Peran dan martabat guru sebagai pendidik perlu diperkuat dengan kebijakan pelindungan dan peningkatan kesejahteraan guru.
01 Nov 2024 14:29 WIB · Nasional
PALEMBANG, KOMPAS — Guru memiliki peran penting untuk kemajuan bangsa, kehadirannya menentukan masa depan generasi penerus. Namun, di Indonesia, pelindungan dan kesejahteraan guru perlu mendapatkan perhatian lebih.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan, profesi guru sudah seharusnya ditempatkan pada posisi yang bermartabat, terhormat, dan membanggakan. Untuk mencapai hal itu, dia berjanji akan memperjuangkan pelindungan dan kesejahteraan guru.
Guru juga perlu meningkatkan kompetensi tidak hanya terkait pedagogi, tetapi juga penanaman karakter pada anak masa sekarang.
Mu'ti menjelaskan, dalam hal pengembangan sumber daya manusia pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan fokus memastikan peningkatan kesejahteraan, peningkatan kompetensi, dan pemenuhan sertifikasi guru.
”Guru berkualitas, guru hebat itu salah satunya ditentukan oleh kesejahteraan guru, mungkin ini yang paling ditunggu-tunggu sebenarnya,” kata Mu'ti saat pembukaan Bulan Guru Nasional di SDN 59 Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (1/11/2024).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/01/a659e90b7c09f639b90d16b378a9e381-1000180726.jpg)
Peningkatan kesejahteraan guru yang dimaksud Mu'ti terkait realisasi janji kampanye Presiden Prabowo Subianto untuk menaikkan gaji guru sebesar Rp 2 juta. Dia mengklaim anggarannya sudah disiapkan oleh Kementerian Keuangan dan akan segera dilaksanakan Kemendikdasmen.
”Sudah dihitung satuan biayanya, komponennya sudah, dan jumlah gurunya berapa sudah, nanti segera,” ucapnya.
Terkait sertifikasi guru, Mu'ti mengungkapkan program ini akan semakin digencarkan untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja guru. Selain itu, akan ada beasiswa khusus untuk guru yang belum menempuh pendidikan D-4 atau S-1.
Dalam kesempatan ini, Kepala Sekolah SMP 50 Palembang, Penghuni, mengadu kepada Mu'ti bahwa karakter para peserta didik sekarang yang menurut dia kurang menghargai guru. Dia mengungkit kasus Supriyani, guru di Konawe Selatan yang dipidanakan karena dituduh melakukan kekerasan saat menegur siswa.
”Mohon kami ini ada pelindungan, Pak. Yang namanya guru melakukan itu bukan benci, tetapi kami terlalu sayang dengan anak,” kata Penghuni.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/01/eea30261f3e4ab4fc9d4fbad1590d551-20241101_093812.jpg)
Menanggapi hal itu, Mu'ti menilai pelindungan terhadap guru memang penting. Namun, guru juga perlu meningkatkan kompetensi tidak hanya terkait pedagogi, tetapi juga penanaman karakter pada anak masa sekarang.
”Mendisiplinkan itu penting, tetapi cara mendisiplinkannya juga tidak kalah pentingnya. Cara mendisiplinkan tahun 50-an beda, dong, dengan tahun 2025. Kalau cara tahun 50-an dipakai tahun 2025, itu tentu sudah tidak sesuai dengan zamannya,” jawab Mu'ti.
Oleh karena itu, Kemendikdasmen akan menambahkan materi tentang bimbingan konseling dan pendidikan nilai kepada guru dalam Pendidikan Profesi Guru.
Dalam kunjungan kerja pertamanya sebagai menteri ini, Mu'ti mengunjungi TK Angkasa milik TNI AU, SDN 59, dan SMK 3 Muhammadiyah Palembang. Kota ini dipilih sebagai yang pertama karena, menurut Mu'ti, peradaban Indonesia, salah satunya dimulai dari Sumatera Selatan dengan Kerajaan Sriwijaya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2021/11/23/7fb7276d-bbe4-47b2-acbe-aa652b491dc4_jpg.jpg)
Kemendikdasmen juga menyerahkan bantuan untuk operasionalisasi sekolah serta 80 paket peralatan sekolah yang terdiri dari tas ransel, buku gambar, buku cerita, krayon, dan alat tulis. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan akses dan kualitas pendidikan anak-anak di Palembang.
Hari Guru Nasional setiap tanggal 25 November yang kini diperingati sepanjang bulan November tidak hanya sebuah perayaan, tetapi juga menjadi momentum refleksi peran guru. Sejumlah tujuan yang ingin dicapai Mendikdasmen tersebut harus terealisasi.
”Ini adalah rangkaian untuk apresiasi kita dan penghargaan kepada para guru dan tenaga pendidikan seluruh Indonesia yang sudah mendedikasikan dirinya untuk memajukan pendidikan dan mengabdikan diri kepada anak-anak,” kata Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian.
Acara Puncak Hari Guru Nasional dijadwalkan pada 29 November 2024 dan akan menjadi momentum apresiasi dan penghargaan kepada para guru dan tenaga kependidikan atas semangat belajar, berbagi, dan berkolaborasi demi terwujudnya pembelajaran yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi murid.
Penulis:
Stephanus AranditioEditor:
Adhitya Ramadhan