Uang Cekak Bukan Berarti Tak Bisa Mudik Lebaran

Perencanaan keuangan menjadi kunci agar tradisi mudik tetap berjalan meski anggaran terbatas.

07 Mar 2026 07:00 WIB · Ekonomi & Bisnis

KOMPAS/AMBROSIUS HARTO

Oleh Nina Susilo

Kembali ke kampung halaman menjadi ritual tahunan menjelang Idul Fitri. Menyambangi orangtua dan sanak keluarga tak bisa tergantikan. Semua akan berusaha sebisanya untuk mudik sembari bersilaturahmi. Namun, kalau kantong terbatas, apa akal?

Agung Poerwoko (53) menyiasatinya dengan mengikuti mudik gratis, program yang banyak diselenggarakan pemerintah, BUMN, dan swasta. ”Hampir sepuluh kali saya ikut mudik gratis,” ujar warga Cimahpar, Kota Bogor, yang akan mudik ke Klaten, Jawa Tengah, ini.

Untuk mendapatkan tiket mudik gratis, Agung betul-betul mengecek penyelenggara, jadwal pendaftaran dimulai, sampai ”ticket war”. Beberapa saat sebelum pendaftaran dibuka, Agung sudah stand by pada situs atau aplikasi terkait.

Begitu pendaftaran dibuka, ia langsung mengisi data penumpang dengan cepat. ”Kelewat satu detik saja, bisa keambil orang lain,” kata Agung yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga kependidikan.

Mudik gratis yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan, menurut Agung, lebih baik karena pendaftaran bisa dilakukan beberapa hari sebelumnya menggunakan aplikasi mitra darat. Calon penumpang mendaftar dan mengisi nama-nama calon penumpang sesuai kartu keluarga sehingga bisa digunakan langsung ketika ticket war.

Antrian mobil di gerbang tol Limo ruas tol Serpong-Cinere di kawasan Limo, Depok, Jawa Barat, Rabu (4/2/2026). Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi Rp 12,83 triliun pada triwulan I-2026. Sekitar Rp 200 miliar dialokasikan untuk berbagai insentif di sektor transportasi seperti potongan tarif tol, diskon tiket pesawat domestik, kapal laut, kereta api, potongan airport tax serta diskon harga avtur selama periode mudik lebaran. Kompas/Hendra A Setyawan (HAS)

Namun, untuk penyelenggara mudik lain, pendaftaran umumnya baru dibuka saat pendaftaran pada situs. Oleh karena itu, calon penumpang harus siap dan segera mengisi data. ”Seninya di situ, cepet-cepetan mengisi data,” kata Agung yang mudik kali ini akan berangkat bersama-sama anaknya.

Dengan mudik gratis, Agung bisa memberikan THR dan tabungannya kepada ibunya di kampung halaman. Biasanya, uang ini akan dimanfaatkan untuk belanja bahan pangan yang dimasak di hari raya. Ibunya kerap berbagi makanan dengan para tetangga yang datang.

Quote

Program mudik gratis itu sangat membantu, apalagi kalau satu keluarga isinya empat orang.

”Program mudik gratis itu sangat membantu, apalagi kalau satu keluarga isinya empat orang. Bisa habis berapa buat tiket (transportasi) kalau harus beli? Waktu mudik dan balik, harga tiket biasanya dua kali lipat,” tutur Agung.

Namun, untuk kembali ke Bogor pada 22 Maret 2026, Agung tak memanfaatkan program balik gratis melainkan sudah menyiapkan tiket bus. Dia berencana balik lebih awal dan bersiap bekerja kembali.

Petugas Dinas Perhubungan mencatat dan memeriksa setiap detail kondisi bus antarkota antarprovinsi di Terminal Penggaron, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (5/3/2026). Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah memeriksa sejumlah bus trayek jarak jauh untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan penumpang jelas arus mudik lebaran.

Kompas/Raditya Mahendra Yasa
05-03-2026
 *** Local Caption ***

Berbeda dengan Agung, Farida (30), warga Depok, memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk mudik ke Kediri Jawa Timur bersama suaminya. Untuk itu, selain mengandalkan THR, dia pun menabung jauh-jauh hari.

Sebagai persiapan, servis kendaraan dilakukan. Untuk pengecekan serta penggantian bagian mobil yang aus, ia alokasikan dana sekitar Rp 2 juta.

Untuk biaya tol, makan minum di perjalanan, serta bensin, alokasinya sekitar Rp 3 juta. Sisanya, Farida tukarkan uang pecahan baru senilai Rp 2 juta untuk dibagikan kepada sanak saudara.

”Setidaknya, saya siapkan Rp 7 juta meski kadang realitasnya lebih. Tapi semua sudah dicicil (ditabung) sejak lama,” katanya.

Beragam pilihan moda membuat setiap pemudik bisa menyesuaikan kondisi keuangan dengan rencana mudik. Namun, salah satu tips untuk menghemat pengeluaran mudik adalah dengan memanfaatkan program mudik gratis yang tersedia.

Kementerian Perhubungan, misalnya, menyiapkan 401 bus untuk mengangkut 15.834 penumpang pada arus mudik dan balik. Untuk arus mudik, menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan, waktu keberangkatan dibagi tiga.

Awak bus PO Gunung Harta memeriksa rutin mesin sebelum perjalanan dengan trayek Semarang-Denpasar di Terminal Penggaron, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (5/3/2026). Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah memeriksa sejumlah bus trayek jarak jauh untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan penumpang jelas arus mudik lebaran.

Kompas/Raditya Mahendra Yasa
05-03-2026
 *** Local Caption ***

Tiga gelombang

Keberangkatan hari pertama pada 16 Maret 2026 dari Terminal Pondok Cabe Tangerang Selatan. Keberangkatan hari kedua pada 17 Maret 2026 dari Terminal Jatijajar Depok dan Terminal Pulogebang Jakarta. Keberangkatan hari ketiga pada 18 Maret 2026 dari Terminal Kampung Rambutan Jakarta dan Terminal Poris Plawad Tangerang.

Adapun bus arus balik dimulai 25 Maret 2026 dari sejumlah terminal di Jawa dan Sumatera. Di Jawa Tengah dan Yogyakarta, keberangkatan tersebar di Terminal Bulupitu Purwokerto, Terminal Mangkang Semarang, Terminal Giwangan Yogyakarta, Terminal Tirtonandi Solo, dan Terminal Giri Adipura Wonogiri.

Di Timur, Terminal Purboyo Madiun dan Terminal Bungurasih Surabaya. Sementara di Jawa Barat, Terminal Kertawangunan Kuningan.

Di Sumatera, keberangkatan tersebar di Terminal Alang-Alang Lebar Palembang, Terminal Anak Air Padang, Terminal Amplas Medan, Terminal Batoh Aceh.

Pekerja membersihkan dan mengecek stok ban yang dijual di Bengkel Carpro Ban, Desa Tamantirto, Kasihan, Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (28/2/2026). Menjelang Lebaran, permintaan jasa perbaikan mobil yang akan digunakan untuk mudik meningkat.

Selain itu, masih ada delapan truk yang disediakan untuk pemudik yang ingin pulang kampung dengan sepeda motor (motis). Kedelapan truk tersebut bisa menampung 240 sepeda motor. Namun, truk-truk pemudik dengan sepeda motor ini hanya untuk tujuan mudik dan balik Solo, Yogyakarta, Wonogiri, dan Purwokerto.

Ada pula lebih dari 69.000 tiket gratis untuk pemudik dengan angkutan laut. Pendaftaran mudik dengan kapal ini dimulai 6 Maret 2026. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud menyebut tiket gratis ini bisa digunakan di 97 ruas trayek yang melayani berbagai kepulauan di Indonesia, mulai Aceh, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Program ini bekerja sama dengan lima operator yang memiliki rute berbeda dan mekanisme pendaftaran sendiri. Kelima operator ini adalah PT Belibis Papua Mandiri, PT Pelayaran Dharma Indah, PT Pelayaran Sakti Inti Makmur, PT Dharma Lautan Utama, dan PT Jembatan Nusantara.

Quote

Tarif tiket pesawat rute domestik kelas ekonomi turun 17-18 persen untuk periode penerbangan 14-2 Maret 2026. Diskon ini diberikan pada 3,3 juta penumpang.

Untuk detail rute dan mekanisme pendaftaran mudik gratis angkutan laut, calon penumpang mesti menghubungi langsung operator atau melihat informasi di Instagram @djplkemenhub151.

Adapun untuk transportasi udara, pemerintah menyediakan diskon tarif. Potongan harga ini dilakukan dengan memangkas biaya ground handling di bandara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, tarif tiket pesawat rute domestik kelas ekonomi turun 17-18 persen untuk periode penerbangan 14-2 Maret 2026. Diskon ini diberikan kepada 3,3 juta penumpang.

Suasana kedatangan penumpang di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (4/1/2026). Data dari PT Angkasa Pura Indonesia menyebutkan puncak arus balik libur Nataru di seluruh bandara diperkirakan dalam dua hari, yakni Sabtu (3/1/ 2026) dengan jumlah pergerakan penumpang pesawat sekitar 550.000 penumpang dan Minggu (4/1/2026) sekitar 520.000 penumpang. Kompas/Hendra A Setyawan

 

Terencana

Kendati mudik menjadi ritual tahunan bagi masyarakat, tak semestinya kegiatan ini membuat keuangan keluarga menjadi morat-marit, apalagi sampai membuat keluarga terbelit cicilan utang. Perencanaan keuangan menjadi hal utama dalam persiapan mudik, berlebaran, serta balik.

Perencana keuangan independen, Yodie Hardiyan, mengingatkan perlunya membedakan antara kebutuhan dan keinginan sebelum mengeluarkan uang untuk mudik. 

Segala sesuatu yang harus dipenuhi seperti tiket mudik sesuai pilihan moda transportasi, biaya transportasi seperti bensin, tol, atau parkir, dan makanan perlu diperhitungkan dulu sebagai kebutuhan. Alokasi perlu diprioritaskan pada apa-apa yang menjadi kebutuhan ini terlebih dulu.

Setelahnya, barulah alokasi untuk memenuhi keinginan seperti membeli oleh-oleh, baju baru, hampers, dan lainnya. Oleh karena sifatnya keinginan, belanja ini lebih mudah diatur.

”Memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan, saat memiliki uang yang terbatas, akan lebih memudahkan seseorang untuk dapat mewujudkan rencana mudiknya,” kata Yodie.

Aktivitas para pemudik yang memilih perjalanan lebih awal dengan jalur laut di Pelabuhan Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Rabu (4/3/2026).

Saat perencanaan, seseorang perlu mencatat jumlah uang yang dimiliki dan rencana pengeluaran. Dari situ, seseorang akan mendapatkan gambaran awal mengenai situasi yang dihadapi, baik uangnya sudah memadai atau masih kurang. Dari gambaran awal ini, keputusan selanjutnya bisa diambil.

Kesalahan paling umum terjadi, menurut Yodie, adalah tidak membuat perencanaan pemasukan dan pengeluaran serta tidak membedakan kebutuhan dan keinginan. Mengingat mudik adalah agenda tahunan, pengeluaran bisa diproyeksikan dan dipersiapkan jauh hari sebelumnya.

Dengan perencanaan ini, persiapan mudik dan hari raya akan lebih terarah. Belanja-belanja impulsif terdorong promo iklan bisa diatasi. ”Belanja impulsif itu manusiawi, tapi sebaiknya tidak mengganggu kesehatan keuangan,” tambah Yodie.

Jadi, dengan kantong terbatas, mudik bisa terasa bebas. Yang penting, perencanaan baik.

 

 

 

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Nina Susilo
 | 

Editor:

FX Laksana Agung Saputra
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul