China Tidak Tiba-tiba Mengembangkan AI

Pemandangan penggunaan akal imitasi terlihat jelas mulai di restoran, pabrik, hingga pengelolaan komunitas.

24 Apr 2025 11:00 WIB · Opini

Oleh Andreas Maryoto

Robot wira-wiri bekerja berdampingan dengan manusia di pabrik otomotif Seres Super Factory. Robot bekerja dari mulai mengangkat hingga memindahkan barang, sementara manusia memindahkan barang dengan forklift.

Robot tetap saja bekerja, sementara para karyawan terlihat berkumpul tengah makan sore. Para karyawan berjalan tampak kelelahan, sementara robot tetap saja dalam antrean untuk menjalankan tugas.

Robot yang merupakan salah satu bentuk produk kecerdasan buatan atau akal imitasi (AI) masif digunakan di pabrik otomotif yang berada di pinggir kota Chongqing, China. Pabrik ini menjadi bukti bahwa sebagian besar tenaga manusia sudah digantikan oleh produk AI.

Quote

Mereka telah memiliki dasar-dasar yang kuat sebelum mereka memasuki dunia AI.

Mereka bisa bekerja dengan rapi dan dengan presisi tinggi selama 24 jam. Sebaliknya manusia bekerja sejak presensi masuk hingga keluar dengan berbagai kemungkinan seperti kelelahan dan juga membuat kesalahan.

Pemandangan seperti ini umum terlihat di pabrik-pabrik di China. Bahkan, dalam pengelolaan restoran, lalu lintas, dan komunitas terlihat menggunakan teknologi AI.

Lalu lintas di kota Chongqing macet sekali sekian tahun lalu. Tetapi, kini meski mobil bertambah pesat, kemacetan malah berkurang. Pengelolaan lalu lintas telah menggunakan AI untuk memastikan bahwa jalan-jalan yang padat dan membutuhkan pengaturan lebih detail bisa diprediksi dan dikelola lebih baik.

Pembuatan surat izin mengemudi secara mandiri di Kota Chongqing, China. Untuk mendapatkan SIM mereka bisa melakukan tes kesehatan secara mandiri juga di sebuah ruangan kecil dengan teknologi AI.

Warga senior diberi semacam jam tangan yang memungkinkan pemantauan kesehatan mereka selama 24 jam. Apabila terjadi gangguan kesehatan seperti pada jantung, bisa diketahui secara cepat dan segera ditangani.

Pemantauan produksi gas di septik tank juga menggunakan kecerdasan buatan. Pengelola komunitas bisa mengetahui tingkat keamanan produksi gas melalui panel-panel yang tersedia. Apabila ada risiko, mereka segera bertindak.

Restoran pun tidak sedikit telah menggunakan robot untuk menggantikan pelayan. Mereka ke sana kemari mengantarkan makanan dan minuman untuk pelanggan.

Salah satu tujuan wisata di Kota Chongqing, China, Senin (21/4/2025)

Tersentak

Perkembangan China membuat dunia tersentak. Dalam sebuah tulisan di The Conversation disebutkan, pada tahun 2017, China mengumumkan ambisinya untuk menjadi pemimpin dunia dalam AI pada tahun 2030. Meskipun AS masih memimpin secara absolut, Tiongkok tampaknya membuat kemajuan yang lebih pesat daripada AS atau UE, dan pengeluaran pemerintah pusat dan daerah untuk AI di Tiongkok diperkirakan mencapai puluhan miliar dollar AS.

Langkah tersebut telah menyebabkan—setidaknya di Barat—peringatan akan adanya perlombaan senjata AI global dan kekhawatiran tentang semakin luasnya pengaruh China. Namun, memperlakukan China secara tidak semestinya berpotensi merugikan.

Dunia perlu terlibat secara serius dengan pengembangan AI China dan mencermati lebih dekat apa yang sebenarnya terjadi. Kisah ini rumit dan penting untuk menyoroti kemajuan yang menjanjikan di bidang aplikasi AI yang bermanfaat di Tiongkok dan untuk menantang kesalahpahaman umum, serta memperingatkan terhadap penggunaan yang bermasalah.

Kini semua ini telah jelas. China memimpin pengembangan AI di berbagai bidang.

Sebuah sesi penggunaan AI dalam berlalulintas di sebuah seminar di Kota Chongqing, China, Senin (21/4/2025)

Tidak tiba-tiba

Orang sering kali melihat China tiba-tiba mengembangkan AI. Mereka telah memiliki dasar-dasar yang kuat sebelum mereka memasuki dunia AI. Pendiri China sejak awal telah melihat pendidikan sebagai sendi yang penting dalam bernegara. Pendidikan membuat warga memiliki pemahaman yang baik tentang sains dan teknologi.

Kita kerap melihat anak-anak hingga orang tua rajin membaca buku. Di salah satu perpustakaan terlihat anak-anak muda membaca berbagai buku dengan serius.

Kota Chongqing yang telah menjadi modern memiliki basis industri tradisional sejak awal. Beberapa industri kerajinan telah ada di masyarkat. Sebelum menjadi kota modern, Chongqing merupakan kawasan industri alat-alat berat. Mereka tentu sudah menguasai sains dan teknologi dengan baik sebelum kecerdasan buatan atau akal imitasi diperkenalkan.

Seres Super Factory juga menjadi contoh bahwa mereka tidak tiba-tiba menjadi produsen mobil listrik dengan teknologi AI. Pada tahun 1986 mereka adalah produsen kursi berbasis teknologi elektronika untuk kebutuhan mobil. Pada masa selanjutnya mereka bekerja sama dengan pemerintah membangun pabrik mobil.

Pada tahun 2021 mereka bekerja sama dengan Huawei mengembangkan mobil listrik dengan teknologi tinggi. Produk mereka berupa mobil mewah telah memasuki pasar dan merajai di pasar mobil listrik.


Kerabat Kerja

Penulis:

Andreas Maryoto
 | 

Editor:

Marcellus Hernowo
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto