AUSTRALIA TERBUKA

Carlos Alcaraz Lampaui Para Seniornya

Perebutan sejarah dalam final tunggal putra Australia Terbuka dimenangi Carlos Alcaraz. Dalam usia 22 tahun, Alcaraz memiliki gelar juara dari semua Grand Slam.

01 Feb 2026 21:36 WIB · Olahraga

AP

Oleh Yulia Sapthiani

MELBOURNE, MINGGU — Hanya dalam usia 22 tahun, Carlos Alcaraz meraih gelar ketujuh dari semua Grand Slam ketika menjuarai tunggal putra Australia Terbuka. Meski masih jauh dari pencapaian para legenda, termasuk Novak Djokovic yang dikalahkannya dalam final, Alcaraz melampaui prestasi para pendahulunya.

Alcaraz menjuarai Australia Terbuka untuk pertama kali setelah tak pernah melewati perempat final dalam empat keikutsertaan sebelumnya. Dalam final yang berlangsung pada hari terakhir turnamen, Minggu (1/2/2026), dia mengalahkan Djokovic sebagai pemilik sepuluh gelar juara Australia Terbuka. Alcaraz menang dengan skor 2-6, 6-2, 6-3, 7-5.

Final yang disaksikan Rafael Nadal di tribun VIP itu menjadi pertaruhan sejarah bagi Alcaraz dan Djokovic. Alcaraz dalam perjalanan menjadi petenis termuda yang menjuarai semua Grand Slam. Adapun Djokovic dalam misi menjadi petenis dengan gelar Grand Slam terbanyak. Petenis berusia 38 tahun itu memiliki 24 gelar yang diraih sejak menjuarai Australia Terbuka 2008. Alcaraz akhirnya memenangi pertandingan yang berlangsung selama tiga jam dua menit itu.

Dengan kemenangannya, Alcaraz bergabung dengan nama-nama besar yang memiliki gelar juara dari semua Grand Slam. Alcaraz menambah enam gelar yang diperolehnya dalam empat tahun terakhir, masing-masing dua gelar dari Perancis Terbuka, Wimbledon, dan AS Terbuka.

Green White Black Tennis Equipment Sport Notes Page Border A4 - 1

”Kemenangan ini sangat berarti karena untuk inilah saya bekerja keras. Tak ada yang tahu bagaimana usaha saya untuk mendapatkan trofi ini. Saya sangat menantikan momen ini,” kata Alcaraz seusai menerima trofi Norman Brookes Challenge dari mantan petenis Australia, Roy Emerson.

Di tunggal putra, hanya ada delapan petenis sebelum Alcaraz yang masuk ke dalam daftar pemilik gelar Grand Slam secara lengkap. Mereka adalah petenis-petenis yang memiliki kemampuan sama baiknya di semua jenis lapangan, yaitu lapangan keras, tanah liat, dan rumput, salah satunya adalah Djokovic. Petenis lainnya adalah Fred Perry, Don Budge, Roy Emerson, Rod Laver, Andre Agassi, Roger Federer, dan Nadal.

Adapun di tunggal putri ada sepuluh petenis dengan prestasi sama, antara lain Billie Jean King, Martina Navratilova, Serena Williams, dan Maria Sharapova. Dari delapan tunggal putra, lima petenis masuk dalam daftar petenis elite tersebut pada era Terbuka, yaitu era ketika turnamen Grand Slam boleh diikuti petenis profesional sejak 1968. Mereka adalah Laver, Agassi, Federer, Nadal, Djokovic, dan saat ini ditambah Alcaraz.

Pencapaian lain yang dibuat petenis Spanyol itu adalah menjadi tunggal putra termuda dalam era Terbuka yang meraih tujuh gelar Grand Slam. Sebelumnya, ada Bjorn Borg yang meraih gelar ketujuh, dari total 11 gelar Grand Slam, dalam usia 23 tahun.

Kombinasi foto tujuh kemenangan Carlos Alcaraz dalam turnamen tenis Grand Slam. Terakhir, dia menjuarai Australia Terbuka di Melbourne, Minggu (1/2/2026).

Alcaraz juga boleh bangga karena memiliki catatan lebih baik dari mereka karena dia melengkapi gelar Grand Slam dalam usia 22 tahun 272 hari yang merupakan usia termuda. Rekor tunggal putra termuda sebelumnya dengan pencapaian ”Career Grand Slam” dimiliki Nadal saat menjuarai AS Terbuka 2010 pada usia 24 tahun 102 hari.

Laver menjadi petenis pertama yang mengoleksi gelar dari semua Grand Slam pada era Terbuka, yaitu pada 1969. Dia menjuarai empat Grand Slam pada tahun tersebut dalam usia 31 tahun. Setelah itu, baru 30 tahun kemudian catatan Laver disamai Agassi dalam usia 29 tahun.

Federer melengkapi gelar dari tiga Grand Slam ketika menjuarai Perancis Terbuka 2009 dalam usia 27 tahun, sementara Djokovic harus menanti hingga usia 29 tahun untuk masuk dalam daftar tersebut. Pelengkap gelar Grand Slam Djokovic didapat di Perancis Terbuka 2016.

Australian Open Tennis

”Selamat Carlos. Penampilanmu luar biasa selama dua pekan di sini. Satu kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang kamu lakukan adalah bersejarah. Semoga perjalanan berikutnya lebih baik. Kamu masih muda, masih memiliki banyak waktu,” tutur Djokovic.

Selain bekerja keras dalam mengembangkan kemampuan teknis, Alcaraz menyebut bahwa usia dan pengalaman yang semakin banyak membuatnya semakin dewasa dalam menghadapi tekanan.

”Dalam banyak pertandingan saat lebih muda, saya tidak mau berjuang. Bisa dikatakan, saya selalu ingin menyerah. Semakin dewasa, saya membenci sikap itu. Setiap langkah dan penderitaan, meski hanya satu detik, selalu berarti,” katanya.

Pujian untuk Djokovic

Final Alcaraz melawan Djokovic menjadi ujian bagi kedua petenis untuk menggali kemampuan lebih dalam setelah semifinal intens, Jumat. Alcaraz mengalahkan Alexander Zverev dalam pertandingan 5 jam 27 menit yang menjadi semifinal terlama di Australia Terbuka.

Setelah itu, Djokovic memenangi persaingan 4 jam 9 menit atas juara Australia Terbuka 2024 dan 2025, Jannik Sinner, dalam pertandingan yang berakhir Sabtu menjelang pukul 02.00 waktu setempat. Dalam usia 38 tahun, Djokovic bisa menjaga intensitas tinggi permainannya sepanjang pertandingan. Dia, bahkan, menyebut penampilannya melawan Sinner sebagai performa terbaik dalam beberapa tahun terakhir.

Novak Djokovic menyampaikan kesan setelah menerima trofi peringkat kedua Grand Slam Australia Terbuka. Dalam final di Melbourne Park, Minggu (1/2/2026), Djokovic kalah dari Carlos Alcaraz.

Mantan petenis nomor satu dunia itu melangkah ke final setelah mendapat keuntungan dalam dua babak. Dia menang walkover atas Jakub Mensik pada babak keempat, yang diikuti dengan pengunduran diri lawannya, Lorenzo Musetti, pada set ketiga di perempat final.

Namun, tingginya intensitas permainan pada semifinal menjadi tantangan bagi ayah dari dua anak tersebut untuk pulih dalam waktu kurang dari 48 jam. Faktor inilah yang akhirnya menjadi penentu hasil final.

Kemampuan teknis dan mental Djokovic berada pada level berbeda. Dia bahkan memenangi set pembuka hanya dalam waktu 33 menit. Jika harus menyebut satu faktor yang membuatnya kalah adalah kebugaran fisik yang berada di bawah Alcaraz. Seperti dikatakannya seusai semifinal, Alcaraz bisa memulihkan diri dari rasa lelah lebih cepat karena berusia lebih muda.

Meski demikian, Djokovic telah membuktikan bahwa dia masih bisa bersaing walaupun menjadi petenis tertua di jajaran petenis ranking 100 besar dunia. Kompetitor terberat sebelumnya, yaitu Roger Federer dan Nadal, bahkan, telah meninggalkan kompetisi tenis profesional.

Australian Open Tennis

Alcaraz pun menyebut bahwa Djokovic menjadi salah satu sumber inspirasi. ”Kamu menyebut bahwa perjalanan saya luar biasa. Padahal, apa yang Anda lakukan sangat menginspirasi, tidak hanya untuk petenis, tetapi untuk banyak atlet lain dan banyak orang di seluruh dunia, termasuk saya. Saya sangat menikmati melihatmu bertanding dan selalu menjadi kehormatan ketika bisa berada di ruang ganti pemain yang sama,” tutur Alcaraz.

Juara AS Terbuka 1997 dan 1998 yang juga mantan petenis nomor satu dunia, Patrick Rafter, adalah sosok lain yang memuji Djokovic. Rafter bercermin dari perjalanannya yang menjalani pertandingan terakhir pada usia 29 tahun pada 2001 dan pensiun pada 2003. Dia pensiun pada usia tersebut karena kesulitan mencari motivasi baru, mengalami kelelahan mental, dan didera cedera.

”Sulit dipercaya apa yang dilakukan Novak. Dia sangat bugar seperti ketika muda. Dia luar biasa karena harus bermain tujuh kali beruntun dengan performa konsisten di arena Grand Slam,” kata mantan petenis Australia tersebut.

(AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul