California yang Membara karena Kebakaran Hutan

08 Jan 2025 15:14 WIB · Foto

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Hiruk pikuk dan kepanikan melanda wilayah Palisade, Los Angeles, Amerika Serikat, saat kebakaran yang berawal dari semak-semak dipinggir hutan, 7 Januari 2025, dengan cepat menyebar dan merambah ke permukiman.

Helikopter yang lalu lalang membawa kantong air serta buldoser yang mencoba menyingkirkan mobil-mobil yang terbakar di jalanan membuat suasana makin mencekam.

Helikopter menjatuhkan air dalam upaya memadamkan kebakaran yang melanda hutan di Los Angeles, Amerika Serikat, Selasa, 7 Januari 2025.
Petugas pemadam kebakaran berlari melewati rumah yang terbakar di lingkungan Pacific Palisades, Los Angeles Selasa, 7 Januari 2025.
Kebakaran di sebuah tempat tinggal di lingkungan Pacific Palisades di Los Angeles, Selasa, 7 Januari 2025.
Kebakaran yang menghanguskan sebuah pohon natal disebuah runmah di Palisades, Los Angeles, Selasa, 7 Januari 2025.
Pengendara melewati Kebakaran Palisade, Los Angeles, Selasa, 7 Januari 2025.
Air dijatuhkan dengan helikopter di Palisades untuk menghambat api merembet di Palisades di Los Angeles, Selasa, 7 Januari 2025.

Kepanikan semakin menjadi saat kebakaran melahap lahan seluas 11,6 kilometer persegi di lingkungan Pacific Palisades di Los Angeles bagian barat. Wilayah ini juga dikenal sebagai permukiman warga kelas atas.

Wisatawan menyaksikan kepulan asap besar dari kebakaran hutan yang membubung di Pacific Palisades, Santa Monica, California, Selasa, 7 Januari 2025.
Jerome Krausse mendorong ibu mertuanya dengan kereta belanja saat mengungsi dari rumah mereka di Pacific Palisades, Selasa, 7 Januari 2025.
Pengendara sepeda berjalan di pantai dengan latar belakang kepulan asap hitam besar akibat kebakaran hutan di Palisades, California, pada Selasa, 7 Januari 2025.
Burung laut terbang melewati matahari terbenam yang tertutup asap dari kebakaran hutan di Santa Monica, California, Selasa, 7 Januari 2025.

Upaya memadamkan kebakaran terhambat saat angin kencang semakin memicu api yang merambat ke permukiman. Hal ini makin diperparah dengan deretan mobil yang ditinggal pemiliknya di jalanan.

Puluhan ribu warga terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Jalan-jalan macet karena warga yang panik meninggalkan mobil mereka dan memilih berjalan kaki dengan membawa koper menuju tempat yang lebih aman.

Seorang penghuni panti jompo dievakuasi saat Kebakaran Eaton mendekat Selasa, 7 Januari 2025 di Altadena, California. AP/Ethan Swope

Di tengah kepungan asap, petugas medis berjibaku mengevakuasi penghuni panti jompo. Setelah berhasil dikeluarkan dari bangunan, mereka dibawa ke tanah lapang dengan kursi roda sambil menunggu kendaraan yang akan membawa mereka ke tempat yang lebih aman.

Seorang penghuni panti jompo dievakuasi saat kebakaran Eaton mendekat, Selasa, 7 Januari 2025, di Altadena, California.
Petugas medis mengevakuasi penghuni panti jompo saat terjadi kebakaran, Selasa, 7 Januari 2025 di Altadena, California.
Penghuni panti jompo menunggu kendaraan yang akan membawa mereka ketempat yang lebih aman, Selasa, 7 Januari 2025 di Altadena, California.
Seorang penghuni panti jompo dievakuasi saat kebakaran mendekati pemukiman, Selasa, 7 Januari 2025.
Penghuni panti jompo dievakuasi ke dalam bus saat Kebakaran Eaton mendekat Selasa, 7 Januari 2025 di Altadena, California.

Listrik di daerah ini juga dipadamkan untuk meminimalkan risiko kecelakaan. Ratusan petugas pemadam kebakaran dan tenaga medis dikerahkan untuk menangani kebakaran ini. Ratusan mobil pemadam kebakaran, buldoser, dan helikopter turut dikerahkan untuk menunjang penanganan bencana ini.

Kawasan ini telah mengalami kebakaran dalam beberapa tahun terakhir. Terbaru ialah kebakaran di Malibu yang meluas sampai ke Pacific Palisades pada tahun 2019. Namun, kebakaran kali ini juga dianggap sebagai kebakaran terbesar sepanjang 50 tahun terakhir.

Kebakaran yang menghanguskan sebuah pohon natal disebuah runmah di Palisades, Los Angeles, Selasa, 7 Januari 2025. AP/Ethan Swope


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro