China-India Meredam Ketegangan

China dan India terus memperbaiki hubungan diplomatik. Pengelolaan konflik perbatasan kedua negara mendorong relasi yang lebih baik dalam menghadapi tekanan AS.

19 Agt 2025 12:30 WIB · Internasional

Oleh Mahdi Muhammad

NEW DELHI, SELASA — Pertemuan antara Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar dan Menlu China Wang Yi diklaim berlangsung konstruktif. Sejumlah persoalan dibahas, mulai dari isu perdagangan bilateral, konektivitas, isu perbatasan, hingga isu regional dan global.

Kedua menteri sepakat untuk berangkulan, menjalin kerja sama strategis sembari menyelesaikan persoalan perbatasan yang menjadi ganjalan relasi kedua negara.

”Setelah melewati masa sulit dalam hubungan kami, kedua negara kini berupaya untuk melangkah maju. Hal ini membutuhkan pendekatan yang jujur dan konstruktif dari kedua belah pihak,” kata Jaishankar di awal pertemuan dengan Wang Yi di New Delhi, India, Senin (18/8/2025).

Sementara, Wang, dalam pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri China, menyatakan, China siap menjunjung tinggi prinsip keakraban dan saling menguntungkan dengan India. Dia berharap hal ini akan menjadi landasan hubungan yang lebih baik dan jauh.

Wang mengatakan, kedua negara perlu menempatkan satu sama lain sebagai mitra dan peluang ketimbang lawan atau ancaman.

Meriam Bofors dengan laras yang mendongak siap dioperasikan Tentara Angkatan Darat India yang ditempatkan di Penga Teng Tso di depan Tawang, dekat Garis Kontrol Aktual (LAC) yang berbatasan dengan China di negara bagian Arunachal Pradesh India, Rabu (20/10/2021). AFP/Money SHARMA 20-10-2021 Indian Army soldiers are pictured on a Bofors gun positioned at Penga Teng Tso ahead of Tawang, near the Line of Actual Control (LAC), neighbouring China, in India's Arunachal Pradesh state on October 20, 2021. (Photo by Money SHARMA / AFP)

Salah satu hal yang ditekankan oleh Jaishankar adalah soal kemauan dan kemampuan untuk menjaga perdamaian di perbatasan. Jaishankar dalam pernyataannya menyebut, penting bagi bagi kedua negara untuk menarik kembali pasukan mereka yang terkumpul di sepanjang perbatasan yang disengketakan di Himalaya barat sejak bentrokan perbatasan.

Tidak ada penjelasan lebih jauh soal ”penarikan kembali” tersebut. Hal itu mungkin saja berarti menjauhkan pasukan kedua negara dari perbatasan atau mengurangi jumlah pasukan di perbatasan.

Di India, Wang dijadwalkan juga bertemu dengan Penasihat Keamanan Nasional Ajit Doval sebelum bertemu Perdana Menteri Narendra Modi.

Laporan dari Bloomberg, mengutip sumber anonim, pertemuan Wang dengan Doval dan Jaishankar akan difokuskan pada pengurangan jumlah pasukan di wilayah perbatasan secara signifikan. Sumber tersebut mengatakan, bila hal itu tercapai, kesepakatan tersebut adalah bentuk kemajuan signifikan dalam memulihkan kepercayaan antara kedua negara.

Pertemuan Jaishankar dan Wang adalah pertemuan tingkat tinggi kedua soal perbatasan sejak bentrokan pasukan perbatasan kedua negara pada tahun 2020. Bentrokan itu menewaskan 20 orang tentara India dan empat tentara China.

Konflik di perbatasan China-India Infografik

Pertemuan terakhir pada bulan Desember lalu menghasilkan sejumlah konsensus, di antaranya memajukan negosiasi, penguatan pengelolaan perbatasan, dan peningkatan kerja sama lintas batas. Saat PM Modi bertemu Presiden China Xi Jinping di KTT BRICS di Kazan, Rusia, Oktober tahun lalu, kedua pemimpin juga sepakat menjalin kontak lebih intensif di berbagai tingkatan dan mengambil langkah-langkah bertahap untuk menstabilkan hubungan.

Sejak beberapa bulan terakhir, Jaishankar, Doval, dan Wang saling berkunjung untuk mencoba merumuskan kesepakatan yang menguntungkan kedua negara. Hal ini dilakukan menjelang kunjungan PM Modi ke China akhir bulan ini.

Selain menghadiri KTT Shanghai Cooperation Organisation (SCO) di Tianjin, Modi dan Xi direncanakan bertemu dan memperingati 75 tahun hubugan diplomatik kedua negara.

FILE - In this Oct. 16, 2016, file photo, Indian Prime Minister Narendra Modi, left, talks with Chinese President Xi Jinping at the signing ceremony by foreign ministers during the BRICS summit in Goa, India. India’s Ministry of External Affairs said Wednesday, Oct. 9, 2019, that Xi and Modi would meet for a second informal summit in the southern coast city of Chennai on Oct. 11 and 12 to “exchange views on deepening” the two countries’ development. (AP Photo/Manish Swarup, File)

Dilansir China Daily, Juru Bicara Kemenlu India Randhir Jaiswal mengatakan, kedua negara tengah berupaya untuk melanjutkan perdagangan lintas batas di tiga titik perbatasan yang telah disepakati.

Sejumlah upaya untuk meredakan ketegangan telah dilakukan Beijing dan New Delhi setelah pertemuan Xi dan Modi pada Oktober lalu. Selain memulihkan penerbangan langsung, para peziarah India telah diizinkan untuk bepergian ke Xizang untuk tujuan keagamaan. India juga telah menerbitkan visa turis bagi wisatawan China sejak Juli lalu.

Kunjungan Wang terjadi ketika India dan China tengah menghadapi tekanan ekonomi dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump berupa kenaikan tarif bea masuk impor. Yang terakhir, India dikenai sanksi sekunder berupa kenaikan bea masuk impor karena tetap membeli produk minyak mentah dari Rusia. Adapun China masih dalam proses perundingan perdagangan dengan AS.

Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri India Narendra Modi memaparkan hasil pertemuan mereka di Hyderabad House, Selasa (24/2/2020) di New Delhi

Di tengah meningkatnya proteksionisme dan unilateralisme, para ahli mengatakan bahwa baik Beijing maupun New Delhi harus memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan hubungan bilateral. Keduanya juga memperkuat kerja sama dalam kerangka kerja multilateral, salah satunya melalui SCO. Platform ini diyakini bisa menyuntikkan energi positif ke dalam kerja sama negara-negara berkembang.

Lin Minwang, profesor Institut Studi Internasional Universitas Fudan, mengatakan, pembicaraan tingkat tinggi minggu ini menunjukkan bahwa hubungan China-India membaik. Ketegangan yang mereda di perbatasan juga dapat membantu menciptakan kondisi untuk kerja sama baru di bidang perdagangan, investasi, dan budaya.

”Mengingat keunggulan demografis India, momentum pembangunan, dan peran kuncinya dalam mekanisme multilateral internasional mendorong perkembangan hubungan China-India yang sehat akan menguntungkan kedua negara dan membawa signifikansi global,” kata Lin. (AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Mahdi Muhammad
 | 

Editor:

Nur Hidayati
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan