China dan Indonesia Tegaskan Sikap Saling Percaya

Presiden Prabowo Subianto mengunjungi China di awal lawatannya ke luar negeri. Pengamat menilai Indonesia ingin memperkuat hubungan dengan China.

10 Nov 2024 17:39 WIB · Internasional

Oleh Helena Fransisca Nababan - [email protected]

BEIJING, MINGGU — Dalam perspektif China, kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke negeri itu dimaknai sebagai tanda bahwa Pemerintah Indonesia yang baru ingin memperkuat hubungan dengan China, meningkatkan kerja sama regional, dan menjaga keamanan regional. Di tengah situasi global yang kompleks dan terus berubah, penting bagi China dan Indonesia untuk memperkuat kerja sama strategis dan menyeluruh.

Demikian ditulis Jia Duqiang, peneliti pada Institut Nasional Strategi Internasional, dalam rubrik opini China Daily, Sabtu (9/11/2024).

Keinginan Indonesia untuk memperkuat kerja sama dengan China ditunjukkan dengan dua kali kunjungan Prabowo ke China dalam setahun terakhir. Kunjungan pertama dilakukan April 2024, kala Prabowo masih menjabat menteri pertahanan dan telah ditetapkan sebagai presiden terpilih.

Kunjungan kedua dilakukan pekan ini, tiga minggu setelah Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Kunjungan ke China pekan ini merupakan bagian dari rangkaian lawatan ke luar negeri pertama Prabowo. Media China, China Daily, melaporkan, China menjadi tujuan pertama lawatan Presiden sekaligus memenuhi undangan Presiden Xi Jinping.

”Indonesia menganggap China tidak hanya sebagai kekuatan besar, tetapi juga sebagai peradaban besar,” kata Prabowo.

Menurut Presiden, Indonesia dan China memiliki hubungan dekat selama berabad-abad. ”Oleh karena itu, saya pikir wajar saja bahwa sekarang dalam situasi geopolitik dan geoekonomi saat ini, Indonesia dan China menjadi mitra yang sangat dekat dan dalam banyak bidang,” ujar Prabowo menambahkan.

Chinese President Xi Jinping, background right, and Indonesian President Prabowo Subianto applaud during a signing ceremony at the Great Hall of the People, in Beijing, Saturday, Nov. 9, 2024. (Florence Lo/Pool Photo via AP)

Prabowo pun berjanji akan menjaga hubungan dekat China dan Indonesia. Xi berjanji mendukung pemerintahan Prabowo dan berterima kasih kepadanya karena memilih untuk mengunjungi China terlebih dahulu dalam lawatan internasional.

Xi menyatakan, ”Ia yakin Indonesia akan berpegang pada jalur pembangunan yang mandiri, terus membuat pencapaian baru dalam perjalanan mencapai kemakmuran nasional dan peremajaan nasional, dan memainkan peran penting di panggung internasional dan regional.”

Merujuk pemberitaan South China Morning Post, dalam pertemuan itu Xi menegaskan posisi kedua negara di kawasan. ”Sebagai negara berkembang besar dan anggota utama Global Selatan, China dan Indonesia harus bersama-sama mempromosikan nilai-nilai Asia yang berpusat pada perdamaian, kerja sama, inklusivitas, dan integrasi,” kata Xi.

”China dan Indonesia harus memimpin Global Selatan dalam solidaritas dan upaya perbaikan diri, serta mempromosikan pengembangan tata kelola global ke arah yang lebih adil dan rasional,” kata Xi, sebagaimana dikutip SCMP.

Schoolchildren wave Chinese and Indonesian flags as they rehearse before a welcome ceremony for Indonesian President Prabowo Subianto at the Great Hall of the People, in Beijing, Saturday, Nov. 9, 2024. (Florence Lo/Pool Photo via AP)

Sementara itu, merujuk CCTV, Xi tampak sangat menghargai pencapaian kerja sama kedua negara selama ini. Xi pun mengajak untuk memperkuat dan meningkatkannya berbasis rasa saling percaya, saling membantu, dan saling menguntungkan.

CCTV menulis bahwa Xi meminta kedua pihak untuk lebih meningkatkan tata letak kerja sama strategis dan mendorong kerja sama mengenai ”lima pilar” politik, ekonomi, pertukaran antarmasyarakat dan budaya, urusan maritim, serta keamanan.

Lebih lanjut, Xi mendesak kedua pihak untuk memperdalam kerja sama Sabuk dan Jalan yang antara lain ditandai dengan beroperasinya kereta api cepat Jakarta-Bandung, memajukan kerja sama pada Koridor Ekonomi Komprehensif Regional dan proyek ”Dua Negara, Taman Kembar”, hingga pembangunan maritim.

Saling menguntungkan

Kerja sama China-Indonesia, menurut Jia, berkembang menjadi hubungan yang saling menguntungkan. Kedua belah pihak memiliki hubungan ekonomi dan perdagangan yang erat, dan skala perdagangan bilateral terus tumbuh. Hubungan ekonomi Indonesia dengan China berkembang pesat selama satu dekade masa jabatan Presiden Joko Widodo.

China menjadi mitra dagang terbesar Indonesia selama 11 tahun berturut-turut. Angka perdagangan bilateral pada tahun 2023, merujuk China Daily, mencapai 139,42 miliar dollar AS.

Perkembangan ketergantungan ekspor Indonesia terhadap China dan pertumbuhan ekspor komoditas unggulan Indonesia ke China.

China juga merupakan sumber impor sekaligus tujuan ekspor terbesar Indonesia. Pada tiga kuartal pertama tahun ini, nilai perdagangan bilateral mencapai 105,621 miliar dollar AS atau naik 2,5 persen dari tahun lalu.

Bagi Indonesia, China merupakan tujuan utama ekspor sumber daya alam, seperti batubara, minyak sawit, karet, dan bijih nikel. Adapun produk mekanik dan listrik, barang elektronik, dan tekstil dari China populer di pasar Indonesia.

Selain itu, investasi China di Indonesia terus tumbuh. Angka investasi China di Indonesia pada 2023 mencapai 7,4 miliar dollar AS dan menjadikan China sebagai investor asing terbesar kedua di Indonesia setelah Singapura.

Kedua negara juga bekerja sama untuk meningkatkan kapasitas produksi. Sementara kerja sama mereka di bidang infrastruktur telah membuahkan hasil yang bermanfaat. Perusahaan-perusahaan China terlibat dalam pembangunan fasilitas infrastruktur berskala besar, seperti pembangkit listrik, jembatan, bendungan, dan kereta api berkecepatan tinggi Jakarta-Bandung.

China dan Indonesia juga memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan di bidang-bidang tradisional, seperti pertambangan, pertanian, dan perikanan. Di sisi lain, kedua negara juga memperdalam kerja sama dalam perdagangan komoditas dan transfer teknologi yang berkontribusi pada pembangunan Indonesia dan peningkatan mata pencarian masyarakat Indonesia.

Foto dari Angkatan Bersenjata Filipina, Rabu (7/8/2024) menampilkan sepasang pelaut AL Filipina mengawasi kapal perang Kanada HMCS Montreal dalam latihan perang AL Filipina - AS - Kanada - Australia di perairan sengketa di Laut China Selatan yang berlangsung hingga tanggal 8 Agustus 2024. (Armed Forces Philippines/AFP) TOPSHOT - This handout photo taken on August 7, 2024 and released by the Armed Forces of the Philippines (AFP) shows Philippine sailors watching Canada's HMCS Montreal during the joint Philippines, US, Canada, and Australia Multilateral Maritime Cooperative Activity (MMCA)in the disputed waters of the South China Sea. The Philippines, United States, Australia and Canada launched on August 6 two days of joint South China Sea naval and air exercises, a joint statement said, as Beijing presses its territorial claim over the strategic waters. (Photo by Handout / ARMED FORCES OF THE PHILIPPINES / AFP) / -----EDITORS NOTE --- RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / ARMED FORCES OF THE PHILIPPINES (AFP) " - NO MARKETING - NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS - *** Local Caption *** Foto dari Angkatan Bersenjata Filipina, Rabu (7/8/2024) menampilkan sepasang pelaut AL Filipina mengawasi kapal perang Kanada HMCS Montreal dalam latihan perang AL Filipina - AS - Kanada - Australia di perairan sengketa di Laut China Selatan yang berlangsung hingga tanggal 8 Agustus 2024. (Armed Forces Philippines/AFP)

Dengan kedekatan relasi tersebut, seusai pembicaraan yang berlangsung antara Presiden Xi dan Presiden Prabowo pada Sabtu (9/11/2024), kedua kepala negara menyaksikan penandatanganan sejumlah dokumen perjanjian kerja sama bilateral di berbagai sektor. Kerja sama itu di antaranya pembangunan bersama, ekonomi biru, konservasi air, dan sumber daya mineral.

Netralitas

Meski memiliki kedekatan dengan China, Prabowo juga dijadwalkan akan mengunjungi Amerika Serikat dan Inggris serta sejumlah negara lain. Langkah itu menjadi penegas kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Langkah itu juga menunjukkan Indonesia akan tetap bersikap berimbang menyikapi relasi Beijing dan Washington.

Di Washington, Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Joe Biden. Ia juga berharap akan bertemu dengan presiden terpilih Donald Trump awal minggu depan.

Indonesia juga mempertahankan sikap yang relatif netral terkait ketegangan antara China dan Filipina, Vietnam, Malaysia, Taiwan, dan Brunei Darussalam di Laut China Selatan.

Negara-negara tersebut memiliki klaim yang tumpang tindih di jalur perairan yang kaya sumber daya dan sibuk itu.

Indonesia memang tidak bersengketa dengan China, tetapi klaim China di wilayah Laut China Selatan tumpang tindih dengan bagian zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia yang membentang dari Kepulauan Natuna. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Helena Fransisca Nababan
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H