Cuaca Ekstrem, Empat Jenis Bencana Alam Landa Jabar dalam Sehari

Tingginya curah hujan menyebabkan terjadi bencana alam banjir, longsor, pergerakan tanah, hingga puting beliung dalam sehari di Jawa Barat.

14 Mar 2025 15:55 WIB · Nusantara

Oleh Fabio Maria Lopes Costa

BANDUNG, KOMPAS — Hujan dengan intensitas tinggi masih melanda wilayah Jawa Barat hingga kini. Fenomena ini mengakibatkan warga yang bermukim di lima kabupaten dan satu kota di Jawa Barat terdampak bencana alam banjir, longsor, pergerakan tanah, hingga puting beliung pada Kamis (13/3/2025).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, tujuh daerah yang terdampak bencana alam meliputi lima kabupaten, yakni Bandung, Sumedang, Garut, Ciamis, dan Purwakarta, serta Kota Bogor.

Di Sumedang, banjir menerjang empat desa, yakni Cihanjuang, Sindanggalih, Sindangkulon, dan Sukadana. Fasilitas umum dan rumah lebih dari 100 keluarga tergenang air setinggi 30 hingga 150 sentimeter.

Di Purwakarta terjadi pergerakan tanah di Desa Sukamukti, Kecamatan Maniis. Empat rumah yang ditempati 11 warga rusak.

Bencana longsor yang terjadi di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Kamis (13/3/2025).

Sementara di Garut terjadi hujan deras disertai puting beliung di Desa Rancanbango, Kecamatan Tarogong Kaler. Sebanyak 14 rumah warga rusak.

”Di Kabupaten Bandung terjadi banjir di Desa Nanjung Mekar, Kecamatan Rancaekek. Kami dan BPBD Kabupaten Bandung masih mendata jumlah warga yang terdampak,” kata Hadi Rahmat Hardjasasmita selaku Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar, Jumat (14/3/2025).

Hadi menuturkan, terjadi bencana longsor dan banjir di Ciamis. Longsor terjadi di Desa Payungsari dan Desa Payungagung yang mengakibatkan satu bangunan fasilitas umum serta satu rumah rusak.

Banjir di salah satu desa di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Kamis (13/3/2025).  Banjir melanda empat desa di kabupaten tersebut.

Adapun banjir di Ciamis terjadi di Desa Sindangherang dan Desa Sindangmukti dengan 12 rumah terendam air. Sebanyak 63 warga terdampak banjir di dua desa ini.

”Di Kota Bogor terjadi puting beliung di Desa Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat. Akibatnya, satu rumah yang ditempati enam warga rusak sedang,” ujar Hadi.

Ia mengimbau warga tetap meningkatkan kewaspadaan dan mitigasi bencana. Sebab, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan masih akan melanda Jabar hingga 20 Maret 2025.

Hadi Rahmat Hardjasasmita selaku Pranata Humas Ahli Muda Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat memaparkan lokasi bencana angin puting beliung selama bulan November di Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (15/11/2023). Mayoritas bencana angin puting beliung terjadi di wilayah Bogor.

”Masyarakat, khususnya yang bermukim di dekat bantaran sungai dan daerah perbukitan, agar meningkatkan kewaspadaan. Langkah mitigasi perlu dilakukan ketika terjadi hujan lebat lebih dari satu jam,” ujar Hadi.

Kepala Pelaksana BPBD Sumedang Atang Sutarno mengatakan, banjir di empat desa terjadi pada pukul 16.30 WIB. Kondisi ini dipicu hujan deras sejak siang hingga sore hari.

”Kini ketinggian air di empat desa yang terdampak banjir telah surut. Ketinggian air hanya 10 hingga 20 sentimeter. Warga yang terdampak telah kembali ke rumahnya,” kata Atang.


Kerabat Kerja

Penulis:

Fabio Maria Lopes Costa
 | 

Editor:

Rini Kustiasih
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti