Warga Desa Ichinono membuat boneka berukuran manusia agar desanya ramai setelah ditinggalkan anak-anak mudanya ke kota. Kalau di malam hari, mungkin jadi agak seram.
03 Nov 2024 17:03 WIB · Internasional
Oleh Luki Aulia - [email protected]
Ichinono
Gara-gara ditinggalkan sebagian besar penduduknya, Desa Ichinono di di Tamba-Sasayama, Prefektur Hyogo, Jepang, bagaikan desa-desa di film kiamat zombie. Warga desanya tersisa 60 orang. Itu pun mayoritas sudah berusia pensiun.
Anak-anak mudanya pindah ke kota untuk bersekolah dan bekerja. Untuk mengurangi rasa sepi dan sunyi, warga desa itu membuat boneka-boneka seukuran manusia yang diletakkan di rumah dan di tempat umum.
Situs NBC, 27 Oktober 2024, menyebutkan ada boneka manekin yang sudah jadi, tetapi lebih banyak boneka yang dijahit sendiri oleh warga. Ada boneka yang sedang naik ayunan, ada juga yang sedang mendorong gerobak kayu bakar sambil tersenyum.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/03/a26bc0d4aac02fdcb9050bdce47b42c5-000_36KR3FM.jpg)
Di tengah-tengah kebun ada boneka perempuan memakai baju hangat dan duduk di ayunan kayu. Ada juga boneka laki-laki dan perempuan berhelm merah yang duduk di atas skuter seperti siap berangkat. Di sudut desa yang lain ada keluarga boneka yang seperti sedang mengumpulkan kayu dan memasukkannya ke gerobak.
Sebenarnya, dengan memasang boneka-boneka itu suasana desa menjadi agak menakutkan bagi pengunjung. ”Kami mungkin kalah jumlah dengan boneka,” kata Hisayo Yamazaki (88) kepada kantor berita Agence France-Presse.
Kebanyakan keluarga di Ichinono dulunya memiliki anak, tetapi anak-anak itu kemudian didorong untuk pergi ke tempat lain. ”Kami sekarang menanggung akibatnya,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/03/07d6ef93c89f4ca73d525362d7c08248-000_36KH4FA.jpg)
Biro Statistik Nasional Jepang menyebutkan, Jepang memiliki persentase penduduk berusia di atas 65 tahun tertinggi di dunia, yakni 36,25 juta jiwa atau 29,3 persen dari total penduduk.
Data tahun 2023 dari Kementerian Dalam Negeri Jepang menunjukkan jumlah penduduk Jepang menurun terus selama 15 tahun berturut-turut. Usia rata-rata Jepang naik sejak 1950 pada angka 49,1 tahun.
Dari semua warga yang tua dan ”warga” boneka, ada juga warga yang masih muda, pasangan Rie Kato (33) dan Toshiki Kato (31). Mereka pindah ke desa itu dari kota Osaka setelah jam kerja mereka menjadi fleksibel sejak pandemi Covid-19. Anak mereka, Kuranosuke Kato (2), menjadi bayi pertama yang lahir di Ichinono dalam 20 tahun terakhir.
Penulis:
Luki AuliaEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Kusnadi undefined