Kawasan hulu dan potensi banjir rob di pesisir masih menjadi perhatian utama Pemprov Jakarta. Oleh karena itu, modifikasi cuaca akan segera dilakukan.
13 Des 2024 14:19 WIB · Metro
JAKARTA, KOMPAS — Modifikasi cuaca akan kembali dilakukan di Jakarta pada 13-16 Desember 2024. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi curah hujan yang kembali tinggi dan rentan meningkatkan risiko banjir hingga banjir rob.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dinamika atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), bibit siklon di Samudra Hindia, dan angin monsun dari Asia akan meningkatkan curah hujan di wilayah Jawa, termasuk Jakarta.
Puncak curah hujan diprediksi terjadi pada 13 dan 14 Desember 2024. Intensitas hujan sedang hingga tinggi bakal terjadi di beberapa lokasi. BMKG juga memprediksi curah hujan tinggi masih akan berlangsung hingga bulan Januari 2025.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, rekayasa cuaca akan dilakukan Pemprov Jakarta secara bertahap hingga awal tahun 2025. Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Maruli berharap, hasil operasi modifikasi cuaca (OMC) tahap kedua lebih efektif daripada tahap pertama. Saat itu, OMC dilakukan pada 7-9 Desember 2024.
Curah hujan tinggi yang terfokus di wilayah lokal, kawasan hulu, dan potensi banjir rob di pesisir, masih menjadi perhatian utama. ”Tahap kedua ini diharapkan lebih efektif mendistribusikan hujan dan mengurangi dampaknya di Jakarta,” ujar Maruli, Jumat (13/12/2024).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/09/2ae603380e90944346b35f389844d1f2-WhatsApp_Image_2024_12_07_at_20.11.23.jpeg)
Maruli mengatakan, BPBD Jakarta telah berkoordinasi dengan BMKG, BNPB, dan instansi terkait lainnya untuk memastikan kelancaran OMC tahap kedua. Pesawat, bahan semai, dan tim pelaksana telah disiapkan. Selain itu, pembekalan harian akan dilakukan untuk memastikan setiap penerbangan dapat menargetkan area yang tepat.
Operasi itu nantinya akan menggunakan pesawat untuk menyemai bahan khusus, seperti garam dan kapur tohor (CaO). Semua dirancang untuk mengurangi pembentukan awan hujan di area tertentu. Penyemaian awan dilakukan di bawah koordinasi Posko OMC di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma dan Curug di Tangerang.
”Koordinasi antarinstansi sangat penting, terutama dengan kondisi cuaca yang dinamis. Kami siap melakukan lebih dari satu kali penerbangan dalam sehari jika diperlukan,” kata Direktur OMC Endarwin.
Selain itu, BPBD Jakarta mengimbau warga mewaspadai cuaca ekstrem selama operasi berlangsung. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di sekitar kali, sungai, waduk, dan danau. Orangtua juga diimbau mengawasi anaknya agar tidak bermain atau berenang di area tersebut.
Kemudian, warga diajak memantau potensi longsor di bantaran sungai dan menghindari area yang retak. Saat terjadi angin kencang atau petir, diharapkan warga segera mencari tempat aman. Jika ada kejadian darurat, masyarakat bisa melapor melalui layanan Jakarta Siaga 112 yang beroperasi 24 jam.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/09/28/8bfa5cab-4098-4bcd-aead-0f14e00511bf.jpg)
Penjabat Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi berharap penyemaian awan hujan dapat dilakukan pada siang dan malam hari pada OMC kedua. ”Mudah-mudahan yang tahap kedua akan memungkinkan terbang malam sehingga bisa lebih efektif,” ujarnya.
Rekayasa cuaca itu dilakukan menggunakan anggaran BPBD Jakarta yang mencapai Rp 4 miliar. Pemprov DKI juga mempersiapkan biaya tak terduga (BTT) jika anggaran BPBD Jakarta belum tersedia atau masih kurang.
”Kalau anggaran BPBD habis, kami akan menggunakan formula dengan anggaran BTT, biaya tak terduga. Tapi kalau gunakan BTT, berarti saya harus mengeluarkan kondisi status tanggap darurat,” tutur Teguh.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/24/23b70025-e965-4a6d-b313-8a0b6bc6b0eb_jpg.jpg)
Ketua DPRD Jakarta Khoirudin mendukung dan mengapresiasi Pemprov Jakarta dan BPBD Jakarta. Ia mengatakan, kolaborasi yang baik dari Pemprov Jakarta, BPBD, maupun BMKG sangat penting untuk kemaslahatan warga Jakarta dan sekitarnya.
”Kolaborasi dan sinergi dalam penanganan antisipasi bencana hidrometeorologi harus diseriusi dan diperhatikan. Jangan sampai ada kerugian yang dialami warga Jakarta dan jatuhnya korban jiwa,” kata Khoirudin.
Proses modifikasi cuaca yang mulai dilakukan lagi hari ini diharapkan warga Jakarta Utara, Likha (32), dapat mengatasi masalah banjir rob. Ia mengatakan, banjir rob kembali merendam wilayah RW 022 Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat pagi.
”Tinggi banjir rob hari ini 30-40 sentimeter. Air cukup tinggi dan masuk ke permukiman dan jalan,” ujarnya.
Likha mengatakan, saat ini sudah ada perahu karet yang dioperasikan untuk membantu mobilitas warga, termasuk anak sekolah. Perahu karet itu dioperasikan petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU).
Penulis:
Atiek Ishlahiyah Al-HamasyEditor:
Cornelius Helmy Herlambang