RAMADHAN

Buka Puasa di Kelenteng Phan Ko Pulo Geulis Bogor

Suasana sederhana dan penuh harmoni menjadi potret kehidupan warga Pulo Geulis.

24 Feb 2026 09:05 WIB · Pendidikan & Kebudayaan

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO

Oleh Rony Ariyanto Nugroho

Beberapa orang tengah berbenah di halaman Kelenteng Phan Ko di Pulo Geulis, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (23/2/2026). Sore itu mereka menghelat sebuah kegiatan kemanusiaan untuk sesama, yaitu berbuka puasa bersama. Beberapa warga telah berkumpul di gang tak jauh dari kelenteng itu.

Buka Puasa Bersama di Kelenteng Phan Ko Bio
Kebersamaan Lintas Iman

Ya, kegiatan berbuka puasa ini digelar di kelenteng dan diikuti warga lintas iman, bahkan juga diikuti Wali Kota Bogor Dedie Rachim. Penyelenggaraan buka puasa ini menjadi simbol potret kehidupan di kampung Pulo Geulis.

Kampung Pulo Geulis merupakan sebuah kampung yang berdiri daratan yang terletak tengah aliran Sungai Ciliwung di Kota Bogor, layaknya sebuah pulau. Kawasan ini telah dihuni sejak tahun 1703.

Pulau di Tengah Ciliwung
Warga Heterogen
Masjid di Tengah Permukiman
Pagar Kelenteng
Bermain Kembang Api
Aktivitas di Tepi Sungai
Warga Lansia

Warga yang bermukim di kawasan ini sangat heterogen, mulai dari etnis hingga keyakinan. Kehidupan yang penuh harmoni di tengah pluralnya latar belakang menjadi warna keseharian mereka.

Nyala lilin-lilin sebagai jejak perayaan Imlek yang baru saja berlalu bersanding dengan warga dengan pakaian gamis, baju koko, dan kopiah. Mereka bersila di hamparan tikar di depan altar. Perpaduan ini menjadi gambaran syahdunya hidup berdampingan.

Pluralisme
Menanti Buka Bersama
Sederhana, tapi Penuh Makma
Gotong Royong
Doa Bersama
Menyantap Takjil
Batas Suci
Pembagian Sembako

Beberapa warga keturunan etnis Tionghoa sibuk menyiapkan makanan untuk disajikan menjadi takjil. Bakpau isi kelapa serta pastel goreng isi bihun dan telor menjadi sebagian sajian yang dihidangkan. Sajian bakpau pun menggambarkan simbol makanan khas Tionghoa dan pastel goreng menjadi sajian kudapan tradisional.

Sederhana, tapi Penuh Makna

Setelah doa bersama, kumandang azan Maghrib pun terdengar. Tibalah waktu berbuka puasa. Mereka lantas bersama-sama menikmati makanan berbuka puasa, menyeruput teh manis, dan menyantap sajian takjil dengan sukacita. Suasana buka bersama ini sederhana, tetapi penuh makna.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rony Ariyanto Nugroho
 | 

Editor:

Rosdiana Sitompul