Cuaca Ekstrem, Penyeberangan Kapal Lintas Merak-Bakauheni Terganggu

Gelombang laut di sekitar Pelabuhan Merak terpantau cukup tinggi.

03 Des 2024 13:45 WIB · Lingkungan

Oleh Vina Oktavia

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS — Cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di perairan Banten membuat penyeberangan kapal lintas Merak-Bakauheni terganggu pada Selasa (3/12/2024). Sejumlah sopir truk yang akan menuju Pelabuhan Merak pun mengaku terjebak kemacetan di jalan raya hingga berjam-jam.

”Saya sudah di sini dari tadi malam sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Tapi, kendaraan tidak bisa bergerak. Posisi saya di jalan raya sekitar 3 kilometer dari Pelabuhan Merak,” ujar Supri, sopir truk yang terjebak macet di sekitar Pelabuhan Merak, saat dihubungi dari Bandar Lampung, Selasa siang.

Ia mengatakan, semalam tidak ada pemberitahuan dari petugas setempat terkait dengan adanya gangguan layanan di Pelabuhan Merak. Supri mengaku baru mendapat informasi dari media sosial terkait dengan gangguan layanan yang terjadi di Pelabuhan Merak akibat cuaca buruk pada Selasa pagi.

Ia mengaku masih terus menunggu informasi terkait dengan pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Merak. Ia berharap petugas segera memberikan informasi terkini sehingga para sopir truk yang terjebak macet di jalan tidak harus menunggu tanpa kejelasan.

”Sampai sekarang, kendaraan belum bisa bergerak ke mana-mana. Kondisi di sekitar lokasi hujan ringan,” ucapnya.

macet

Berdasarkan informasi dari Stasiun Meteorologi Maritim Pelabuhan Merak, gelombang laut di sekitar Pelabuhan Merak terpantau cukup tinggi, yakni mencapai 1,5-2,5 meter. Bahkan, ketinggian gelombang sempat mencapai 3 meter.

Adapun kecepatan berkisar 15-20 knot bertiup dari barat daya. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga malam hari.

Pada Selasa (3/12/2024) sekitar pukul 10.00 WIB, akun Instagram @korlantaspolri.ntmc menyampaikan informasi terkini terkait dengan situasi penyeberangan di Pelabuhan Merak. ”Karena cuaca yang kurang bersahabat, saat ini Pelabuhan Merak sementara tidak melayani penyeberangan,” demikian bunyi pengumuman tersebut.

Para pengendara yang sedang berada di jalan tol arah Pelabuhan Merak diminta agar keluar di Tol Cilegon. Hal tersebut untuk menghindari penumpukan arus lalu lintas di jalan raya yang menuju ke arah Pelabuhan Merak.

Lebih lama

Penampakan Jalan Aat Rusli di Cilegon, Banten, Selasa (26/3/2024). Jalan ini menjadi akse pemudik yang menggunakan sepeda motor ke Pelabuhan Ciwandan, pelabuhan khusus bagi pengendara roda dua saat mudik Lebaran 2024.

Saat dikonfirmasi, Bintang Felfian selaku Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Pelabuhan Merak mengatakan, pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Merak memang mengalami gangguan akibat cuaca ekstrem. Kendati begitu, ia menyebut pihaknya tetap memberikan pelayanan.

”Jadwal jadi mundur karena proses bongkar muat dilakukan secara perlahan dan sangat hati-hati,” ujar Bintang melalui pesan singkat.

Ia mengatakan, ASDP tetap membuka pelayanan sesuai dengan arahan KSOP Banten selaku regulator. Ia menyebut, hingga Selasa siang belum ada arahan untuk menutup pelayanan di pelabuhan tersebut.

Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin menjelaskan, cuaca ekstrem membuat proses bongkar muat kapal membutuhkan waktu yang lebih lama. Ia pun meminta para pengguna jasa untuk lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

Ia menegaskan, pentingnya perencanaan yang matang demi kenyamanan dan keselamatan bersama. ”Karena itu, kami mohon pengertian seluruh pengguna jasa dan agar tetap mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujar Shelvy lewat keterangan resmi.

Sebuah mobil memasuki kapal di Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung pada Sabtu (6/4/2024)

Shelvy menambahkan, ASDP terus memperkuat koordinasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk BMKG, kepolisian, dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD). Langkah ini dilakukan untuk memastikan operasional kapal tetap berjalan sesuai standar keselamatan.

”Keselamatan pengguna jasa adalah prioritas utama kami. Kami bekerja sama dengan semua stakeholder untuk memastikan layanan penyeberangan tetap optimal meski di tengah tantangan cuaca ekstrem,” ujarnya.

Humas ASDP Pelabuhan Bakauheni Syaiful M Harahap menuturkan, pelayanan di Pelabuhan Bakauheni berjalan normal. Pada Selasa ada 28 kapal yang dijadwalkan menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menuju Pelabuhan Merak, Banten.

Namun, aktivitas bongkar muat kapal di Pelabuhan Merak memang mengalami gangguan akibat cuaca ekstrem. ”Terganggu iya, tetapi tidak menghentikan pelayanan,” ujarnya.

 

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Vina Oktavia
 | 

Editor:

Neli Triana
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .