China mendesak Iran menjaga keselamatan pelayaran di Selat Hormuz. Pasokan minyak dan gas melalui Selat Hormuz berdampak pada stabilitas ekonomi dunia.
03 Mar 2026 20:15 WIB · Internasional
AFP/FADEL SENNA
BEIJING, SELASA — China mendesak semua pihak menjaga keselamatan pelayaran Selat Hormuz. Selat tersebut merupakan jalur utama pasokan minyak dan gas dunia. Sejak Sabtu, setelah Iran diserang Amerika Serikat dan Israel, Armada Garda Revolusi Iran menutup Selat Hormuz.
Dalam pernyataan pers di Beijing, Selasa (3/3/2026), juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, mendesak gencatan senjata segera diberlakukan. ”Agar semua pihak menghindari eskalasi, menjaga keselamatan pelayaran di Selat Hormuz, dan mencegah dampak lebih lanjut terhadap perekonomian dunia,” ujar Mao Ning.
Sekurangnya 20 persen pasokan minyak dunia diangkut melalui Selat Hormuz setiap hari atau sebesar 17 juta barel. Demikian pula angkutan gas dan barang berjalan dua arah dari Teluk Persia ke Asia Timur. Dalam konflik terakhir, empat kapal niaga rusak disengat drone atau rudal saat mereka berusaha menerobos Selat Hormuz dari arah Teluk Persia.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/01/18/f2757225-8533-47e1-b8c5-3f4d9dbaf98b_jpg.jpg)
”Energi merupakan sektor strategis bagi ekonomi dunia. China akan melakukan langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan energi nasional,” ujar Mao.
China adalah pembeli utama minyak Iran. Kerja sama Iran-China sudah merancang pengiriman minyak melalui jalur darat dari Pelabuhan Chahabar ke Provinsi Xinjiang di China barat. Tercatat pada Desember 2025, separuh impor minyak mentah China diangkut melalui Selat Hormuz.
Seorang eksekutif migas China kepada Bloomberg mengatakan, China sudah mendesak Iran untuk membuka Selat Hormuz demi stabilitas ekonomi dunia. Penutupan Selat Hormuz juga mengganggu pasokan gas dari Qatar yang memasok 20 persen kebutuhan gas utama dunia. Adapun kebutuhan gas China, 30 persen dipasok dari Qatar.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/03/8f39f0cf3266201cd2ff91be8f81f64d-20260303_ANU_Ganguan_Pasokan_Selat_Hormuz_mumed.jpg)
Selain menjadi pembeli utama minyak mentah Iran, China juga mendapat pasokan migas dari negara-negara Teluk. Semua angkutan migas kebutuhan China itu diangkut melintasi Selat Hormuz.
Eksekutif Migas China itu mengatakan, Pemerintah China dalam taklimat kepada pebisnis menjelaskan sudah mengambil langkah mendekati Iran agar mau membuka Selat Hormuz.
Dalam komunikasi Menlu China Wang Yi dengan rekannya, Menlu Iran Abbas Araghchi, pihak China mendukung upaya Iran menjaga keselamatan negara dan juga berharap adanya perhatian terhadap negara-negara tetangga.
Sejauh ini, kilang di China masih beroperasi normal dan terkendali. Bloomberg memperkirakan terjadinya inflasi ringan akibat kenaikan harga minyak. Namun, dampak jangka panjang diperkirakan berakibat buruk bagi ekonomi China.
Selain isu minyak, perang AS-Israel melawan Iran membuat Zona Euro mencatat kenaikan inflasi lebih tinggi dari perkiraan tahun lalu. Namun, laju peningkatan itu masih berada di bawah batasan Bank Sentral Eropa. Lembaga itu telah menetapkan angka 2 persen berdasarkan data terbaru, Selasa. Faktor pemicu adalah kenaikan harga minyak dan gas.
Harga gas di Belanda dan Inggris naik 40 persen karena Qatar menghentikan produksi di fasilitas Ras Laffan. Fasilitas itu merupakan pelabuhan ekspor gas terbesar di dunia. Eropa menambah impor gas dalam beberapa tahun terakhir untuk mengurangi ketergantungan pasokan gas asal Rusia setelah negeri itu menyerbu Ukraina pada Februari 2022.
Konflik akibat serangan AS-Israel ke Iran dikhawatirkan dapat memicu kenaikan harga minyak lebih dari 10 persen yang memperburuk inflasi dan menghambat pertumbuhan ekonomi.
Kenaikan harga pangan dan biaya jasa terkait naiknya sektor energi. Inflasi bayangan yang terjadi akibat tidak stabilnya harga bahan bakar dan pangan naik menjadi 2,4 persen dari 2,2 persen karena inflasi biaya jasa meningkat lebih cepat dari perkiraan. Harga kontrak pengadaan listrik Belanda naik 18,38 euro menjadi 62,77 euro per megawatt per jam atau naik 21 dolar AS per metrik ton.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/19/c5a87fd8-214e-4040-9564-4a2380c90d1f.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/17/36a31dc4c4a093dfcca783ddf64aec39-20260217_ADI_Rudal_Iran_mumed.png)
Data Eurostat memperlihatkan, inflasi di 21 negara pengguna mata uang euro naik menjadi 1,9 persen dari 1,7 persen pada Februari 2026.
Dampak perang pada sektor ekonomi juga dirasakan warga AS. Sejak Senin kemarin, harga minyak dan gas langsung naik. Serangan balasan Iran mengakibatkan berbagai kilang minyak dan gas di Negara Teluk menghentikan produksi. Demikian pula pengapalan migas melalui Selat Hormuz terhenti.
Menlu AS Marco Rubio mengatakan, Washington akan mengambil sejumlah langkah dan kebijakan untuk mengatasi kenaikan harga di AS. Namun, Kementerian Energi dan Kementerian Keuangan AS tidak menjelaskan langkah apa yang akan diambil bagi warga AS terkait kenaikan berbagai harga itu.
(Reuters/AFP)
Penulis:
Iwan SantosaEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar