. Sherman dan Baizer sebagian dari korban itu.

Mereka ditahan di berbagai lokasi rahasia Hamas dan sejumlah kelompok perjuangan kemerdekaan Palestina. Lokasi-lokasi itu menjadi sasaran pengeboman Israel sejak 8 Oktober 2023.

Nimrodi, Sherman, dan Baizer adalah sebagian tentara yang ditangkap dalam serbuan Hamas. Meski berstatus tentara aktif dan berada di pangkalan, Israel dan sekutunya menyebut Nimrodi dan lainnya sebagai sandera korban penculikan.

Selain tentara aktif seperti Nimrodi, yang ditangkap termasuk tentara cadangan atau tentara bebas tugas. Sebagian sedang menghadiri konser musik dekat perbatasan Gaza, Nova Festival.

Relatives of hostages whose bodies are still in Gaza Strip shout slogans calling for their release at the plaza known as hostages square, in Tel Aviv, Israel, Tuesday, Oct. 14, 2025. (AP Photo/Francisco Seco)

Persetujuan festival antara lain diberikan oleh Komandan Brigade Utara pada Divisi Gaza, Letnan Kolonel Haim Cohen. Media Israel, Haarezt, melaporkan Cohen meninjau lokasi festival itu pada 7 Oktober 2023 pukul 05.30.

Waktu itu, ia tidak melihat ada alasan harus menambah pasukan penjaga di lokasi yang berdekatan dengan perbatasan Gaza tersebut. Padahal, ada sekitar 4.000 penonton dan hanya 50 polisi di lokasi festival.

Cohen ke sana karena pada 6 Oktober 2023 malam, setidaknya dua lembaga intelijen Israel melaporkan peningkatan aktivitas Hamas dekat perbatasan Israel. Lembaga itu adalah Shin Bet atau Badan Keamanan Dalam Negeri Israel dan Aman atau Direktorat Intelijen Militer Israel.

Sebelum berangkat, ia melapor ke atasannya, Brigadir Jenderal Avi Rosenfeld. Mendengar laporan Cohen, Rosenfeld hanya menanggapi untuk tidak tergesa-gesa ke lokasi.

Selepas meninjau lokasi, Cohen menganjurkan penambahan pasukan. Walakin, hal itu tidak terjadi sampai Hamas serta berbagai kelompok perjuangan kemerdekaan Palestina menyerang.

Pemulangan jenazah

Serangan, antara lain, menewaskan kolega Cohen di Brigade Gaza, Letkol Asaf Hamami. Jenazah Hamani dibawa ke Gaza dan belum dikembalikan sampai sekarang.

Saat Israel-Hamas sepakat gencatan senjata pekan lalu, salah satu pokok persetujuan adalah pemulangan jenazah 28 tawanan dan sandera. Tidak seperti tawanan dan sandera hidup, pemulangan jenazah lebih sulit.

Juru runding Israel untuk pembebasan tawanan dari Gaza, Gershon Baskin mengatakan, ada tantangan serius soal pengembalian. Tantangan itu adalah melacak lokasi jenazah dikubur atau disimpan di Gaza.

Pelacakan sulit karena para komandan lapangan kelompok perjuangan Palestina banyak yang dibunuh Israel. Padahal, para komandan itu yang tahu di mana jenazah orang Israel dikuburkan. Kondisi semakin berat karena Gaza praktis hancur lebur akibat pengeboman Israel dua tahun terakhir.

Baskin mengatakan, telah menyampaikan isu itu kepada Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Perdamaian Steve Witkoff. ”Saya bilang ke dia ini akan jadi masalah,” kata dia kepada CBS News.

Israel berkeras, gencatan senjata tidak akan berlanjut kalau pemulangan jenazah tidak dilakukan. Dengan alasan pemulangan terlambat, Israel masih menghambat akses pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kris Mada
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase