China Perkuat Posisi melalui Parade Militer

China menggelar parade militer untuk memperingati 80 tahun berakhirnya perang melawan Jepang dan fasisme. Sebagian peralatan militer baru pertama kali ditampilkan.

03 Sep 2025 21:26 WIB · Internasional

Oleh Sekar Gandhawangi dari Beijing, China

BEIJING, KOMPAS — China menggelar parade militer besar-besaran di Lapangan Tiananmen, Beijing, China pada Rabu (3/9/2025). Parade ini digelar China untuk memperingati 80 tahun berakhirnya perang melawan agresi Jepang dan fasisme. Sejumlah pihak menilai parade ini juga untuk menunjukkan kekuatan militer China.

”Saat ini, umat manusia dihadapkan pada pilihan damai atau perang, dialog, atau konfrontasi, menang-menangan, atau zero sum,” kata Presiden China Xi Jinping dalam pidato pembukaan parade. ”Rakyat China berdiri teguh di sisi sejarah yang benar,” tambahnya.

Parade berlangsung tepat pukul 09.00 waktu Beijing. Parade dibuka dengan menembakkan meriam sebanyak 80 kali, simbol peringatan 80 tahun berakhirnya Perang China.

Ribuan warga China internasional hadir di Lapangan Tiananmen sejak matahari baru terbit dengan ketertiban yang dijaga benar oleh penyelenggara. Hanya orang yang menerima undangan yang boleh masuk ke Lapangan Tiananmen, itu pun dengan penjagaan ketat dan pemeriksaan berlapis. Setidaknya ada tiga kali pemeriksaan sebelum tiba di lokasi parade.

Suasana parade militer China di Lapangan Tiananmen, Beijing, China pada Rabu (3/9/2025). Parade ini dilakukan China untuk memperingati 80 tahun berakhirnya perang rakyat China melawan agresi Jepang dan fasisme. China menunjukkan peralatan dan alat berat militer dalam parade ini. Menurut pejabat militer China, sebagian di antaranya baru pertama kali ditampilkan ke publik.
Suasana parade militer China di Lapangan Tiananmen, Beijing, China pada Rabu (3/9/2025). Parade ini dilakukan China untuk memperingati 80 tahun berakhirnya perang rakyat China melawan agresi Jepang dan fasisme. China menunjukkan peralatan dan alat berat militer dalam parade ini. Menurut pejabat militer China, sebagian di antaranya baru pertama kali ditampilkan ke publik.
Suasana parade militer China di Lapangan Tiananmen, Beijing, China pada Rabu (3/9/2025). Parade ini dilakukan China untuk memperingati 80 tahun berakhirnya perang rakyat China melawan agresi Jepang dan fasisme. China menunjukkan peralatan dan alat berat militer dalam parade ini. Menurut pejabat militer China, sebagian di antaranya baru pertama kali ditampilkan ke publik.
Suasana parade militer China di Lapangan Tiananmen, Beijing, China pada Rabu (3/9/2025). Parade ini dilakukan China untuk memperingati 80 tahun berakhirnya perang rakyat China melawan agresi Jepang dan fasisme. China menunjukkan peralatan dan alat berat militer dalam parade ini. Menurut pejabat militer China, sebagian di antaranya baru pertama kali ditampilkan ke publik.

Sebelum parade mulai, sekitar pukul 08.30, Presiden China Xi Jinping dan istrinya, Peng Liyuan, menyambut para tamu negara dan menyalami sejumlah veteran perang. Ada lebih dari 20 pemimpin negara yang hadir, termasuk Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Pemimpin Korea Utara Kim Jongun.

Presiden Prabowo tiba di Beijing pada Rabu pagi. Sebelumnya, Presiden sempat membatalkan lawatan ke China yang diharapkan berlangsung dari tanggal 31 Agustus 2025 untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Shanghai (KTT SCO). Lawatan itu sempat batal karena kondisi domestik Indonesia memanas. Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Presiden Prabowo hanya berada di Beijing selama delapan jam.

Presiden Xi menyebutkan, terlepas dari kesulitan yang terjadi, kehadiran Presiden Prabowo menunjukkan pentingnya hubungan China dan Indonesia serta persahabatan tulus. China mendukung pemerintahan Presiden Prabowo, mendoakan stabilitas Indonesia, serta perkembangan dan pertumbuhan Indonesia.

Dalam keterangan tertulis yang dirilis China, Presiden Prabowo menyebutkan bahwa hubungan bilateral kedua negara berada di situasi terbaik. Indonesia menantikan penguatan kerja sama dengan China antara lain di bidang perdagangan, investasi, keuangan, dan infrastruktur.

Modernisasi militer

Parade ini melibatkan ribuan personel dan menampilkan ratusan peralatan militer China, termasuk pesawat, senjata, dan alat berat. Sebelumnya, Wakil Direktur Jenderal Biro Operasional Departemen Staf Gabungan Komisi Militer China Mayor Jenderal Wu Zeke mengatakan, parade ini untuk menunjukkan kemajuan China dalam modernisasi militer. Sebagian senjata dan peralatan militer itu baru pertama kali ditampilkan ke publik. Semua senjata dan peralatan militer dibuat dalam negeri dan aktif saat ini.

Mengutip AP, peralatan militer yang dipamerkan mencakup rudal hipersonik untuk menghancurkan kapal di laut. Senjata ini jadi perhatian khusus Angkatan Laut Amerika Serikat. Selain itu, parade juga menampilkan drone bawah air, tabung hitam panjang berbentuk seperti kapal selam, serta rudal balistik.

Parade militer ini dianggap beberapa pihak sebagai upaya China untuk unjuk kekuatan. ”(Presiden China) Xi Jinping berupaya menunjukkan bahwa ia sangat kuat bahwa ia masih sangat berkuasa dan diterima dengan sangat baik di China,” ujar Alfred Wu, Associate Professor dari Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore, seperti dikutip dari Reuters.

Pasukan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) berbaris dalam parade militer China yang memperingati 80 tahun kemenangan atas Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II, di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).
Suasana parade militer China di Lapangan Tiananmen, Beijing, China pada Rabu (3/9/2025). Parade ini dilakukan China untuk memperingati 80 tahun berakhirnya perang rakyat China melawan agresi Jepang dan fasisme. China menunjukkan peralatan dan alat berat militer dalam parade ini. Menurut pejabat militer China, sebagian di antaranya baru pertama kali ditampilkan ke publik.
Rudal balistik antarbenua generasi ketiga yang diluncurkan dari kapal selam JL-3 terlihat dalam parade militer China yang memperingati 80 tahun kemenangan atas Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II, di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).
Suasana menjelang parade militer China di Lapangan Tiananmen, Beijing, China pada Rabu (3/9/2025). Kawasan sekitar lokasi parade ditutup untuk memastikan acara berlangsung aman dan tertib. Parade ini dilakukan China untuk memperingati 80 tahun berakhirnya perang rakyat China melawan agresi Jepang dan fasisme. China menunjukkan peralatan dan alat berat militer dalam parade ini. Menurut pejabat militer China, sebagian di antaranya baru pertama kali ditampilkan ke publik.
Rudal jelajah supersonik antikapal YJ-15 terlihat dalam parade militer China yang memperingati 80 tahun kemenangan atas Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II, di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).

Menurut Asisten Menteri Luar Negeri China Hong Lei, China menggelar parade militer untuk menunjukkan pembangunan damai dan tekad untuk menjaga kedaulatan wilayah. China pun ia sebut punya reputasi baik dalam menjaga kedamaian dan keamanan, misalnya dari masuknya China sebagai anggota permanen Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Di sisi lain, publik menyambut antusias parade militer tersebut. Ribuan ponsel dan kamera mengacung ke udara selama parade berlangsung.

Untuk memastikan parade berlangsung lancar, China memperketat ketertiban dan keamanan, khususnya di Beijing. Jalan-jalan di sekitar lokasi parade ditutup. Gang-gang permukiman warga pun ditutup dan dijaga petugas berseragam. Publik yang rumahnya memiliki jendela menghadap jalan juga mesti menutup jendela dan gorden, serta tidak diperbolehkan merekam atau mengambil foto.

Selain itu, sejumlah pekerja pun disarankan untuk bekerja di rumah pada hari parade berlangsung. Parade berakhir menjelang tengah hari dan seluruh audiens diminta langsung meninggalkan Lapangan Tiananmen dengan tertib.


Kerabat Kerja

Penulis:

Sekar Gandhawangi dari Beijing, China
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase