Cuaca ekstrem terus mengintai wilayah Jabodetabek dalam sepekan ke depan. Warga diminta waspada dan mengikuti informasi terkait perkembangan cuaca.
08 Okt 2025 12:32 WIB · Metropolitan
JAKARTA, KOMPAS — Cuaca ekstrem diprediksi terjadi di beberapa wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten dalam sepekan ke depan. Warga dan pemangku kepentingan terkait diminta waspada dalam mengantisipasi ancaman tersebut.
Pada Selasa (7/10/2025) terjadi hujan deras dan angin kencang terjadi di sejumlah wilayah di Tangerang Selatan. Beberapa papan reklame dan pohon pun bertumbangan diterpa angin kencang. Menanggapi fenomena ini, Deputi Bidang Meteorologi, Rabu (8/10/2025), mengatakan, cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Tangerang Selatan disebabkan masa peralihan musim (pancaroba).
”BMKG memprakirakan potensi hujan lebat dan angin kencang masih akan terjadi di wilayah Jabodetabek hingga 13 Oktober 2025,” katanya.
Cuaca ekstrem ini merupakan dampak dari masa pancaroba, yakni peralihan dari musim kemarau ke musim hujan yang sering membuat fenomena atmosfer tidak stabil. Karena itu, BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang di wilayah Banten dan Jabodetabek.
Guswanto menuturkan, pada 7 Oktober hingga 14 Oktober 2025, BMKG memprediksi cuaca di wilayah Jabodetabek akan fluktuatif dan berpotensi ekstrem. Dia pun merinci pada periode 7 Oktober hingga 9 Oktober wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat masuk ke dalam status waspada karena diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
”Pada periode ini, potensi angin kencang juga akan terjadi di wilayah Banten dan Jawa Barat,” ungkap Guswanto.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/07/ff4772a582dbf1af7fbfde9a88bb4aaf-20251007kum2.jpg)
Selanjutnya, pada periode 10-13 Oktober, giliran Jabodetabek yang berada di dalam zona waspada. Terutama karena potensi hujan lebat dan angin kencang yang bisa memicu bencana seperti banjir lokal, pohon tumbang, dan gangguan lalu lintas.
Kecepatan angin mencapai 26 km per jam hingga 90 km per jam.
Karena itu, Guswanto mengimbau agar warga mengantisipasi ancaman cuaca ekstrem ini, seperti menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho, ketika hujan atau angin kencang. Selain itu, waspadai banjir dan pemadaman listrik di lokasi rawan.
”Pantau juga informasi resmi terkait cuaca dan potensi bencana,” kata Guswanto.
Cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Tangerang Selatan, Selasa (7/10/2025) siang, menyebabkan pohon tumbang dan sejumlah bangunan roboh. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan Essa Nugraha mengatakan, hujan deras disertai angin kencang terjadi pada pukul 12.30 WIB. ”Cuaca ekstrem itu terjadi dalam jangka 1 jam,” ungkapnya.
Cuaca ekstrem yang terjadi masuk dalam kategori hujan lebat dan untuk kecepatan angin masuk dalam kategori kecepatan angin yang cukup tinggi. ”Kecepatan angin mencapai 26 km per jam hingga 90 km per jam,” katanya.
Tiupan angin yang tinggi menjadi pemicu papan reklame dan tiang listrik roboh dan pohon tumbang. Dari hasil pemeriksaan diketahui ada 39 titik pohon tumbang di wilayah Tangerang Selatan.
Sementara untuk papan reklame yang roboh terpantau ada di dua tempat di Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat. Dua papan reklame setinggi hingga 15 meter ini menimpa 13 rumah. ”Akibat papan roboh ini, ada tiga orang yang harus dilarikan ke rumah sakit salah satunya masih anak balita,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/08/12caa093ac577d894cd660311acef00d-20251008RAM_Baliho_roboh.jpg)
Kerugian material akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Proses evakuasi dan pembersihan di lokasi terdampak juga telah dilakukan. Risiko bencana susulan pun terus dipantau. Karena itu, Essa mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
”Kami mengingatkan masyarakat agar selalu siap siaga, khususnya saat cuaca buruk terjadi. Segera cari tempat aman dan hindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho,” ujarnya.
Hal yang sama disampaikan Kapolsek Ciputat Timur Komisaris Bambang Askar Sodiq. Ia mengatakan, akibat cuaca buruk berupa angin kencang dan hujan deras pada Selasa siang, beberapa bangunan, seperti papan reklame dan tower, di wilayah Ciputat Tangerang roboh.
Insiden itu terjadi sekitar pukul 13.05 Wib. Besi penyangga itu menimpa atap rumah warga. Tidak hanya itu, angin kencang juga menyebabkan tembok roboh di Kelurahan Jombang Ciputat Timur. ”Ada sekitar 20 motor yang tertimpa,” katanya.
Penulis:
Rhama Purna JatiEditor:
Irma TambunanPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari