Banjir Rob di Indramayu, 845 Warga Terdampak

Hujan disertai angin kencang memicu banjir rob di Indramayu. Hingga Februari tepat saat puncak musim hujan, warga diminta waspada bencana.

30 Jan 2025 10:16 WIB · Nusantara

Oleh Fabio Maria Lopes Costa

BANDUNG, KOMPAS — Hujan disertai angin kencang memicu terjadinya banjir rob di dua desa Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (29/1/2025). Berdasarkan data terkini, banjir rob menyebabkan 845 warga terdampak dan sejumlah rumah mengalami kerusakan.

Data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menunjukkan, banjir rob melanda Desa Kertawinangun dan Desa Eretan Kulon di Kecamatan Kandanghaur. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.

Fenomena ini dipicu hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut sejak Selasa (28/1/2025). Hal ini menyebabkan ombak setinggi empat meter menghantam tembok penahan ombak sehingga jebol di dua titik.

”Banjir rob menerjang dua desa di Kecamatan Kandanghaur. Sebanyak 135 rumah terendam air,” kata Hadi Rahmat Hardjasasmita selaku Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar pada Kamis (30/1/2025).

Cuaca ekstrem memicu terjadinya banjir rob yang melanda dua desa di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (29/1/2025). Sebanyak 845 warga yang terdampak banjir rob.

Hadi memaparkan, banjir rob mengakibatkan tujuh rumah warga rusak. Total warga yang terdampak mencapai 845 orang. Sebanyak 106 warga di antaranya harus mengungsi ke tempat yang aman.

Adapun BPBD Jabar dan BPBD Indramayu terus berkoordinasi untuk penanganan warga yang terdampak banjir rob. Upaya lainnya ialah membuat dapur umum untuk menyuplai makanan bagi para korban bencana.

Pemkab Indramayu akan menetapkan status tanggap darurat banjir rob di Kecamatan Kandanghaur. Masa pelaksanaan tanggap darurat direncanakan selama tujuh hari.

”Warga yang rumahnya teredam banjir untuk sementara diungsikan ke Balai Desa Kertawinangun. Pendataan dan upaya penanganan bencana masih berlangsung,” katanya.

Ilustrasi

Prakirawan cuaca Stasiun Klimatologi Jabar, Perdana Reynaldy Usior, memaparkan, wilayah Jabar akan memasuki puncak musim hujan pada Februari mendatang. Oleh karena itu, dia pun meminta warga mewaspadai potensi bencana alam karena tingginya intensitas curah hujan.

Perdana mengungkapkan, kondisi cuaca ini terjadi karena Indonesia terdampak angin monsun Asia yang bergerak dari arah barat laut menuju timur. Fenomena ini juga melanda wilayah Jabar.

”Fenomena cuaca ini bisa menyebabkan sering terjadi hujan yang biasanya dimulai pukul 07.00 hingga 23.00 WIB. Terjadi hujan deras dan lebat disertai angin kencang dan kilat,” ujarnya.

Berdasarkan prakiraan cuaca tersebut, warga diminta agar waspada bencana pada saat puncak musim hujan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Fabio Maria Lopes Costa
 | 

Editor:

Neli Triana
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji