Bukan #Kaburajadulu, Generasi Z Afrika yang Menetap demi Membangun Negara

Di kala banyak gerakan untuk kabur meninggalkan negara kelahiran, beberapa anak muda memilih menetap untuk melawan sistem pemerintahan yang bobrok.

19 Feb 2025 16:38 WIB · Internasional

Oleh Elsa Emiria Leba

Ketika dunia maya Indonesia sedang ramai dengan tagar #kaburajadulu, generasi Z di Afrika berniat mengubah masa depan negara. Mahasiswa-mahasiswa dari Kenya, Nigeria, sampai Afrika Selatan ramai-ramai terjun ke masyarakat dan politik. Mereka mematahkan stereotip anak muda zaman sekarang yang konon individualis.

Sokhna Ndeye Merry Sall (21), warga Dakar, Senegal, memulai harinya dengan berdoa pagi sebelum belajar di Universite Cheikh Anta Diop. Sementara Marie Elodie Yeo Guefala (25) dari Pantai Gading mengawali agendanya dengan tur ke ruang mahasiswa yang sempit di Universite Felix Houphouet-Boigny, dekat Kota Abidjan.

Kabut tebal masih menyelimuti Jembatan Mandela saat Palesa Molefe (21) melangkah ke University of Witwatersrand, Johannesburg, di Afrika Selatan. Di Nairobi, Kenya, Geoffrey Mboya (24) menerobos kemacetan lalu lintas dengan menumpang ojek sepeda motor menuju Mount Kenya University.

Mereka adalah mahasiswa dari berbagai jurusan berbeda seperti perencanaan kota, lingkungan, kedokteran, dan biologi. Namun, ada satu kesamaan. Mereka ingin tetap tinggal di negara tercinta untuk berkontribusi terhadap pembangunan.

Covenant Odedele (kanan), seorang mahasiswa kedokteran dari generasi Z, duduk di dalam tuk-tuk di Ibadan, Nigeria, pada 19 November 2024. Sebagai anak muda, ia ingin mengubah negaranya menjadi lebih baik.

Komitmen semacam itu tidak selalu lazim lantaran banyak anak muda Afrika ingin pindah ke luar negeri (emigrasi). Di Nigeria, aspirasi yang memimpikan kehidupan yang lebih baik di luar negeri memiliki bahasa gaulnya sendiri, yaitu japa. Japa berarti melarikan diri dalam bahasa Yoruba.

”Ada sindrom japa yang dibicarakan semua orang, tetapi saya seorang patriot,” kata Covenant Oluwafemi Odedele (21), mahasiswa kedokteran di University College Hospital, Ibadan, Nigeria, kepada Agence France-Presse, edisi Rabu (19/2/2025).

Odedele sekarang sibuk membagi waktu antara kuliah kedokteran dan proyek untuk mempersiapkan teman-teman sekelasnya memasuki dunia kerja. ”Saya hanya ingin melakukan apa pun yang saya bisa untuk membantu mengembangkan negara saya,” ujarnya.

Covenant Odedele, mahasiswa kedokteran di University College Hospital, Ibadan, Nigeria, duduk di tuktuk dekat kampusnya pada 19 November 2024. Odedele adalah generasi Z yang ingin mengubah negaranya menjadi lebih baik.

Pindah atau berjuang

Survei African Youth 2024 oleh Yayasan Keluarga Ichikowitz di Afrika Selatan mendapati, hampir enam dari 10 pemuda Afrika berencana untuk beremigrasi dalam tiga tahun terakhir, terutama untuk mencari kerja. Studi ini dilakukan kepada 5.604 partisipan di 16 negara Afrika, antara lain Botswana, Pantai Gading, Etiopia, Ghana, Namibia, Nigeria, dan Afrika Selatan.

Di Senegal, Sall juga terkejut melihat banyak rekan senegaranya mempertaruhkan nyawa untuk menempuh jalan emigrasi ilegal. Mahasiswa jurusan biologi, kimia, dan geosains ini mengatakan, keadaan di negaranya memang sempat runyam karena krisis politik.

Korupsi merupakan salah satu alasan utama mengapa anak muda Afrika ingin meninggalkan negara sendiri.

Dari Afrika Selatan, Someleze Sigudu (28) berpendapat, pemerintahnya gagal menangani berbagai kasus korupsi. Koruptor tidak mendapat ganjaran setimpal sehingga semakin banyak pejabat berani makan uang rakyat.

”Saya merasa kita tidak cukup berjuang karena mereka tidak dihukum dan orang-orang masih makan uang. Korupsi menciptakan ketidakstabilan politik dan pengangguran karena investor tidak akan berinvestasi di negara yang korupsinya sangat tinggi,” tutur Sigudu kepada Deutsche Welle pada 2024.

Sokhna Ndeye Merry Sall (tengah), seorang mahasiswa biologi, kimia, dan geosains, berjalan untuk menerima hadiah atas proyek filmnya selama Ceremonie de Cloture et Remise D'Attestations du Programme Afric'art Opportunity di bioskop Canal Olympia di Dakar, Senegal, pada 25 Oktober 2024. Sebagai anak muda dari generasi Z, dia bermimpi memajukan Senegal.

Walaupun banyak kesulitan menghadang, mahasiswa-mahasiswa Afrika menunjukkan hasrat kuat mengubah Tanah Air. Mereka tidak menunggu untuk mengabdi ke masyarakat dan terjun ke politik.

Guefala dari Pantai Gading tidak masalah harus menghadapi kesulitan selama berkuliah. Walau listrik sering padam, dia terus bekerja di laboratorium yang gelap gulita bermodalkan penerangan dari pembakar Bunsen. Guefala meneliti perawatan fitosanitasi berbasis tanaman.

Sall pun sedang sibuk dengan sebuah asosiasi yang membersihkan pemakaman di lingkungan Yoff di Dakar. ”Bersama semua pemuda yang sadar, kami bercita-cita untuk mendapat tempat di berbagai lembaga,” ujarnya.

Sementara itu, Molefe di Afrika Selatan meningkatkan kesadaran tentang lingkungan melalui gereja. ”Perubahan yang ingin saya bawa adalah memastikan suara kaum muda disertakan dalam setiap pengambilan keputusan. Ini akan berdampak pada lebih banyak anak muda di parlemen atau di antara para pemimpin negara,” tutur Molefe.

Mahasiswa dari generasi Z, Marie Elodie Yeo Guefala (25), menyeberangi jembatan di atas jalan raya di pusat kota Abidjan, pusat ekonomi Pantai Gading, pada 26 Oktober 2024. Guefala tengah mempersiapkan gelar doktor di Universitas Felix Houphouet-Boigny.

Suarakan aspirasi

Beberapa tahun terakhir, generasi muda Afrika memang kian lantang menyuarakan aspirasi. Penting bagi mereka untuk terlibat di politik. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, 70 persen populasi Afrika sub-Sahara berusia di bawah 30 tahun.

Anak muda Kenya turun ke jalan dengan protes besar-besaran sampai ricuh pada 2024. Menurut VOA, mereka berhasil memaksa pemerintah untuk membatalkan usulan pajak dan memecat beberapa menteri.

”Kaum muda di Kenya bangkit, mereka bersatu melawan semua perbedaan politik, semua kelompok etnis. Kaum muda dari semua lapisan masyarakat kini sadar politik,” kata Mboya, mahasiswa ilmu sosial yang ikut berdemonstrasi dan bercita-cita menjadi anggota parlemen.

Di Senegal, selama 2023-2024, anak muda yang mendukung oposisi Ousmane Sonko berdemonstrasi. Dilansir BBC, mereka menganggap penahanan Sonko mempunyai motif politik yang menguntungkan presiden petahana Macky Sall. Macky Sall bahkan sempat menunda pemilu.

<p>Para perusuh menjarah barang-barang di sebuah pusat perbelanjaan di Soweto,  Johannesburg, Afrika Selatan, Senin (12/7/2021) waktu setempat. </p><p>A man gestures as rioters loot the Jabulani Mall in the Soweto district of Johannesburg on July 12, 2021. &#8211; South Africa said it was deploying troops to two provinces, including Johannesburg, after unrest sparked by the jailing of ex-president Jacob Zuma led to six deaths and widespread looting. Overwhelmed police are facing mobs who have ransacked stores. Six people have died, some with gunshot wounds, and 219 people have been arrested, according to a police tally issued before the army deployed. (Photo by LUCA SOLA / AFP)</p>

Anak muda Afrika Selatan tidak lagi mendengarkan partai-partai bersejarah yang dinilai bungkam terhadap korupsi, seperti Partai Kongres Nasional Afrika (ANC). Pada 2024, Al Jazeera melaporkan, ANC kehilangan mayoritas suara di parlemen untuk kali pertama dalam 30 tahun.

”Generasi Z adalah generasi yang berani, generasi yang percaya bahwa mereka dapat menaklukkan dunia, bahwa dunia ada untuk ditaklukkan oleh mereka,” ucap Odedele.

Pendiri dan Direktur Yayasan Keluarga Ichikowitz, Ivor Ichikowitz, menyampaikan, survei African Youth 2024 sebetulnya menunjukkan tren positif. Anak muda Afrika menyadari dan menghadapi tantangan kemajuan negara masing-masing.

”Kebanyakan orang memandang Afrika sebagai daerah yang tidak memiliki harapan, tetapi kenyataannya tidak demikian. Anak muda Afrika, yang merupakan generasi pemimpin masa depan, melihat benua ini sebagai benua yang memiliki peluang besar, mereka sangat optimistis dengan masa depan benua ini,” kata Ichikowitz kepada RFI. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Elsa Emiria Leba
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W