Mendekati senja karier, Ronaldo kembali ke Liga Spanyol. Namun, bukan sebagai pemain, Ronaldo datang sebagai pebisnis. Ia berinvestasi di klub divisi kedua, Almeria.
27 Feb 2026 10:38 WIB · Olahraga
AP
RIYADH, JUMAT — Setelah terakhir kali berkiprah di Liga Spanyol pada 2018 bersama Real Madrid, Cristiano Ronaldo kembali ke negara tersebut bukan sebagai pesepak bola, melainkan investor. Ronaldo membeli 25 persen saham klub divisi kedua di Liga Spanyol, UD Almeria.
Langkah tersebut menjadikannya pemilik klub bersama dengan konsorsium investasi Arab Saudi yang dipimpin Mohammed Al-Khereiji (kini menjabat Presiden Almeria). Memasuki senja karier, Ronaldo kian mendiversifikasi usahanya di luar lapangan hijau.
Belum ada rincian laporan keuangan, termasuk berapa biaya yang dikeluarkan Ronaldo untuk mengakuisisi sebagian saham Almeria. Dalam pernyataannya, Ronaldo hanya menyebutkan sangat berharap dapat bekerja sama dengan tim kepemimpinan untuk mendukung fase pertumbuhan klub selanjutnya.
”Sudah lama menjadi ambisi saya untuk berkontribusi pada sepak bola, di luar lapangan. UD Almeria adalah klub Spanyol dengan fondasi yang kuat dan potensi pertumbuhan yang jelas,” ujar Ronaldo dalam pernyataannya, dikutip dari BBC Sport, Jumat (27/2/2026).
Al-Khereiji menyambut gembira keputusan Ronaldo berinvestasi di Almeria. Ia mengisyaratkan bahwa Ronaldo kemungkinan besar akan sangat terlibat dalam program pembinaan pemain muda klub itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2023/02/27/47fb976b-8ced-4819-b7f6-d3bf5d59e33b.jpg)
Almeria dibeli Al-Khereiji tahun lalu dari Turki Al-Sheikh. Almeria berdiri pada 1989 dan kini menempati posisi ketiga divisi kedua di Liga Spanyol. Mereka terpaut dua poin dari pemimpin klasemen, Real Racing Club, dengan 15 pertandingan tersisa. Artinya, peluang Almeria untuk promosi ke divisi teratas sangat terbuka.
Pengalaman Ronaldo selama sembilan tahun berkarier di Liga Spanyol, menurut Al-Khereiji, akan sangat membantu Almeria untuk muncul sebagai kekuatan baru. Sejak berdiri, Almeria mengalami pasang surut prestasi.
Ronaldo tercatat memiliki saham di merek air minum, aplikasi gaya hidup sehat, perusahaan produk pemulihan (’recovery’), serta pakaian dalam, parfum, dan alas kaki.
Klub ini beberapa kali mentas dan terdegradasi ke divisi kedua. Kali terakhir Almeria bermain di divisi teratas adalah pada musim 2023-2024. Akan tetapi, mereka lantas terdegradasi karena hanya menempati peringkat ke-19.
”Ronaldo adalah pemain terhebat sepanjang masa. Dia sangat mengenal liga-liga Spanyol dan dia memahami potensi dari apa yang sedang kami bangun di sini, baik dari segi tim maupun akademi,” ujar Al Khereiji.
Almeria bukanlah klub pertama yang sahamnya dimiliki Ronaldo. Semenjak bergabung dengan Al-Nassr di Liga Pro Saudi pada 2023, Ronaldo turut memiliki saham di klub tersebut. Ia menjadi pesepak bola pertama yang masuk dalam ”Indeks Miliarder” Bloomberg pada Oktober lalu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/03/af839857-ca23-4103-827b-b5510a3ea76f.jpg)
Sekitar 10 tahun lalu, Ronaldo belum memikirkan kehidupan lain di luar sepak bola. Rutinitas hariannya hanya berpusat pada menjaga kebugaran tubuh, berlatih bersama klub, dan menjalani pertandingan. Rekan-rekannya menasihati Ronaldo terhadap gaya hidupnya yang monoton.
Mereka menyarankan Ronaldo mulai memikirkan aktivitas lain di luar lapangan hijau. Tanpa itu, mereka mengatakan Ronaldo mungkin akan bangkrut. Maka dari itu, ia perlu merambah aspek bisnis.
Ronaldo mendengarkan saran itu. Dia pun mulai berbisnis untuk tetap relevan setelah pensiun. Langkah pertamanya dalam berbisnis dimulai pada 2016. Kala itu, ia bermitra dengan satu grup hotel untuk membuka usaha properti di Madeira, kampung halamannya.
Pada awal mula merintis bisnis, Ronaldo masih tetap fokus di lapangan. Ia hanya menanamkan uangnya untuk investasi, sementara pengawasannya diserahkan kepada orang-orang kepercayaan. Lambat laun, selain menanamkan uang, Ronaldo turut menikmati proses, termasuk pertemuan-pertemuan bisnis, berikut mengatur strategi perusahaan.
Budaya disiplin dalam menjaga kondisi tubuh, yang membuatnya tetap produktif mencetak gol di usia 41 tahun, juga dia terapkan dalam mengelola perusahaan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/07/f6712b6fecf067ebb807d798a5904c18-Armenia_Portugal_WCup_Soccer_2_.jpeg)
Menurut peringkat Forbes 2025, Ronaldo menghasilkan hampir 210 juta pound sterling (Rp 4,7 triliun) di dalam dan di luar lapangan. Dari jumlah tersebut, lebih dari 50 juta pound (Rp 1,1 triliun) berasal dari bisnis non-sepak bola.
Saat ini, Ronaldo semakin memfokuskan bisnisnya melalui perusahaan investasi dan gaya hidup. Ia tercatat memiliki saham di merek air minum, aplikasi gaya hidup sehat, perusahaan produk pemulihan (recovery), serta pakaian dalam, parfum, dan alas kaki.
Selain kepemilikan saham, ia juga memiliki kemitraan penting dengan merek-merek terkemuka, membuka pusat kebugaran di seluruh Portugal dan Spanyol, serta meluncurkan berbagai macam jam tangan.
Sepak terjang Ronaldo di atas lapangan hijau memang kian mendekati akhir. Namun, dengan gurita bisnisnya, ia siap memulai babak baru setelah lebih dari 20 tahun berkecimpung di sepak bola profesional. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra