Presiden Prabowo Subianto meninjau Jembatan Padang Mantuang, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (18/12/2025).
18 Des 2025 17:46 WIB · Politik & Hukum
Tim Media Presiden
JAKARTA, KOMPAS — Pemasangan jembatan bailey dan jembatan aramco terus berlangsung. Sampai saat ini, enam jembatan bailey sudah terpasang. Diharapkan jembatan-jembatan ini bisa membuka akses menuju wilayah-wilayah yang terputus akibat banjir dan longsor di Sumatera bagian utara.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak, Kamis (18/12/2025), menyebutkan saat ini sudah enam jembatan bailey rampung. ”Sebanyak 19 jembatan bailey lain sedang dikerjakan. Adapun tujuh jembatan masih dalam pengiriman,” ujarnya saat dihubungi dari Jakarta.
Selain itu, masih ada sebelas jembatan aramco yang sedang dipasang dan tujuh belas lainnya masih dalam pengiriman. Pendataan jembatan untuk di daerah lain masih dikerjakan secara bersamaan supaya jembatan bisa segera dikirimkan.
Keenam jembatan bailey yang sudah rampung itu antara lain Jembatan Teupin Mane di Bireuen dan Jembatan Teupin Reundeup di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.
Jembatan Teupin Mane adalah jalur yang menghubungkan Kecamatan Peusangan Selatan dan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen. Jalur ini sempat putus akibat banjir bandang dan longsor. Mobilitas dan distribusi logistik antara Bireuen dan Bener Meriah pun terhambat.
Berat jembatan bailey rata-rata 30-50 ton. Biasanya pemasangan satu bulan, tetapi berkat kerja sama TNI dan Polri bisa selesai dalam satu minggu
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/12/10/7ba0e156-51da-4a54-b54f-150be62134b7_jpg.jpg)
Kini, jembatan ini sudah bisa dilalui kendaraan dua arah kendati masih diberlakukan sistem buka tutup untuk menjaga daya tampung jembatan bailey ini. Dalam catatan Kompas, kendati Jembatan Teupin Mane membuka akses ke wilayah tengah atau pegunungan Aceh dari Bireuen, akses darat menuju Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues belum tersambung. Sebab, masih ada lima jembatan lagi setelah Jembatan Teupin Mane yang masih putus (Kompas.id, 15/12/2025).
Sementara Jembatan Teupin Reundeup yang berlokasi di Kecamatan Peusangan Selatan menghubungkan Bireuen dan Kabupaten Lhokseumawe. Jembatan sepanjang 30 meter ini bisa dilintasi pada Kamis (18/12/2025).
Adapun jembatan bailey yang sudah selesai di Sumatera Utara adalah Jembatan Desa Anggoli, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Jembatan Garuda, Batang Toru, ruas Tapanuli Tengah-Tapanuli Selatan. Dalam catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, jembatan ini sudah rampung dan bisa digunakan sejak awal pekan ini.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/12/18/ca911e88-02f2-46b3-bf55-7a2c94239a40_jpg.jpg)
Salah satu jembatan bailey yang sudah rampung terdapat di Sumatera Barat, yakni Jembatan Padang Mantuang di Padang Pariaman. Presiden Prabowo Subianto meninjau Jembatan Padang Mantuang ini, Kamis (18/12/2025). Selain mencoba melintasi jembatan, Presiden dan rombongan pun menguji kekuatan jembatan yang dibangun hanya dalam satu minggu (10-17 Desember 2025) ini.
Dalam peninjauan ini, Presiden juga berbincang dengan Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis. Presiden menanyakan kondisi sawah dan perkebunan di wilayah itu. ”Sawah kami 2.400 hektar rusak,” ujar John.
Presiden juga sempat menyalami warga yang ikut menyambutnya. Kendati dalam kondisi sulit, masyarakat tetap antusias menemui Prabowo.
Akses lain masih ditangani tim gabungan TNI dan Kementerian Pekerjaan Umum. Jembatan Kuta Blang di Kecamatan Krueng Tikeum di Kabupaten Bireuen, misalnya, masih dikerjakan.
Jembatan sepanjang 72 meter ini memerlukan pembuatan pilar jembatan terlebih dahulu sebelum struktur bailey dipasang. Oleh karena itu, Jembatan Kuta Blang diperkirakan rampung pada 25 Desember 2025. Hingga Selasa (16/12/2025), pemasangan jembatan di Kuta Blang dengan bentang 8,5 meter dan lebar 8 meter ini sudah mencapai 60 persen.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/12/10/e836e9eb-aab4-4461-8247-16dec9bd4f5d_jpg.jpg)
Jembatan Dusun Pondok Gudang di Desa Pondok Gudang, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, juga masih dikerjakan bersama personel Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan (Kodam I/BB), Zeni Daerah Militer (Zidam) I/BB, Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 11, dan Batalyon Zeni Konstruksi (Yonzikon) 14.
Menurut Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dalam sidang kabinet paripurna, Senin (15/12/2025), di Istana Negara, Jakarta, sebanyak 35.477 personel TNI turun membantu menanggulangi bencana di Sumatera bagian utara.
Selain itu, TNI juga menurunkan tiga batalyon Zeni dan satu batalyon Teritorial Pembangunan yang fokus membangun jembatan bailey, membersihkan lumpur dan material kayu, serta membantu pembangunan hunian sementara.
Untuk membuktikan kehadiran negara, rekaman keberhasilan pemasangan tujuh jembatan bailey di Sumatera bagian utara pun ditayangkan di bagian awal sidang kabinet.
”Beratnya rata-rata 30-50 ton. Biasanya pemasangan satu bulan, tetapi berkat kerja sama TNI dan Polri bisa selesai dalam satu minggu,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang menjadi moderator dalam sidang kabinet tersebut.
Penulis:
Nina SusiloEditor:
Cyprianus Anto SaptowalyonoPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar