Inter Vs Arsenal, Bumerang Bola Mati ”The Gunners”

Arsenal yang biasanya piawai memaksimalkan skema bola mati justru kalah dengan cara tersebut. Inter Milan diuntungkan Merino yang gagal mengantisipasi bola mati.

07 Nov 2024 08:58 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra - [email protected]

MILAN, KAMIS — Inter Milan mematahkan segala cara Arsenal untuk mencuri poin di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Italia, dalam lanjutan Liga Champions Eropa, Kamis (7/11/2024) dini hari WIB. Skema bola mati Arsenal yang biasanya bisa jadi jalan keluar kebuntuan juga ikut teredam. Ironisnya, skema bola mati justru jadi penyebab kekalahan 0-1 Arsenal.

Gol semata wayang kemenangan Inter dilesakkan gelandang Hakan Calhanoglu melalui eksekusi penalti pada masa tambahan waktu babak pertama. Hadiah penalti diberikan wasit Istvan Kovacs setelah Mikel Merino tertangkap menyentuh bola dengan tangannya.

Insiden itu bermula dari skema tendangan bebas Inter yang dieksekusi oleh Calhanoglu. Mehdi Taremi, yang menerima bola kiriman Calhanoglu, coba mengontrol dengan satu sentuhan kaki. Sial bagi Merino yang menempel ketat Taremi, bola justru mengarah ke tangannya.

Kovacs sempat berdiskusi dengan wasit VAR untuk meninjau ulang kejadian tersebut. Setelah beberapa saat, mereka memutuskan bahwa Merino tetap dianggap melakukan handball sehingga Inter layak mendapatkan penalti.

Gelandang Inter Milan, Hakan Calhanoglu (kiri), bersiap melakukan tendangan penalti saat laga lawan Arsenal pada laga Liga Champions di Stadion San Siro, Milan, Italia, Kamis (7/11/2024) dini hari WIB. Gol Calhanoglu memberi Inter kemenangan 1-0.
Gelandang Inter Milan Hakan Calhanoglu melakukan tendangan penalti saat melawan Arsenal pada laga Liga Champions di San Siro, Milan, Kamis (7/11/2024) dini hari WIB.
Gelandang Inter Milan Hakan Calhanoglu berhasil membobol gawang Arsenal melalui titik penalti pada laga Liga Champions di San Siro, Milan, Kamis (7/11/2024) dini hari WIB.
Gelandang Inter Milan Hakan Calhanoglu merayakan keberhasilan membobol gawang Arsenal melalui tendangan penalti pada laga Liga Champions di San Siro, Milan, Kamis (7/11/2024) dini hari WIB.
Gelandang Inter Milan Hakan Calhanoglu merayakan keberhasilan membobol gawang Arsenal melalui tendangan penalti pada laga Liga Champions di San Siro, Milan, Kamis (7/11/2024) dini hari WIB.

”Yah, saya tidak mengerti, itu hanya defleksi. Tidak ada (pelanggaran) berbahaya sama sekali. Anda tidak dapat bereaksi karena bola sangat dekat. Tapi oke, mereka memutuskan ada penalti. Ada beberapa perbedaan kecil dalam pertandingan ini, dan itu sangat-sangat sulit diterima,” ujar Manajer Arsenal Mikel Arteta saat disinggung mengenai hadiah penalti bagi Inter.

Kecemasan para pendukung Inter makin bertambah meski Calhanoglu yang maju sebagai eksekutor. Sejauh ini, Calhanoglu merupakan eksekutor penalti terbaik Inter. Sejak bergabung dengan Inter pada musim 2021-2022, Calhanoglu telah mengeksekusi 19 penalti tanpa satu kali pun gagal. Pencapaian itu menjadikannya sebagai eksekutor penalti tersukses di lima liga top Eropa.

Wajar jika pendukung Inter begitu tegang saat Calhanoglu mengambil ancang-ancang. Lawan yang mereka hadapi kali ini adalah Arsenal yang belum terkalahkan di Liga Champions. Di samping itu, Arsenal bermain sangat agresif demi memburu kemenangan pertama setelah kalah tiga kali beruntun pada laga sebelumnya.

Arsenal memegang kendali hampir sepanjang laga. ”Si Meriam” total melepaskan 20 tembakan dengan empat di antaranya mengarah tepat ke gawang Inter. Selain itu, pasukan Arteta juga mendominasi penguasaan bola hingga 63 persen.

Arsenal's Spanish manager Mikel Arteta speaks to Arsenal's Dutch defender #12 Jurrien Timber during the UEFA Champions League football match between Inter Milan and Arsenal at the San Siro stadium in Milan on November 6, 2024. (Photo by Marco BERTORELLO / AFP)

Hadiah penalti menjadi harapan besar bagi Inter untuk mencuri gol lebih dulu. Selain eksekusi penalti, satu-satunya peluang emas Inter hadir dari tembakan keras Denzel Dumfries yang mengenai mistar gawang pada awal babak pertama. Selebihnya, Arsenal terus coba menekan dengan garis pertahanan tinggi meski tidak diperkuat gelandang kreatif seperti Martin Odegaard dan Declan Rice.

Pertahanan Inter tampil solid walau terus ditekan Arsenal. Pelatih Inter Simone Inzaghi menggunakan formasi 3-5-2 favoritnya. Ia menempatkan Yann Bisseck sebagai bek tengah sebelah kiri, berduet dengan Matteo Darmian yang tampil sebagai bek sayap. Kombinasi Bisseck dan Darmian mampu meredam manuver-manuver berbahaya Bukayo Saka.

Serangan monoton

Tanpa adanya Rice dan Odegaard, serangan-serangan Arsenal cenderung monoton dengan hanya mengandalkan upaya penetrasi dari sayap. Saka dan Gabriel Martinelli yang beroperasi di sayap jadi tulang punggung skema tersebut.

Upaya Arsenal itu relatif mudah dihentikan barisan belakang Inter yang memosisikan diri sangat rapat. Para bek Inter juga tanpa kompromi segera membuang bola hasil kiriman para pemain sayap Arsenal. Adapun gelandang Inter bereaksi cepat merebut bola muntah (second ball).

TOPSHOT - Inter Milan's Italian midfielder #16 Davide Frattesi (L) fights for the ball with Arsenal's French defender #02 William Saliba during the UEFA Champions League football match between Inter Milan and Arsenal at the San Siro stadium in Milan on November 6, 2024. (Photo by Marco BERTORELLO / AFP)

Hingga laga usai, para pemain Arsenal gagal memaksimalkan serangan dari semua lini. Ini menjadi kekalahan pertama Arsenal di Liga Champions. Hasil ini pun memperpanjang catatan nirkemenangan Arsenal menjadi empat pertandingan di semua kompetisi.

Sebaliknya, Inter melanjutkan tren positif dengan belum terkalahkan pada sembilan pertandingan. ”Nerazzurri” juga sempurna di Liga Champions tanpa menelan kekalahan dan mencatatkan nirbobol dalam empat pertandingan.

”Kami sangat senang meraih sepuluh poin dan belum kebobolan satu gol pun dalam empat pertandingan pertama. Hari ini, semuanya tentang usaha dan kerja keras. Kami memperoleh tiga poin penting melawan tim yang sangat kuat,” kata bek Inter, Benjamin Pavard.

Tambahan tiga poin dari Arsenal mendongkrak posisi Inter pada klasemen sementara Liga Champions ke peringkat kelima. Adapun Arsenal masih tertahan di peringkat ke-12. Hasil ini kian mendekatkan Inter ke fase gugur Liga Champions. Dari 36 tim, hanya delapan tim teratas yang berhak lolos langsung ke fase gugur. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan