Puluhan penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali masih dalam pencarian. Kapal tenggelam saat berlayar menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
04 Jul 2025 06:30 WIB · Nasional
KMP Dharma Rucitra dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali, tiba di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (3/7/2025). Sejumlah petugas kesehatan berikut ambulans telah bersiaga. Ratusan orang, sebagian besar keluarga korban, berdiri dan melihat ke arah dermaga ketika informasi bersandarnya kapal tersebut mereka terima. Keluarga korban ini telah menunggu sejak subuh. Beberapa di antara mereka mulai menangis. Sebagian histeris.
Setelah kapal sandar, 21 korban selamat dari musibah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya keluar. Mereka berjalan dengan gontai. Mereka lelah. Korban kapal tenggelam ini mengenakan pakaian seadanya. Bahkan, beberapa di antaranya tanpa alas kaki. Mereka langsung masuk ke dalam ambulans. Perjuangan mereka untuk bertahan hidup dengan terombang-ambing di tengah ombak, dingin air laut, dan gelapnya malam akhirnya membawa mereka kembali ke keluarga.
KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam pada Rabu (2/7/2025) sekitar pukul 23.35. Kapal berlayar dari Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Kapal membawa 65 orang, yang terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru kapal, serta mengangkut 22 unit kendaraan.
Ketika ambulans tiba di Posko Ketapang, keluarga menyambut dengan histeris dan berusaha memeluk anggota keluarga mereka yang melongok dari jendela ambulans. Petugas pun harus bersusah payah menghalau agar para korban selamat lebih cepat dicek kesehatannya. Setelah diperiksa, 21 korban selamat dinyatakan sehat dan diperkenankan bertemu dengan keluarga.
Salah satu korban selamat, Suyip, menceritakan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat. Dia tidak sempat mendapat pelampung. Di tengah gelap malam, dia berjuang sekuat tenaga untuk bisa mendapat pegangan.
”Saya sedang berada di dalam mobil yang memuat bibit ikan, tidak ada tanda-tanda atau alarm, tetapi kapal tiba-tiba miring ke kiri dan tenggelam. Saya berusaha keluar dengan sekuat tenaga. Beruntung saya bisa menemukan sekoci yang sudah ada orangnya. Saya juga sempat menolong penumpang lainnya dan membantu memasukkan ke sekoci,” tutur Suyip.
Dari dua orang yang pergi bersamanya, satu selamat dan satunya lagi masih dalam pencarian.
Namun, kegembiraan tidak dirasakan semuanya. Sebagian dari keluarga korban masih harap-harap cemas. Nama keluarga mereka belum ada dalam daftar penumpang yang selamat. Salah satu orang tersebut adalah Narwi (50).
Dengan wajah sembap, ia mengucapkan selamat kepada korban yang baru tiba dan meminta doa agar anak dan dua cucunya ditemukan.
”Mas, tolong doakan anak saya segera ketemu, ya,” ujar Narwi sambil menjabat tangan seorang korban selamat yang baru bertemu dengan keluarganya. Lalu ia kembali tertunduk lesu di tangga Posko Informasi Bersama Pelabuhan Ketapang sambil terus memegangi telepon genggamnya.
”Total keluarga saya yang hilang enam orang, Mas. Anak saya dan dua anaknya, juga tiga keluarga dari menantu saya. Mereka memang berencana ke Bali dengan travel untuk mengunjungi menantu yang bekerja di Bali,” ujar Narwi. Ia berharap semua dapat ditemukan dengan selamat.
Narwi dan orang-orang yang masih menunggu kabar keluarganya hanya bisa berharap keluarga bisa diselamatkan. Jika tidak, mereka berharap jasad keluarga bisa ditemukan dan dikebumikan dengan layak.
Hingga kini sebanyak 31 penumpang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat dan 5 orang dalam kondisi meninggal. Selat Bali kembali menghadirkan duka….
Penulis:
Bahana Patria GuptaEditor:
Yovita ArikaPenyelaras Bahasa:
Retma Wati