BerandaNasionalCuaca Panas Bisa Memicu S...

Cuaca Panas Bisa Memicu Sakit Kepala dan Migrain

Risiko sakit kepala meningkat saat cuaca panas karena paparan matahari, kualitas udara, hingga dehidrasi.

31 Agt 2024 14:37 WIB · Nasional

Oleh DEONISIA ARLINTA

Pejalan kaki berjalan di bawah terik matahari selama musim gelombang panas di Tokyo, Jepang, Kamis (2/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS — Apakah Anda pernah merasa tiba-tiba sakit kepala setelah beberapa waktu berada di bawah sinar matahari? Sejumlah penelitian berupaya untuk menjawab mengapa risiko sakit kepala cenderung meningkat dalam kondisi suhu yang panas.

Ahli saraf dari Mayo Clinic Narayan Kissoon menuturkan, dalam kasus ekstrem, panas dapat memengaruhi fungsi neuron pada otak. Fungsi sel yang berubah dapat menyebabkan peningkatan aktivitas di pusat nyeri otak.

Selain itu, sakit kepala bisa muncul akibat dehidrasi yang dialami. Dehidrasi dapat memperburuk kemampuan tubuh untuk mengatasi panas. Meski demikian, para ahli berpendapat, hal ini belum tentu menjadi penyebab sakit kepala akibat cuaca panas.

Quote

Sakit kepala bisa juga muncul akibat dehidrasi yang dialami. Dehidrasi dapat memperburuk kemampuan tubuh untuk mengatasi panas.

Panas ekstrem dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit. Tubuh akan kehilangan natrium melalui keringat sehingga tubuh butuh mengisi kembali asupan elektrolit dan air yang hilang tersebut.

Baca juga: Cuaca Panas Bisa Mengubah Emosi

”Dehidrasi berkaitan erat dengan ketidakseimbangan elektrolit karena air akan mengikuti persediaan garam tubuh. Dengan hilangnya garam, tubuh akan kurang mampu menahan air,” tuturnya seperti yang dikutip dalam Washingtonpost yang diakses pada Sabtu (31/8/2024).

Warga menunggu angkutan umum ketika cuaca panas di Jalan Tunjungan, Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (27/9/2022). Beberapa hari terakhir kawasan Surabaya raya dilanda suhu udara panas pada siang hari yang mencapai 35-39 derajat celsius.

Ahli neurologi di Cedars-Sinai Medical Center di Los Angeles, Nolan Pearson, menyampaikan, penyebab sakit kepala di tengah cuaca panas bisa disebabkan beragam faktor. Cuaca panas bisa saja bukan menjadi penyebab tunggal dari sakit kepala yang dialami.

Hal itu didasarkan hasil sejumlah riset tentang panas dan sakit kepala yang menunjukkan korelasi dua faktor ini, misalnya studi antara tingkat penerimaan pasien yang sakit kepala berbulan-bulan selama musim panas. Namun, studi itu tak membuktikan langsung panas bisa memicu sakit kepala pada pasien.

”Mungkin ada perubahan lingkungan dan gaya hidup yang terjadi selama musim panas, seperti kualitas udara, paparan cahaya, atau tingkat aktivitas yang dapat menyebabkan sakit kepala,” ujar Pearson dalam LiveScience.

Baca juga: Cuaca Panas dan Jejak Pemanasan Global Satu Dekade Terakhir

Karena itu, ia menyarankan agar setiap orang yang mengalami sakit kepala bisa memusatkan perhatian pada faktor pemicu sakit kepala untuk mengatasi dan mencegah terjadinya sakit kepala.

Salah satu faktor pemicu yang dapat menyebabkan sakit kepala ialah kualitas udara yang buruk. Saat musim panas, kualitas udara biasanya cenderung memburuk. Panas menyebabkan berbagai unsur kimia di udara berubah menjadi ozon yang memiliki efek pada kesehatan.

Selain itu, pergerakan angin dan tekanan udara yang didorong oleh cuaca panas dapat membuat polutan bisa bertahan.

Warga menikmati hari libur di area Fatahilah, Kota Tua, Jakarta, Selasa (25/4/2023). Sinar ultraviolet (UV) kategori ekstrem hari ini melanda sebagian besar wilayah Indonesia, terutama di kawasan timur dan tengah. Sinar UV ekstrem ini merupakan tingkat bahaya terparah bagi orang yang terpapar matahari tanpa pelindung.

Ketika musim panas, paparan matahari dan sinar UV juga menjadi lebih besar. Bagi sebagian orang, paparan cahaya terang bisa memperburuk kondisi sakit kepala atau migrain yang dimiliki.

Faktor pemicu lainnya bisa disebabkan jadwal tidur tak teratur. Saat musim panas, beberapa orang lebih susah tidur dibandingkan dengan saat musim dingin.

”Tidur nyenyak paling efektif di lingkungan lebih dingin. Ketika tidur malam terganggu, misalnya karena kepanasan, orang-orang cenderung mengalami migrain dan sakit kepala,” kata Pearson.

Baca juga: Cuaca Panas Ekstrem Ancam Kesehatan dan Keselamatan, Bagaimana Tubuh Beradaptasi?

Dokter spesialis penyakit dalam dan keluarga di Kaiser Permanente, Virginia, Rachel Marquez, menuturkan, setiap orang sebaiknya mencegah untuk berada di bawah paparan sinar matahari langsung, terutama di musim panas.

Pastikan untuk selalu memenuhi asupan cairan tubuh di tengah cuaca panas. Gunakan pula tabir surya karena ada sebagian orang yang bisa menjadi sakit kepala ketika terpapar sinar matahari langsung ataupun saat kulit terbakar.

single

Sakit kepala akibat cuaca panas bisa terasa seperti nyeri atau tekanan di seluruh kepala. Namun, pada orang yang memiliki migrain bisa mengalami sakit kepala seperti nyeri berdenyut yang disertai gejala lain, seperti mual dan muntah, akibat sensitivitas terhadap cahaya.

”Jika Anda mengalami sakit kepala akibat panas atau migrain, carilah tempat ber-AC di dalam ruang untuk mendinginkan diri. Kain lap basah dan dingin juga bisa meredakan sakit kepala Anda dengan menempelkannya di leher dan dahi. Itu menurunkan suhu tubuh untuk meredakan sakit kepala,” kata Marquez.


Kerabat Kerja

Penulis:

DEONISIA ARLINTA
 | 

Editor:

EVY RACHMAWATI