Kejutan terjadi pada turnamen tenis ATP Masters 1000 Paris. Petenis putra nomor satu dunia, Carlos Alcaraz, tersingkir pada babak kedua.
29 Okt 2025 10:04 WIB · Olahraga
AFP/Dimitar DILKOFF
PARIS, SELASA — Ada satu faktor yang menjadi persamaan dua petenis tunggal putra terbaik dunia, Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner, saat mengikuti ATP Masters 1000 Paris, yaitu meraih gelar untuk pertama kalinya di ajang tersebut. Alcaraz kalah lebih cepat dalam persaingan tersebut setelah tersingkir pada babak kedua.
Kekalahan dialami saat berhadapan dengan petenis Inggris, Cameron Norrie, di Paris La Defense Arena, Perancis, Selasa (28/10/2025) malam waktu setempat atau Rabu (29/10/2025) dini hari waktu Indonesia. Alcaraz kalah dengan skor 6-4, 3-6, 4-6.
Hasil yang didapat Alcaraz dari petenis berusia 31 tahun itu sebenarnya bukanlah kejutan besar. Sebelum berjumpa di Paris, Norrie dua kali mengalahkan Alcaraz dari tujuh pertandingan. Namun, ini menjadi kemenangan pertama Norrie atas Alcaraz yang berstatus petenis ranking teratas dunia.
”Ini kemenangan besar bagi saya, apalagi terjadi setelah saya kembali ke turnamen usai pulih dari cedera. Saya mengalahkan petenis yang paling percaya diri di dunia saat ini, bersama Sinner. Maka, saat mendapat kesempatan baik dalam pertandingan, saya mendorong diri sendiri untuk melalui momen berat dan memenanginya,” tutur Norrie yang tersingkir pada babak pertama kualifikasi pada Paris Masters 2024.
Norrie menggunakan senjatanya berupa heavy topspin forehand yang membuat bola memantul dengan cepat di lapangan keras Paris La Defense Arena yang baru digunakan untuk Paris Masters pada tahun ini. Pantulan bola di lapangan keras dalam ruangan, seperti di tempat tersebut, lebih cepat dibandingkan di lapangan keras outdoor.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/29/f63f86f21e7aa07ad797af1487a8c94f-wires_photo_2025_10_29T095504.018.jpg)
Kemenangan Norrie membuka kelemahan Alcaraz. Petenis Spanyol pemilik enam gelar Grand Slam ini selalu kesulitan saat bertanding di lapangan keras dalam ruangan. Sejak debut di Paris Masters pada 2021, hasil terbaiknya adalah saat mencapai perempat final pada 2022.
”Saya sudah banyak berlatih dan merasa percaya diri. Pergerakan di lapangan dan pukulan saya juga baik. Saya punya rencana dan target yang jelas. Namun, meski memenangi set pertama, saya merasa seharusnya bisa melakukan yang lebih baik,” kata Alcaraz dalam laman resmi ATP.
Alcaraz juga memberi pujian pada Norrie yang tak memberi celah untuk menaikkan level permainan pada set kedua dan ketiga. Momen langka pun terlihat ketika Alcaraz kesulitan menemukan cara untuk bangkit. Padahal, petenis berusia 22 tahun ini dikenal memiliki daya juang tinggi dan berpengalaman membalikkan keadaan dari situasi tertekan.
Tersingkirnya Alcaraz membuat rival utamanya, Sinner, berpeluang menggesernya dari puncak peringkat dunia jika menjadi juara di Paris. Seperti Alcaraz, Sinner dalam misi meraih gelar pertama di Paris setelah tersingkir pada babak kedua 2021, babak pertama (2022), babak ketiga (2023), dan absen pada 2024. Sinner, yang menjadi unggulan kedua, akan mengawali penampilan dengan melawan Zizou Bergs pada babak kedua, Rabu malam waktu setempat.
Satu-satunya sisi positif dari kekalahan Alcaraz adalah waktu lebih panjang yang dia miliki untuk bersiap menuju turnamen Final ATP di Turin, Italia, 9-16 November. Ini adalah turnamen yang diikuti delapan petenis terbaik berdasarkan performa sepanjang tahun.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/29/39ca87943c6f6214fe023a3bcfe7f52e-wires_photo_2025_10_29T095539.606.jpg)
”Saya akan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk Turin dan Piala Davis. Itu adalah dua turnamen penting di depan. Saat ini, saya hanya ingin pulang dan tentu sambil mempersiapkan diri agar tidak terjadi lagi momen seperti di sini,” kata Alcaraz.
Paris Masters dan turnamen-turnamen setelah ini menjadi panggung perburuan poin bagi mereka yang belum lolos tetapi memiliki peluang. Masih ada empat tiket tersisa setelah empat lainnya didapat Alcaraz, Sinner, Novak Djokovic, dan Alexander Zverev.
Setidaknya ada lima petenis yang berpeluang besar berebut empat tempat tersisa dan semuanya tampil di Paris. Mereka adalah Taylor Fritz, Ben Shelton, Alex de Minaur, Lorenzo Musetti, dan Felix Auger-Aliassime yang akan mengawali penampilan pada Rabu.
Dalam persaingan tenis putri, turnamen yang diikuti delapan petenis terbaik, Final WTA, akan berlangsung di Riyadh, Arab Saudi, 1-8 November. Mereka yang akan bersaing menjadi petenis terbaik dari yang terbaik ini adalah Aryna Sabalenka, Iga Swiatek, Cori Gauff, Jessica Pegula, Madison Keys, Jasmine Paolini, Amanda Anisimova, dan Elena Rybakina. Gauff adalah juara Final 2024 setelah mengalahkan Zheng Qin Wen di final. (AFP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan