Dipicu perihal perpanjangan kontrak, hubungan antara Real Madrid dan Vinicius Junior memburuk. Situasi diperparah dengan kegemaran Xabi Alonso merotasi lini serang.
22 Sep 2025 18:18 WIB · Olahraga
Di masa lalu, Vinicius Junior punya hubungan istimewa dengan Real Madrid. Romantisisme itu kini tinggal kenangan seiring memanasnya hubungan mereka. Diawali masalah perpanjangan kontrak, Vinicius kini semakin tidak kerasan di Real. Musim ini belum sekali pun Vinicius mendapatkan kepercayaan tampil secara penuh.
Rusaknya hubungan antara Real dan Vinicius ditengarai bakal menjadi bom waktu. Media-media di Spanyol mulai memperkirakan Vinicius bisa saja angkat kaki dari Real pada bursa transfer pertengahan musim.
Semenjak berseragam Real, ego Vinicius perlahan membesar. Dia merasa sebagai megabintang setelah menjadi tumpuan lini serang Real selepas kepergian Karim Benzema. Apalagi setelah Vinicius berjasa mengantarkan Real meraih gelar Liga Champions Eropa dan Liga Spanyol dua musim lalu.
Perlakuan istimewa Real di masa lalu terhadap Vinicius telah menjadi bumerang. Berkat kontribusi besarnya di atas lapangan, Presiden Real Florentino Perez seperti menempatkan Vinicius di atas klub.
Kedatangan Kylian Mbappe yang mendapat bayaran tertinggi di antara para pemain mengusik ego Vinicius. Merasa berkontribusi, ia tergoda mendapatkan penghasilan yang melampaui Mbappe.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/22/8bab715f1cb0c65e886e44d25697b42f-FBL_ESP_LIGA_REAL_MADRID_ESPANYOL_132721482.jpg)
Faktor itu yang menyebabkan negosiasi perpanjangan kontrak Vinicius berjalan alot. Kontraknya di Real masih tersisa hingga 2027. Namun, saat pihak Real menyodori perpanjangan kontrak, Vinicius memilih menunda pembicaraan hingga tuntutannya mendapatkan gaji selangit terpenuhi.
”Ia (Vinicius) yakin kontribusinya layak mendapatkan angka yang jauh lebih tinggi dan telah menyatakan bahwa menerima tawaran gaji tahunan sebesar 20 juta euro (Rp 390 miliar) tidak akan sesuai dengan nilai pasarnya,” ujar jurnalis Spanyol, Tono Garcia, dalam diskusi di program El Larguero, awal Agustus 2025.
Saat negosiasi kontrak menemui jalan buntu, Vinicius semakin tidak nyaman berada di dalam tim. Sebab, ia mulai sulit tampil secara penuh semenjak kedatangan penyerang sayap kanan Franco Mastantuono.
Tambahan satu pemain baru di lini serang membuat Pelatih Xabi Alonso memberlakukan kebijakan rotasi. Mastantuono mulai mendapatkan kepercayaan yang menyebabkan Rodrygo kehilangan tempat di sayap kanan. Alhasil, Alonso pun menggeser Rodrygo ke sayap kiri, posisi yang selama ini menjadi milik Vinicius.
Vinicius kesulitan memahami bahwa ia bukan lagi pemain papan atas. Ia kini tak lebih dari sekadar pemain sayap Mbappe.
Situasi tersebut pada akhirnya membuat Vinicius tidak pernah tampil penuh musim ini. Dari total enam laga Real sejauh ini, Vinicius dua kali masuk sebagai pemain pengganti dan sisanya dipercaya sebagai pemain mula. Meski empat kali tampil sebagai pemain mula, ia selalu diganti sehingga tidak pernah menyelesaikan pertandingan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/22/8cb620e01b0e2b78ae35fb37488149bd-FBL_ESP_LIGA_REAL_MADRID_ESPANYOL_132721833.jpg)
Puncaknya adalah saat Vinicius naik pitam saat kembali ditarik keluar pada laga menghadapi Espanyol. Alonso berusaha menenangkannya, tetapi itu tidak banyak membantu. Vinicius tertangkap kamera mengamuk dan melempar botol sembari berjalan ke ruang ganti.
”Vinicius kesulitan memahami bahwa ia bukan lagi pemain papan atas. Ia kini tak lebih dari sekadar pemain sayap Mbappe. Ia kesulitan memahami bahwa ia tak lagi menyandang status bintang,” ujar jurnalis Spanyol Miguel Angel Toribio dikutip dari Marca.
Alonso memang tidak memberikan perlakuan khusus kepada Vinicius sebagaimana dilakukan pendahulunya, Carlo Ancelotti. Hingga akhir musim, Xabi diyakini tidak akan memberi Vinicius keistimewaan hanya agar membuat satu pemain nyaman.
Bagaimanapun, filosofi permainan Alonso menekankan pada kolektivitas tim. Ia hanya akan memainkan mereka yang dinilai siap dan bersedia menjalankan instruksinya. Tidak ada bintang di dalam tim. Setiap pemain harus rela ditarik keluar demi menjalankan visi pelatih.
”Satu-satunya hal yang kurang dari Vinicius adalah gol. Memang benar dia keluar lapangan saat kondisinya sedang prima dan saya bisa saja menunggu sebentar untuk menggantikannya. Tetapi, saya mengerti bahwa kami membutuhkan pemain-pemain segar untuk mempertahankan kendali. Vinicius ingin tetap bermain karena dia merasa baik,” ujar Alonso saat disinggung mengenai keputusannya menarik Vinicius di laga kontra Espanyol.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/22/ac509313b386cc25360f46e58e0f06e2-FBL_EUR_C1_REAL_MADRID_MARSEILLE_132621419.jpg)
Dengan begitu, penggemar Real hampir pasti akan lebih sering melihat Vinicius ditarik keluar atau mengawali laga dari bangku cadangan. Situasi itu tidak ideal, bahkan sangat tidak nyaman untuk Vinicius yang punya ego seluas samudra.
Ini akan menjadi masalah besar bagi Real, bagaikan bom yang menyala perlahan di ruang ganti. Vinicius tidak akan mau menjadi pemain pengganti dalam sisa pertandingan hingga akhir musim. Saat ini Vinicius dikabarkan tengah didekati Liga Pro Saudi. Jika ada penawaran menggiurkan, bukan hal yang mustahil Real akan menjualnya demi meminimalkan drama di internal tim.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto