BerandaPolitik & HukumCak Imin Kembali Pimpin P...

Cak Imin Kembali Pimpin PKB, Wapres Ma'ruf Amin Jadi Ketua Dewan Syura

Cak Imin sempat bertanya ke ibunya saat diminta pengurus daerah PKB untuk memimpin kembali partai itu. Mengapa demikian?

25 Agt 2024 01:22 WIB · Politik & Hukum

Oleh HIDAYAT SALAM

Ketua Umum PKB Periode 2024-2029 Muhaimin Iskandar saat kegiatan Muktamar PKB 2024 di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Minggu (25/8/2024) dini hari.

DENPASAR, KOMPAS – Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa di Bali kembali memilih Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PKB untuk periode 2024-2029. Muhaimin yang kerap disapa Cak Imin terpilih secara aklamasi. Ia diminta oleh seluruh peserta Muktamar PKB 2024.

Alasannya, Cak Imin dinilai sukses memimpin PKB sehingga perolehan suara partai meningkat di Pemilu 2024. Selain itu, Cak Imin berhasil menjalankan mandat pada Muktamar PKB 2019 dengan menjadi kontestan pada Pemilihan Presiden 2024.

Proses pemilihan ketua umum PKB yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Minggu (25/8/2024) dini hari itu, dilaksanakan secara terbuka. Perwakilan dari 38 Dewan Pengurus Wilayah dan 514 perwakilan Dewan Pengurus Cabang PKB menyepakati secara aklamasi Muhaimin menjadi Ketua Umum Tanfidziyah PKB. Disepakati juga, Wapres KH Ma'ruf Amin sebagai Ketua Dewan Syura PKB.

Ketua Rapat Pleno ke-4 Muktamar PKB Jazilul Fawaid membacakan ketetapan muktamar tersebut.

Ketua Umum PKB Periode 2024-2029 Muhaimin Iskandar bersalaman dengan para kader PKB di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Minggu (25/8/2024) dini hari.

Seperti pada Muktamar 2019, Muhaimin juga kembali mendapat kewenangan untuk menyusun struktur kepengurusan serta dapat membuat dan menetapkan keputusan-keputusan atau kebijakan partai politik.

Muhaimin mengatakan struktur kepengurusan PKB akan terbentuk paling lambat 1x24 jam.

Saat menyampaikan kesediaan menerima kembali permintaan pengurus tingkat kabupaten/kota dan provinsi agar memimpin PKB, Muhaimin mengaku sempat berkonsultasi dengan ibunya, Muhassonah Hasbullah. Nasihat dari ibu dibutuhkan karena ia merasa sudah lama memimpin PKB dan perlu ada regenerasi kepemimpinan.

“Ibu saya menjawab jangan bertanya ke saya tapi tanyakan langsung ke DPC-DPC apakah benar mereka menginginkan terus atau tidak. Melihat pandangan DPW saya memahami. Apakah benar sahabat DPC-DPC ingin yang memimpin saya kembali,” tanya Muhaimin kepada peserta muktamar. “Setuju,” jawab seluruh peserta Muktamar.

Baca juga: Wapres Amin: PKB Didirikan sebagai Gerakan Politik Kiai, Bukan Kiai Berpolitik

single

Muhaimin mengaku, permintaan dari pengurus PKB di daerah agar kembali menjadi ketua umum untuk periode keempat ini merupakan amanat yang berat. Apalagi, dalam waktu dekat akan menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.

“Mau tidak mau harus menggerakkan semua komponen partai, kader, seluruh anggota legislatif. Yang kedua, jangka pendeknya adalah menjadi bagian dari transisi kekuasaan pada Oktober nanti. DPRD baru, DPR baru, Presiden baru,” katanya.

Muhaimin juga menyebut PKB dalam lima tahun ke depan harus menjadi partai yang mandiri dan tidak bergantung dengan lembaga-lembaga ataupun organisasi lainnya.

“Memang perbincangan di kalangan para kiai momentum PBNU tidak mendukung PKB saat Pemilu 2024 kemarin, menghasilkan hasil yang bagus, malah justru berkah buat PKB untuk benar-benar independen dan mandiri. Karena setelah independen mandiri, maka PKB tidak lagi bergantung kepada lembaga maupun organisasi manapun,” ujar Muhaimin.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf bersiap meninggalkan ruangan seusai Rapat Pleno PBNU 2024 di Hotel Bidakara, Jakarta, Minggu (28/7/2024).

Belakangan ini, hubungan PKB dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menghangat. Sejumlah pihak mendorong agar kedua lembaga itu islah. PBNU dan PKB dinilai memiliki independensi masing-masing. Tidak boleh saling intervensi.

Baca juga: Wapres Amin Siap Jadi Mediator Islah PBNU-PKB

Sebelumnya, dalam pidato saat pembukaan Muktamar PKB, Cak Imin menegaskan bahwa PKB tak mudah diadu domba. Seluruh pengurus diklaimnya telah membangun soliditas yang kuat.

”Siapapun yang meragukan dan meremehkan PKB sebagai partai yang gampang diadu domba dan digoyang saya perlu sampaikan asumsi itu salah karena kekuatan kita solid,” ujar Muhaimin.

Cak Imin juga memaparkan prestasi selama kepemimpinannya lima tahun terakhir. PKB telah berhasil menempatkan kadernya berkontestasi di dalam Pilpres 2024 dengan menjadi calon wakil presiden. Selain itu, pada Pemilu 2024, raihan suara PKB mencapai 16 juta suara dengan jumlah kursi DPR juga mencapai 68 kursi.

Ketua Umum PKB Periode 2024-2029 Muhaimin Iskandar memberikan keterangan pers di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali Minggu (25/8/2024) dini hari.

”Patut kita syukuri sukses di pentas elektoral pertama kali kita bisa hadir terutama ketua umum ikut mewarnai peta elektoral dan memberikan warna baru pemilihan presiden tahun 2024. Sukses ini tentu sekaligus membawa semangat para kader untuk total football di dalam Pemilu 2024, kita juga bersyukur bahwa dalam Pileg 2024 yang penuh tantangan justru kita bertambah banyak kursinya di DPR dan DPRD,” ucap Muhaimin.

Muktamar PKB pada Sabtu (24/8/2024) dibuka oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Hadir pula Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Hadi Tjahjanto serta sejumlah tokoh partai politik. Di antaranya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan Ahmad Basarah, Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Aboe Bakar Al-Habsyi, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ace Hasan Syadzily, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional Yandri Susanto, dan Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Amir Uskara.

Muktamar PKB 2024 akan ditutup oleh presiden terpilih Prabowo Subianto, yang juga Ketua Umum Partai Gerindra. Kehadiran Prabowo tersebut disampaikan oleh Sekretaris Panitia Pengarah Muktamar PKB 2024 Syaiful Huda ”Muktamar ini akan ditutup hari Minggu dan presiden terpilih Prabowo Subianto akan hadir langsung,” ucap Huda.

Baca juga: Wapres Amin: PKB Didirikan sebagai Gerakan Politik Kiai, Bukan Kiai Berpolitik

Para kader Partai Kebangkitan Bangsa dalam agenda Muktamar PKB 2024 di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Sabtu (24/8/2024) malam.

Muhaimin telah memimpin PKB sejak 2005. Dengan terpilihnya kembali jadi ketua umum pada Muktamar 2024, mantan Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu akan memimpin PKB selama empat periode.

Sebelumnya, selama tiga periode kepemimpinan Muhaimin, perolehan suara dan kursi PKB di Dewan Perwakilan Rakyat terus meningkat. PKB juga konsisten mendapatkan suara di atas 6 persen. Pada Pemilu 2014, misalnya, PKB berhasil meraih 9 persen suara sah nasional.

Raihan suara PKB itu kembali naik menjadi 9,69 persen suara sah nasional di Pemilu 2019 sehingga berhasil mengantarkan partai berlambang bola dunia itu masuk lima besar parpol dengan perolehan suara terbanyak.

Bahkan, di Pemilu 2024, perolehan kursi PKB di DPR naik hingga 10 kursi dibandingkan dengan Pemilu 2019. Perolehan suara PKB selalu berada di urutan lima besar di Pulau Jawa. Oleh karena itu, PKB menjadi parpol yang cukup diperhitungkan di setiap pemilu. Selanjutnya di Pemilu 2024 Muhaimin ikut berkontestasi di pemilihan presiden sebagai calon wakil presiden dari calon presiden Anies Baswedan.

single

Ketua DPW PKB Sumatera Barat (Sumbar) Firdaus mengatakan, selain capaian di pemilu, kepemimpinan PKB di bawah Cak Imin juga dinilai berhasil dari aspek kaderisasi, konsolidasi, soliditas partai, hingga penguatan basis suara.

"Perolehan kursi PKB di tingkat provinsi mengalami peningkatan dua kali lipat dibandingkan Pemilu 2019. Bahkan, kita mengirimkan satu wakil kita menjadi anggota DPR," ujar Firdaus mengisahkan capaian PKB di Sumbar.


Kerabat Kerja

Penulis:

HIDAYAT SALAM
 | 

Editor:

ANTONIUS PONCO ANGGORO