Borobudur Marathon 2024 Mulai Lebih Pagi, Ringankan Langkah Pelari

Penyempurnaan yang dilakukan pada penyelenggaraan Bank Jateng Borobudur Marathon 2024 menuai hasil positif.

01 Des 2024 15:43 WIB · ekonomi

Oleh Mohamad Final Daeng, Nino Citra Anugrahanto

MAGELANG, KOMPAS — Waktu start lomba Bank Jateng Borobudur Marathon 2024 yang dimajukan menjadi lebih pagi berdampak positif bagi para pelari. Mereka bisa memacu performa lebih baik karena stamina tak terkuras oleh sengatan matahari. Hal ini membuat jumlah peserta yang bisa menyelesaikan lomba tinggi, yakni di atas 90 persen.

Titik start dan finis perlombaan tahunan ini digelar di Taman Lumbini Kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (1/12/2024). Sebanyak 10.500 peserta dari 28 negara mengikuti lomba lari dalam tiga kategori, yakni 10 kilometer (km), half marathon (21,1 km), dan marathon (42,2 km).

Jumlah peserta terbanyak pada kategori half marathon, yakni sebanyak 4.250 orang. Adapun kategori 10K diikuti 4.100 peserta dan marathon sebanyak 2.150 peserta. Terdapat pula 75 pelari elite nasional dan mancanegara yang berpartisipasi dalam perlombaan berstatus ”Label” dari induk olahraga atletik dunia, World Athletics, ini.

Lomba untuk kategori marathon tahun ini dimulai pukul 4.30 WIB, lebih awal 30 menit dari waktu start di tahun lalu. Begitu pula untuk start kategori setelahnya, yakni half marathon yang dimulai pukul 5.00 WIB dan 10K yang dimulai pukul 5.40 WIB.

Para pelari berpartisipasi dalam Bank Jateng Borobudur Marathon 2024, Minggu (1/12/2024). Borobudur Marathon 2024 diikuti oleh 10.500 pelari dalam tiga kategori, yaitu lari marathon, half marathon, dan 10 kilometer. Kompas/Yuniadhi Agung (MYE) 01-12-2024

Dalam jumpa pers seusai lomba, juara pertama marathon kategori putri nasional, Irma Handayani, mengatakan, start lebih awal 30 menit itu membawa efek yang baik bagi pelari. ”Sebelum matahari terbit, kita sudah (melaju) jauh. Jadi, bisa terhindar panas,” ujarnya.

Hal ini berbeda dengan kondisi tahun lalu saat waktu start marathon pada pukul 5.00 WIB. Ditambah lagi tahun lalu terjadi kondisi cuaca panas ekstrem sehingga menyebabkan banyak pelari tak bisa menyelesaikan lomba.

Tahun lalu, panitia bahkan harus menghentikan lomba kategori marathon pada pukul 10.30 WIB karena cuaca panas ekstrem melanda Magelang. Penghentian itu lebih cepat dari jadwal cut off time lomba yang seharusnya 7 jam atau hingga pukul 12.00 WIB.

Irma menambahkan, start lebih awal itu juga ditunjang dengan kondisi jalur yang lebih steril dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Semua perangkat dan kelengkapan lomba pun tertata rapi, sesuai status ”Label” yang disandang dari World Athletics sehingga mendukung pelari memacu kemampuan terbaiknya.

Infografik Rute Borobudur Marathon 2024

Start lebih awal juga dinilai sangat berdampak positif oleh Nofeldi Petingko, pemenang kategori marathon putra nasional. Tahun lalu, Nofeldi juga berpartisipasi dalam Borobudur Marathon, tetapi langkahnya terhenti di Km 20.

”Saya rasa ini (start lebih awal) sangat baik dibanding tahun kemarin. Saya sempat merasakan juga start agak siang, bagi atlet itu agak sulit untuk mendapatkan waktu terbaik,” kata atlet pelatnas asal Sulawesi Tengah itu.

Quote

Suhu udara yang lebih dingin membuat energi tak terlalu terkuras pada 2-3 kilometer awal lomba.

Bukan hanya para pelari elite, start lebih awal ini juga diapresiasi oleh pelari umum. Selain itu, cuaca mendung yang memayungi Magelang pada Minggu pagi turut membantu meringankan langkah pelari pula.

”Suhu udara yang lebih dingin membuat energi tak terlalu terkuras pada 2-3 kilometer awal lomba. Jadi, langkah selanjutnya bisa lebih stabil,” ujar Roni (51), peserta half marathon asal Jakarta.

Pelari kategori 10K Bank Jateng Borobudur Marathon 2024 mulai melaju dari area Taman Lumbini Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (1/12/2024). . Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

Sementara itu, Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas Adi Prinantyo mengatakan, cuaca mendung di sepanjang lomba membuat kondisi lintasan sejuk sehingga ideal untuk pelari. Start lebih awal juga membuat tingkat penyelesaian lomba tinggi.

Hingga pukul 10.30 WIB, Adi mengatakan, sebanyak 9.480 peserta dari ketiga kategori telah menyelesaikan lomba. ”Ini angka yang cukup bagus karena sudah di atas 90 persen,” ujarnya.

Adapun jumlah pelari yang harus menjalani penanganan medis tingkat sedang dan berat sebanyak 30 orang, sedangkan pelari yang ditangani medis ringan sebanyak 80 orang. ”Penanganan medis berjalan efektif karena tahun ini tenda perawatan dan pemulihan dipisah, sedangkan tahun lalu masih dijadikan satu,” ujar Adi.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Jateng Aris Setiawan menyatakan, sejak start hingga finis, antusiasme warga di sekitar Borobudur sangat tinggi. Mereka menyambut dan menyemangati para pelari di sepanjang lintasan lari.

”Ini menunjukkan betapa event ini betul-betul ditunggu-tunggu. Dampaknya terhadap perekonomian juga kelihatan, contohnya hotel-hotel penuh,” katanya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Mohamad Final Daeng, Nino Citra Anugrahanto
 | 

Editor:

Rini Kustiasih