INFRASTRUKTUR

Curahan Hati Yamisa untuk Presiden Prabowo

Di tengah peresmian 218 jembatan, Presiden Prabowo Subianto mendengarkan curahan hati seorang pelajar dari Nias Selatan, Sumatera Utara.

09 Mar 2026 20:25 WIB · Politik & Hukum

TANGKAPAN LAYAR

Oleh Kurnia Yunita Rahayu

Dengan percaya diri, Yamisa Zeboa mengambil pelantang suara yang diberikan oleh Bupati Nias Selatan, Sumatera Utara, yang duduk di sebelahnya. Siswi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Boronadu, Nias Selatan, itu mendapatkan giliran untuk berbicara dengan Presiden Prabowo Subianto melalui konferensi video, Senin (9/3/2026) sore. ”(Nama saya) Yamisa Zeboa, Pak. Y-A-M-I-S-A,” ujarnya memperkenalkan diri.

Mimik wajah pelajar berusia 17 tahun itu menjadi tersipu-sipu saat Presiden mengaku mengingat wajahnya yang beberapa bulan lalu viral di media sosial Tiktok. Yamisa bahkan menutup wajahnya dengan tangan ketika Presiden meminta timnya untuk memutar kembali video Yamisa dan beberapa temannya untuk mengenang kondisi pahit yang pernah terjadi di Nias Selatan.

Dalam video yang viral pada Oktober 2025, Yamisa dan kawan-kawannya yang berseragam pramuka berada di tepi sungai tak berjembatan. Sambil berteriak meminta atensi Presiden, mereka memperlihatkan bahwa mereka harus turun ke sungai dan berbasah-basahan setiap kali harus menyeberang sungai sebelum berangkat ke sekolah. Anak-anak itu juga harus waspada, khawatir ada buaya yang melintas.

Quote

Berani sekali kau teriak-teriak ke Presiden, ya. Tapi justru karena kau teriak-teriak, aku langsung dengar.

Video berdurasi 58 detik itu tidak hanya beredar di kalangan warganet, tetapi juga ditonton oleh Prabowo. Kepada Yamisa, Presiden mengaku masih mengingat wajahnya. ”Kamu yang di pinggir sungai dulu kan, yang basah?” ujarnya.

Kendati harus menghadapi situasi sulit, Prabowo mengapresiasi keberanian Yamisa untuk melaporkan kesulitan masyarakat melalui media sosial. Apalagi, itu disampaikan dengan suara yang lantang. Jika tak demikian, kata Prabowo, mungkin ia tak bisa langsung mendengar keluhan Yamisa dan teman-temannya serta membangun jembatan di kabupaten-kabupaten.

”Berani sekali kau teriak-teriak ke Presiden, ya. Tapi justru karena kau teriak-teriak, aku langsung dengar,” kata Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto berdialog dengan Yamisa Zeboa (17), siswi SMK asal Nias Selatan, Sumatera Utara, dalam konferensi video daring, Senin (9/3/2026).

Di tengah nostalgia video yang viral, Prabowo menanyakan rencana studi Yamisa. Namun, pelajar berseragam putih abu-abu yang kini duduk di kelas XII itu menjawab dengan nada suara yang merendah. Ia mengungkapkan ingin melanjutkan studi kedokteran, tetapi orangtuanya tidak mampu secara finansial.

Mendengar itu, Prabowo meminta kepada komandan korem setempat untuk mencatat nama Yamisa dan teman-temannya. Meski tak menyebutkan langkah apa yang akan diambil, Presiden memuji Yamisa sebagai anak berkarakter kepemimpinan yang kuat. Ia meminta agar Yamisa rajin belajar, menjaga agar nilai akademiknya baik, dan mengikuti tes.

”Jangan pacaran dulu, ya. Iya, katanya mau studi, ya,” ucap Prabowo.

Siswa SMP 1 Toma, Nias Selatan, Sumatera Utara, mengikuti ujian nasional berbasis komputer, Selasa (23/4/2019). Ujian dilakukan tiga sesi karena jumlah komputer tidak sebanding dengan jumlah siswa yang ikut ujian.

Yamisa pun berterima kasih kepada Presiden. Namun, itu belum selesai. Beberapa kali di tengah pembicaraan ia mengucap, ”izin Pak” karena merasa ada hal yang perlu disampaikan. Setelah dipersilakan oleh Prabowo, Yamisa mengungkapkan bahwa sekolahnya belum mendapatkan Makan Bergizi Gratis, gedung sekolahnya roboh, dan jalan di kecamatannya rusak.

218 jembatan

Yamisa bukan satu-satunya yang diajak berdialog dalam konferensi video daring bersama Presiden. Setidaknya ada perwakilan dari delapan kabupaten yang turut menyampaikan aspirasi sekaligus melaporkan perkembangan pembangunan jembatan di wilayahnya masing-masing. Sebab, konferensi video itu memang diselenggarakan untuk peresmian 218 jembatan di berbagai wilayah di Indonesia, terdiri dari 77 jembatan bailey, 59 jembatan armco, dah 82 jembatan perintis.

Sejak tiga bulan terakhir, Presiden membentuk Satuan Tugas Jembatan yang dipimpin oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak. Sejumlah jembatan dibangun, baik di wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat maupun di daerah-daerah lain yang juga tak memiliki jembatan.

KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak (tengah) dalam konferensi video daring peresmian 218 jembatan di berbagai wilayah di Indonesia, Senin (9/3/2026). Jenderal Maruli ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Satgas Percepatan Pembangunan Jembatan.

Prabowo mengatakan, mungkin ada orang yang memandang pembangunan jembatan merupakan proyek yang tidak strategis. Sebab, jembatan hanya membantu masyarakat menyeberang sejauh belasan atau puluhan meter. Ada pula pihak yang ingin membangun monumen besar, gedung pencakar langit, atau gedung-gedung mewah. Namun, di bawah kepemimpinannya, Indonesia tidak membangun itu semua.

Sekalipun tidak membangun gedung-gedung mewah, Prabowo menegaskan, ia bangga dengan program pembangunan jembatan. Sebab, dengan jembatan-jembatan kecil itu, anak-anak di desa terpencil tidak perlu lagi menyeberangi sungai dalam bahaya. Anak-anak tidak perlu sekolah dengan pakaian basah karena menyeberang sungai tak berjembatan.

Salah satu jembatan yang dibangun di bawah koordinasi Satgas Percepatan Pembangunan Jembatan. Adapun satgas dipimpin oleh KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak.

Apalagi, pembangunan sejumlah jembatan itu dilakukan dengan gotong royong antara negara dan masyarakat. Tak hanya para prajurit TNI yang bertanggung jawab, pembangunan juga dilakukan berkat kerja sama dengan warga.

”Pemerintah yang saya pimpin bangga bahwa kita menjawab kesulitan rakyat yang paling kecil, rakyat kita yang paling jauh, rakyat kita yang paling terpencil,” kata Prabowo.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kurnia Yunita Rahayu
 | 

Editor:

Cyprianus Anto Saptowalyono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar