Bos Kripto Makan Pisang Senilai 6,2 Juta Dollar AS

Justin membeli pisang dan memakannya bukan soal material, yaitu pisangnya. Ia membeli mahal tentang kisah dan konsep yang diusung senimannya.

05 Des 2024 10:00 WIB · Opini

Oleh Andreas Maryoto

Pengusaha aset kripto kelahiran China, Justin Sun, pekan lalu, membeli karya seni senilai 6,2 juta dollar AS yang hanya terdiri atas pisang yang ditempel di dinding dengan plakban. Ia memakan pisang tersebut pada hari Jumat dalam sebuah  yang aksi dibanggakannya di media sosial. Mengapa bos kripto berani mengeluarkan uang sebesar itu untuk aksi yang sepele?

Justin Sun, pendiri platform mata uang kripto Tron, memakan karya seni pisang yang terdiri atas pisang segar yang ditempel di dinding dengan plakban di Hong Kong pada Jumat (30/11/2024). Tindakan itu dilakukan setelah ia membeli karya seni konseptual yang provokatif oleh seniman Italia, Maurizio Cattelan, di sebuah balai lelang New York. Karya seni itu berjudul Comedian.

”Banyak teman bertanya kepada saya tentang rasa pisang itu,” tulis Sun dalam sebuah unggahan di akun X miliknya bersamaan dengan konten berupa video saat dirinya memakan karya seni itu. Ia menambahkan, seperti dikutip laman NPR, sejujurnya, untuk pisang dengan sebuah kisah, rasanya tentu saja berbeda dari pisang biasa. Ia mengaku, dengan memakan pisang itu, bisa merasakan sedikit seperti apa rasa pisang Big Mike yang terkenal pada lebih dari 100 tahun lalu. Sun menyebut pisang Big Mike karena sempat terkenal pada zamannya. Kabarnya pisang ini nyaris musnah dan sulit dicari saat ini.

FILE - People react to the artist Maurizio Cattelan's piece of art "Comedian" during an auction preview at Sotheby's in New York, Monday, Nov. 11, 2024. (AP Photo/Eduardo Munoz Alvarez, File)

Pisang Big Mike atau disebut juga Gros Michel adalah jenis pisang hasil persilangan yang menjadi standar pisang di seluruh Amerika Serikat sejak tahun 1870 hingga sekitar 1950. Saat itu pisang dijual 2 dollar AS per ikat di Jersey City. Pisang kualitas ekspor ini terkenal karena sifat fisiknya yang membuat pisang ini menjadi produk ekspor yang sangat baik. Kulitnya yang tebal membuatnya tahan terhadap memar selama transportasi dan tandannya yang padat membuatnya mudah dikirim.

Quote

Nilai riil (dari pisang ini) adalah konsep karya itu sendiri.

Big Mike kembali muncul karena diperbincangkan di dunia maya. Mereka membicarakannya dan tak sedikit yang penasaran dan memuja pisang ini. ”Saya benar-benar ingin mencobanya,” tulis seorang pengguna forum obrolan soal pisang. Ia berjanji akan membayar ”seharga selangit” untuk pisang tersebut. Yang lain mengklaim bahwa pisang tersebut begitu lezat sehingga pisang Cavendish biasa terasa menjijikkan jika dibandingkan. Saat ini, pisang tersebut hampir hilang dari pasar konsumen di Amerika Serikat—menemukannya akan menjadi tantangan, dan mungkin mustahil.

Kisah dan Konsep

Dari pisang yang sebenarnya di Indonesia dikenal sebagai pisang ambon, Justin Sun bicara tentang kisah dan konsep. Justin membeli pisang dan memakannya bukan soal material, yaitu pisangnya. Ia membeli mahal tentang kisah dan konsep yang diusung senimannya.

”Nilai riil (dari pisang ini) adalah konsep karya itu sendiri,” kata Justin seperti yang dikutip The Financial Time. Ia menyamakan ”kemahalan” karya seni pisang itu dengan aset kripto. Aset kripto bila dinilai dari sisi ”materialnya” adalah produk kriptografi. Menjadi mahal ketika pisang dipasang dengan plakban sebagai karya seni, sementara aset kripto menjadi mahal karena memberi harapan bagi investor nilainya akan terus menanjak dan menjadi alat transaksi.

Di laman Investopedia, kita bisa makin yakin tentang nilai aset kripto itu sendiri. Ambil contoh bitcoin. Aset kripto ini memiliki nilai karena dapat ditukar dan digunakan sebagai pengganti mata uang fiat, tetapi mempertahankan nilai tukar yang tinggi terutama karena diminati investor yang tertarik pada kemungkinan keuntungan.

<p>A worker installs a new row of Bitcoin mining machines at the Whinstone US Bitcoin mining facility in Rockdale, Texas, on October 9, 2021. &#8211; The long sheds at North America&#8217;s largest bitcoin mine look endless in the Texas sun, packed with the type of machines that have helped the US to become the new global hub for the digital currency. The operation in the quiet town of Rockdale was part of an already bustling US business &#8212; now boosted by Beijing&#8217;s intensified crypto crackdown that has pushed the industry west. Experts say rule of law and cheap electricity in the US are a draw for bitcoin miners, whose energy-gulping computers race to unlock units of the currency. &#8220;There&#8217;s a lot of competitors coming into Texas because they are seeing the same thing (as) when we came here,&#8221; said Chad Everett Harris, CEO of miner Whinstone, which operates the Rockdale site owned by US company Riot Blockchain. (Photo by Mark Felix / AFP)</p>

Mengapa aset kripto, secara khusus bitcoin menjadi mahal? Ada beberapa hal yang membuatnya diburu investor. Faktor pertama adalah kelangkaan. Seiring berkurangnya pasokan koin yang tidak diberi imbalan, permintaan meningkat. Hanya akan ada 21 juta bitcoin yang ada. Faktor kedua adalah keterbagian. Bitcoin jauh lebih mudah dibagi daripada mata uang fiat. Satu bitcoin dapat dibagi menjadi delapan tempat desimal dengan unit penyusun yang disebut satoshi.

Faktor ketiga adalah soal penerimaan. Semakin banyak orang yang mengenal aset kripto dan warga di banyak negara mengadopsinya karena sistem keuangan mereka tidak mendukungnya. Dunia bisnis menerimanya dalam jumlah yang lebih besar dan lebih banyak konsumen yang menggunakannya. Faktor keempat adalah portabilitas. Bitcoin dapat digunakan lintas batas serta memungkinkan setiap konsumen dengan koneksi internet berpartisipasi dalam ekonomi global dan mengakses layanan keuangan.

Kemudian faktor kelima adalah daya tahan. Karena menempati ruang digital, bitcoin dapat bertahan selama ada area digital untuk menyimpannya. Faktor keenam adalah keseragaman. Bitcoin tidak dapat dipalsukan dan tidak memiliki tampilan fisik meskipun ada beberapa koin yang mewakili bitcoin.

Seorang pria membayar menggunakan bitcoin di sebuah toko di El zonte, San Salvador, EL Savador, beberapa waktu lalu.

Kritik

Meski demikian, tingkat Justin ini juga dikritik sejumlah kalangan. Salah satu penulis bernama Nicole Gelinas di The New York Post menyebut, kita terjebak dalam ekonomi yang didorong spekulasi, dengan harga segala hal, mulai dari saham hingga real estat yang hampir tidak masuk akal.

Balai lelang yang menjual pisang berplakban dinilai lebih merupakan tindakan pemasaran yang putus asa dan juga sebuah pengalih perhatian. Mereka tidak mengajarkan cara bisnis yang sehat.

Terhadap Justin, penulis juga menyebutkan bahwa ia kini didakwa oleh regulator pasar AS atas penipuan dan manipulasi harga aset. Dalam kasus yang sama, SEC juga mendakwa artis Lindsay Lohan karena menjajakan aset kripto tanpa mengungkapkan bahwa perusahaan Justin membayarnya.

Jadi, Justin dinilai mempunyai motif tidak baik. Ia dituduh telah menghabiskan uang untuk hal-hal yang digunakan untuk mengalihkan perhatian dari kasusnya. Pencitraan diri bahwa ia cukup kaya untuk membeli sesuatu yang tidak berharga, yaitu pisang, dapat memikat orang baru berinvestasi dalam bentuk aset kripto. Sekali lagi, aset kripto tidak memiliki nilai intrinsik. Aset kripto bukanlah mata uang atau aset fisik.


Kerabat Kerja

Penulis:

Andreas Maryoto
 | 

Editor:

Sutta Dharmasaputra
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari