Jadwal Contraflow, One Way, dan Ganjil Genap Saat Arus Mudik 2025

Pemerintah menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa ”contraflow”, ”one way”, dan ganjil genap untuk mengantisipasi kepadatan saat puncak arus mudik Lebaran.

22 Mar 2025 17:30 WIB · Ekonomi

Oleh Iqbal Basyari

Perjalanan mudik ke kampung halaman sering kali dihantui kemacetan. Apalagi jika pemudik menggunakan kendaraan pribadi di jalan tol, mayoritas pasti mempertimbangkan kemungkinan terjadinya kemacetan. Sebab, dalam beberapa tahun terakhir, kemacetan saat puncak arus mudik sering kali tidak terhindarkan.

Pemerintah pun telah menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas untuk memperlancar arus mudik Lebaran. Sejumlah skenario disiapkan, mulai dari lawan arus (contraflow), satu arah (one way), hingga skema ganjil genap, yang akan diberlakukan di sejumlah ruas jalan tol untuk mencegah kemacetan. Lalu, kapan dan di mana saja rekayasa lalu lintas itu akan diterapkan?

Logo Liputan Lebaran 2025

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Agus Suryonugroho melalui keterangan tertulis, Sabtu (22/3/2024), mengatakan, berbagai rekayasa lalu lintas dirancang untuk memastikan perjalanan yang lebih lancar dan aman bagi masyarakat. Namun, implementasi rekayasa lalu lintas bakal disesuaikan dengan situasi yang berkembang.

Pertama, contraflow akan diberlakukan di ruas Tol Jakarta-Cikampek dari Kilometer 40 sampai Kilometer 70. Penerapannya akan dilaksanakan mulai Kamis, 27 Maret, pukul 14.00 hingga Sabtu, 29 Maret, pukul 24.00. Adapun pada Minggu, 30 Maret, tidak ada contraflow di jalur tersebut. Penerapan lawan arus kemudian berlanjut di ruas jalan tol yang sama pada Senin, 31 Maret, pukul 11.00 hingga Selasa, 1 April, pukul 18.00.

Sementara itu, skema one way menurut rencana akan diberlakukan mulai dari Tol Jakarta-Cikampek Km 70 sampai Km 414 di ruas Tol Semarang-Batang. Skema satu arah di dua jalur ini diberlakukan pada Kamis, 27 Maret, pukul 14.00 hingga Sabtu, 29 Maret, pukul 24.00.

”Apabila terjadi puncak arus mudik, biasanya H-3 Idul Fitri. Itu akan kami lakukan one way, namanya one way nasional. Itu akan kami lakukan,” ujar Agus.

Proyeksi rekayasa lalu lintas saat arus mudik dan balik Lebaran 2025

Sementara skema ganjil genap menurut rencana akan diberlakukan di Tol Jakarta-Cikampek Km 47 sampai Tol Semarang-Batang Km 414. Rekayasa ganjil-genap juga akan diberlakukan di Tol Tangerang-Merak Km 31 sampai Km 98. Kebijakan ini akan berlaku mulai Kamis, 27 Maret, pukul 14.00 hingga Minggu, 30 Maret, pukul 24.00.

Berdasarkan sejumlah rekayasa lalu lintas tersebut, pemudik perlu mengantisipasi jalur yang diambil agar dapat berhenti di tempat istirahat (rest area). Saat contraflow, pemudik yang dapat mengakses rest area hanya yang berada di jalur awal menuju Semarang.

Adapun pengendara yang masuk ke lajur contraflow tidak bisa berhenti di rest area. Sebab, pengendara berbagi lajur dengan masyarakat yang berkendara ke arah Jakarta.

Rest Area Heritage Km 260 B Banjaratma, Brebes, Jawa Tengah

Berbeda halnya jika pemudik masuk dalam skema one way, mereka dapat berhenti di tempat istirahat yang berada di sisi kanan. Salah satu tempat istirahat yang perlu dijajal adalah Rest Area Heritage Km 260B Banjaratma, Brebes.

Lokasi tersebut dulunya merupakan pabrik gula yang berdiri pada 1908. Namun, pada 2019, cagar budaya itu disulap menjadi tempat istirahat karena lokasinya berada persis di sisi jalan tol. Ada hampir 200 stan makanan dan oleh-oleh dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

”Daripada bermacet-macetan, lebih baik mengisi energi dulu di rest area kami. Kalau dari arah Jakarta, pemudik bisa ambil posisi paling kanan saat pemberlakuan sistem one way,” kata Direktur Utama PP Sinergi Banjaratma Dina Yunanda.


Kerabat Kerja

Penulis:

Iqbal Basyari
 | 

Editor:

Caecilia Mediana