Demi menjadikan pertandingan olahraga sebagai acara hiburan, penyelenggara turnamen ekshibisi membuat peraturan unik, salah satunya adalah 3X3 dalam Badminton XL.
03 Okt 2025 19:46 WIB · Olahraga
Badminton XL (BXL) adalah turnamen bulu tangkis ekshibisi yang digelar SPOTV pada 2024 dan 2025 di Jakarta. Pada tahun ini acara diselenggarakan di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 2-5 Oktober.
Konsepnya adalah turnamen beregu. Sebanyak empat tim, masing-masing, terdiri atas delapan atlet, bersaing saat jeda turnamen BWF World Tour, yaitu seusai rangkaian turnamen di Asia Timur pada September dan sebelum Tur Eropa pada pertengahan Oktober hingga awal November.
Keempat tim (Rockets, Hurricanes, Blitzers, dan Lightning), yang beranggotakan atlet dari berbagai negara, bertanding dalam format round robin untuk menentukan dua peringkat teratas yang berhak tampil di final, Minggu. Ada Viktor Axelsen, Mia Blichfeldt (Denmark), Kodai Naroka (Jepang), Chirag Shetty, Treesa Jolly (India), serta pemain-pemain Malaysia. Adapun dari Indonesia, lima atlet pelatnas turut ikut serta. Mereka adalah Anthony Sinisuka Ginting, Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, Apriyani Rahayu, dan Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Dengan target menambah daya tarik acara, panitia penyelenggara menambahkan posisi kapten tim yang merupakan mantan atlet Indonesia, yaitu Vita Marissa untuk tim Rockets, Flandy Limpele (Hurricanes), Greysia Polii (Lightning), dan Hendra Setiawan (Blitzers).
Oleh karena merupakan acara ekshibisi—salah satu ciri pertandingan ekshibisi adalah tidak memperebutkan poin untuk peringkat—konsepnya pun berbeda dengan kejuaraan beregu lainnya seperti Piala Thomas dan Uber serta Piala Sudirman.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/03/e2a412f8-fd30-429a-a122-d356f889a105_jpg.jpg)
Tidak ada nomor ganda dalam BXL. Selain tunggal putra dan putri, nomor lain yang dipertandingkan adalah tiga lawan tiga (3X3). Nomor ini dipertandingkan pada partai pertama (terdiri atas dua pemain putra dan satu putri) dan keempat (satu putra dan dua putri). Maka, setiap pertemuan antara dua tim berlangsung dalam empat partai.
Mereka yang biasanya menjadi lawan dalam turnamen BWF, kali ini, membela tim yang sama. Pemain ganda bahkan menjadi partner seperti yang dialami atlet ganda putra Indonesia, Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, dan Goh Sze Fei (Malaysia) di Tim Hurricanes.
Ada pula Fajar dan Nur Izuddin (Malaysia/Lightning), Rian dan Teo Ee Yi (Malaysia/Rockets), serta Apriyani dan Misaki Matsutomo (Jepang/Blitzers).
”Kesempatan langka bisa bermain tiga lawan tiga karena hanya ada di acara ini. Pertandingannya seru,” ujar Rian yang bermain bersama Teo dan Melati Daeva Oktavianti.
Trio Rian/Teo/Melati mengalahkan Reza, Mathias Chistiansen (Denmark), dan Gloria Emanuelle Widjaja, pada partai pertama Rockets melawan Hurricanes dengan skor 14-10, 13-9, 15-8, 14-18 di Istora, Kamis (2/10/2025) pada sesi siang.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/03/a7a4b0cb-c203-4444-bb0c-4afc3848d7e1_jpg.jpg)
Skor maksimal pada setiap gim berbeda karena pertandingan dibatasi waktu, bukan dibatasi poin 21 seperti pertandingan bulu tangkis resmi. Semua partai memberlakukan aturan 4 gim X 8 menit dengan berbagai aturan tambahan pada kondisi tertentu.
Partai 3X3 memperebutkan tiga poin, sementara tunggal memiliki satu poin kemenangan. Jika skor dua tim imbang 4-4 setelah semua partai digelar, pemenang ditentukan melalui pertandingan tunggal untuk memperebutkan, maksimal, lima angka dalam sistem yang diberi nama ultimate shuttle showdown (USS).
Pilihan nomor tunggal putra atau putri yang dimainkan ditentukan kapten tim sebelum pertandingan.
Saat bermain, saya harus selalu melihat ’masa’ (waktu). Menarik.
Sistem itu dipakai ketika Blitzers bertemu Lightning, Kamis malam. Kedua tim mendapat empat poin setelah Lightning memenangi 3X3 pertama dan tunggal putra ketika Axelsen mengalahkan Jonatan Christie.
Adapun empat poin Blitzers didapat dari partai tunggal putri melalui Michelle Li yang mengalahkan Nguyen Thuy Linh dan dari laga 3X3 kedua. Dalam penentuan pemenang yang memakai sistem USS, Blitzers menang ketika Jonatan mengalahkan Axelsen 5-4.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/03/26a129153d123c9a462f82c7ee1c287a-BXL_grafis.png)
Sebelum melawan Jonatan pada partai USS, Axelsen ikut ambil bagian dalam pertandingan 3X3. Partai tersebut memang memperbolehkan pergantian pemain di tengah pertandingan. Juara dunia 2017 dan 2022 itu antusias mengikuti laga tiga lawan tiga.
Nomor 3X3 memang menjadi laga yang dinanti penggemar bulu tangkis pada BXL. Laga ini bahkan dimainkan dua kali untuk menggantikan nomor ganda putra dan putri yang dimainkan pada BXL 2024.
Banyak di antara peserta yang baru kali ini bermain tiga melawan tiga dalam pertandingan, meskipun cara bermain seperti ini lazim dilakukan pada latihan rutin. Dalam latihan, program 3X3 (atau 2X3) dilakukan untuk latihan menyerang.
Satu sisi lapangan yang diisi tiga pemain memperkecil ruang bagi lawan untuk menyerang. Sangat sulit menemukan celah untuk menempatkan serangan tanpa bisa dikembalikan lawan.
Setiap pukulan dikembalikan dengan cepat hingga pertandingan lebih didominasi adu drive. Kecepatan refleks setiap pemain pun diuji.
”Saya cukup kesulitan karena permainannya sangat cepat,” kata pemain putri Malaysia, Lai Shevon Jemie, yang biasanya bermain ganda campuran bersama suaminya, Goh Soon Huat.
Saat bermain bersama Fajar dan Izuddin, Shevon berusaha mengimbangi kecepatan kedua rekannya ketika melawan Sabar Karyaman Gutama/Ong Yew Sin/Lai Pei Jing (Blitzers). Saat melihat Shevon kesulitan mengantisipasi permainan dari lapangan depan, Fajar meminta bertukar posisi pada gim kedua. Setelah servis, Fajar dan Shevon bahkan menempatkan diri di bagian depan lapangan agar lebih cepat memotong pukulan lawan.
”Itu bagian dari strategi. Dengan pemain putra di depan, kami bisa memberi tekanan pada lawan. Cukup menegangkan dan sulit bermain 3X3 karena tidak ada ruang kosong,” kata Fajar.
Kombinasi Fajar/Izuddin/Shevon kembali dipercaya bermain dalam partai 3X3 ketika Lightning berhadapan dengan Hurricanes, Jumat (3/10/2025). Namun, mereka kalah dari trio Goh/Christiansen/Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Ritme 3X3 dengan dua pemain putri dan satu putra sedikit lebih lambat dibandingkan dengan dua putra ditambah satu putri, tetapi pertandingan tetap menarik. Jolly, atlet ganda putri India, menentukan kemenangan tim Hurricanes atas Lightning dengan skor 6-2 pada pertadingan 3X3 kedua. Smes Jolly ke arah tubuh Fajar tak bisa dikembalikan atlet ganda putra Indonesia itu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/03/1b3e7d7f-8c48-4687-a3cb-e07bc11f50a7_jpg.jpg)
Tambahan peraturan juga membuat setiap pemain harus menang dengan selisih skor jauh jika tak mau menjalani tambahan waktu, salah satunya melalui pressure point (PP). Sistem ini akan aktif jika selisih skor setelah delapan menit ada pada tiga poin atau kurang. Saat ini terjadi, atlet yang unggul harus menambah satu poin untuk memenangi gim tersebut, sementara atlet yang tertinggal harus menyalip skor lawan.
Shevon menilai, bulu tangkis yang dibatasi oleh waktu menambah tantangan. ”Saat bermain, saya harus selalu melihat ’masa’ (waktu). Menarik,” katanya.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto