Crystal Palace Juara Piala FA, Lampaui Kisah Fiksi Ted Lasso

Crystal Palace juara baru alias kampiun ke-45 Piala FA. Final di Wembley menegaskan musim terburuk Man City bersama Pep Guardiola setelah 2016-2017.

18 Mei 2025 01:35 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

LONDON, SABTU — Seri olahraga fenomenal, Ted Lasso, mengisahkan kekalahan AFC Richmond dari Manchester City di semifinal Piala FA. Kisah fiksi itu digugurkan oleh Crystal Palace. Mereka mengalahkan City pada partai puncak kompetisi tertua di dunia itu demi mengangkat trofi perdana sekaligus kado ulang tahun ke-120 teristimewa, September nanti.

Pada musim kedua Ted Lasso, AFC Richmond, tim Liga Inggris rekaan, tak berdaya menghentikan City sehingga gagal hadirkan kejutan di Piala FA. Richmond memiliki hubungan erat dengan Palace.

Pasalnya, pengambilan gambar untuk gim-gim kandang Richmond yang memiliki markas bernama Stadion Nelson Road dilakukan di Selhurst Park, kandang Palace.

Walaupun fiksi, Richmond tetap tidak bisa menaklukkan City. Kondisi kontras tercipta pada dunia nyata. Palace memenangi Piala FA pertama dengan mengalahkan City dengan skor 1-0 di Stadion Wembley, Sabtu (17/5/2025) malam.

Gol tunggal dari penyerang sayap, Eberechi Eze, di menit ke-16 membantu Palace mengangkat trofi bergengsi sekaligus memberikan musim nirgelar bagi City di era Pep Guardiola setelah 2016-2017.

Penyerang Crystal Palace, Eberechi Eze (kanan), mencetak gol semata wayang yang membawa timnya mengalahkan Manchester City pada final Piala FA di Stadion Wembley, London, Sabtu (17/5/2025) malam.

Di sisi lain, Palace juga akan tampil untuk pertama kali di kompetisi antarklub Eropa, tepatnya Liga Europa, pada musim 2025-2026. Jelas sebuah perjalanan ”Si Elang” melebihi kisah fiksi.

Palace akhirnya meraih trofi Piala FA setelah menjalani kesempatan ketiga menembus partai puncak di Wembley. Sebelumnya, mereka gagal kampiun pada final edisi 1989-1990 dan 2015-2016.

Manajer Oliver Glasner membawa Palace sebagai juara ke-45 Piala FA. Mereka adalah kampiun anyar ketiga yang hadir di Piala FA pada abad ke-21. Palace mengikuti jejak Wigan Athletic (2012-2013) dan Leicester City (2020-2021).

Bagi Glasner, juru taktik asal Austria, ini adalah trofi kedua dalam karier kepelatihannya yang berjalan 10 musim. Ia memenangi gelar untuk Palace pada gim ke-60 memimpin di Selhurst Park setelah sebelumnya membawa Eintracht Frankfurt juara Liga Europa musim 2021/2022.

Wayne Rooney, legenda Manchester United, menyebut Palace datang ke Wembley dengan rencana pertandingan yang matang. Bagi Rooney, Si Elang datang dan bermain untuk menjadi juara.

Manajer Crystal Palace Oliver Glasner mengangkat trofi juara Piala FA setelah membawa timnya mengalahkan Manchester City, 1-0, pada laga final di Stadion Wembley, London, Sabtu (17/5/2025) malam.

”Babak pertama, mereka (Palace) memiliki beberapa peluang. Ketika Man City terus menekan pada babak kedua, mereka bertahan dengan luar biasa. Palace tahu mereka datang untuk bekerja keras. Palace tampil sangat baik,” kata Rooney, peraih Piala FA 2015-2016 bersama MU, kepada BBC.

Kiper Palace, Dean Henderson, mengakui rencana gim yang telah disusun Glasner menjadi faktor penting kemenangan Si Elang. Ia bangga menjadi bagian bersejarah skuad Palace.

”Luar biasa. Kami memiliki firasat hari ini akan menjadi hari kami. Manajer menyusun rencana permainan dan kami mengeksekusi secara sempurna. Kami pantas juara,” ujar Henderson, yang melakukan enam penyelamatan di Wembley, dilansir Sky Sports.

Kehilangan kepercayaan

Sementara itu, performa City di final Piala FA mengisyaratkan mulai memudarnya kepercayaan Manajer City Pep Guardiola kepada pemain-pemain andalan mereka di musim-musim sebelumnya. Guardiola mengesampingkan Phil Foden dan Jack Grealish pada susunan pemain utama.

Seperti diketahui, Foden adalah pemilik gelar Pemain Terbaik Liga Inggris 2023-2024. Meskipun masuk pada babak kedua untuk mengganti Savinho, peran Foden pun tidak signifikan bagi City. Grealish yang tampil memukau pada musim treble winner ”The Citizens” pada 2022-2023 malah menjadi pemain cadangan tak terpakai.

Britain Soccer FA Cup

Alih-alih menurunkan Grealish, Guardiola justru memberikan kesempatan debut kepada gelandang serang remaja Claudio Echeverri. Andalan tim U-17 Argentina di Piala Dunia U-17 Indonesia 2023 itu sempat memiliki peluang pada menit 90+6 yang mampu ditepis Henderson.

Selain itu, Guardiola juga menanggalkan peran eksekutor penalti utama dari Erling Haaland. Omar Marmoush mengambil satu-satunya peluang penalti City di menit ke-36. Henderson menepis tembakan Marmoush yang mengarah ke sisi kanan gawang Palace.

”Sejujurnya, Haaland yang seharusnya mengambil (penalti) itu. Ia memberikan kepada Marmoush dan saya tahu ke mana arah bola sepakannya. Saya tahu saya bisa menghalaunya,” ucap Henderson menambahkan.

Eze, sang penentu kemenangan, menuturkan, kemenangan atas City adalah buah dari perjuangan panjang pemain-pemain Palace dalam karier mereka selama ini. Pengalaman itu, lanjutnya, bisa membantu Si Elang tampil tanpa cela di partai puncak.

”Saya tak bisa bernapas. Mempertahankan bola dengan baik, jadi kami harus bekerja sangat keras untuk mendapatkan sesuatu dari mereka. Ketika mencapai kotak penalti mereka, kami harus memastikan peluang itu bisa dimanfaatkan dengan baik,” ujar Eze dilansir BBC.

Penyerang Crystal Palace, Eberechi Eze (kanan), bergembira seusai mengalahkan Manchester City 1-0 pada final Piala FA di Stadion Wembley, London, Sabtu (17/5/2025) malam.

Selain gol Eze, Palace mencetak gol kedua melalui sontekan Daniel Munoz di menit ke-61. Tetapi, gol itu dianulir akibat ada pemain Palace berada dalam posisi offside sebelum Munoz melepaskan tembakan yang menggetarkan jala gawang City.

Guardiola menyinggung kemenangan Palace yang dihasilkan dari peluang pertama mereka. Palace hanya membutuhkan waktu 18 detik sejak build-up yang dimulai Henderson hingga Eze memasukkan bola ke gawang City. Juru taktik asal Spanyol itu kecewa dengan tidak adanya keberuntungan untuk anak asuhannya.

”Kami bermain sangat baik, telah melakukan segalanya. Sayang, kami tidak bisa mencetak gol,” ucap Guardiola kepada ITV Sport.

Catatan redaksi:

Artikel ini diperbarui terkait jumlah trofi yang diraih Manajer Crystal Palace Oliver Glasner dari sebelumnya satu trofi menjadi dua trofi.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto